Home / Gresik / Warta

Selasa, 9 Februari 2021 - 20:07 WIB

Pengembangan Pendidikan Melalui APBD Berbasis Manut Kiai

Reporter : Ayu Fatmatuz Zahroh - Telah dibaca 29 kali

Fandi Akhmad Yani saat mengikuti webinar Beritabaru.co, Selasa (9/2).

Fandi Akhmad Yani saat mengikuti webinar Beritabaru.co, Selasa (9/2).

Gresik, Progresnews.id – Dalam webinar secara virtual yang digelar oleh media BeritaBaru.co bersama STAIDA, Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) memaparkan strategi pendidikan di Gresik ke depan, Selasa (9/2).

Dalam webinar yang bertema Rekontruksi Pengembangan Pendidikan Melalui APBD Berbasis Manut Kiai itu, Gus Yani menekankan bahwa kata-kata ‘Manut Kyai’ tak boleh hanya dijadikan slogan semata.

Bupati terpilih Gresik itu juga menjelaskan, dalam membangun Gresik yang baru harus kembali ke kultur masyarakat Gresik selama ini, yakni santri.

Nantinya, ia ingin tiga komponen berupa Pemerintah, Pondok Pesantren (Ponpes), dan Indutri bisa melakukan sinergitas demi mewujudkan Gresik Baru kedepannya.

“Selain kota industri, Kota Gresik ini harus bisa menjaga kultur,” ujarnya.

Baca Juga:  KIP Papua Ajak Perempuan untuk Berani Bertanya

Adapun APBD Manut Kyai yang ia maksud yakni menjaga kultur kesantrian tanpa harus tergusur dengan perindustrian. Maka dari itu, ia ingin Pemerintah harus mampu mengatur jalannya perindustrian di Gresik ini.

“Jangan sampai kultur kita yang santri, tergerus dengan industrialisasi yang ada,” kata Gus Yani.

Sementara itu, Hadir dalam forum, Prof. Akhmad Muzzaki, selaku Guru Besar di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, yang turut mengupas poin ke-6 dari Nawa Karsa tentang pendidikan yang menjadi program dari Gus Yani, yakni Gresik Cerdas.

Ia mengaku terpesona dengan APBD Manut Kiai yang digagas sebagai program baru dari Gus Yani.

Salah satu poin dari isi program Gresik Cerdas yakni ‘Memajukan Pendidikan Pesantren Melalui Dana Abadi Pondok Pesantren’ ia menyarankan agar nantinya Gus Yani segera membuat Perda Pesantren yang nantinya akan difungsikan sebagai payung hukum perealisasian program tersebut.

Baca Juga:  Dukungan Bertambah, Pemuda Pancasila Solid Menangkan Pasangan Niat

“Menurut saya hal penting dalam 100 hari Pak Bupati untuk segera membuat Perda Pesantren,” ujarnya.

Selain itu, hal menarik lainnya adalah ‘Mendirikan Akademi Komunitas (conunity college) Untuk Rintisan Menjadi Politeknik’. Menurutnya, Gus Yani perlu melibatkan dan menggandeng dunia usaha dan industri dalam menjalankannya.

Yang tak kalah penting dari jalannya akademi komunitas tersebut adalah dibutuhkannya moral atau akhlak yang baik. Maka dari itu, Prof. Muzakki menyarankan harus melibatkan santri di dalamnya.

Share :

Baca Juga

Suasana penjual ikan air tawar di Pasar Ikan Lamongan.

Lamongan

Diakibatkan Banjir, Ketersediaan Ikan Air Tawar di Pasar Ikan Lamongan Menurun
Penyerahan suplemen dari perwakilan SD Muhammadiyah 1 GKB kepada Petugas Operasi Yustisi yang bertempat di GKB, Senin (18/1). Foto: Nufus/Progresnews.id.

Gresik

SD Muhammadiyah 1 GKB Bagikan Suplemen
Jajaran Formagam Gresik.

Gresik

Pilkada Usai, Formagam Gresik Apresiasi KPU dan Beri Pesan Kepada Pimpinan Baru
Jalan Nasional di Kecamatan Deket Kabupaten Lamongan pada KM 36-41 saat diperbaiki. Foto: Progresnews.id/ Ammy.

Nasional

Pembangunan Jalan Nasional di Lamongan Ditarget Rampung April
Para penjaja penukaran uang di Lamongan.

Lamongan

Buka Lebih Awal, Jasa Penukaran Uang Mulai Bermunculan di Lamongan

Lamongan

Apresiasi Kerja Wartawan, Kapolres Lamongan Beri Sejumlah Fasilitas Penunjang

Nasional

Dewan Pers Canangkan Pelatihan Peningkatan Profesionalisme Wartawan 2021
Tim menejemen dan pelatih tim Persela Lamongan seusai konfrensi pers online. Foto : Istimewa

Lamongan

Kontra Madura United, Persela Lamongan Optimis Kemas 3 Poin