Home / Gresik / Warta

Selasa, 9 Februari 2021 - 20:07 WIB

Pengembangan Pendidikan Melalui APBD Berbasis Manut Kiai

Reporter : Ayu Fatmatuz Zahroh

Fandi Akhmad Yani saat mengikuti webinar Beritabaru.co, Selasa (9/2).

Fandi Akhmad Yani saat mengikuti webinar Beritabaru.co, Selasa (9/2).

Gresik, Progresnews.id – Dalam webinar secara virtual yang digelar oleh media BeritaBaru.co bersama STAIDA, Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) memaparkan strategi pendidikan di Gresik ke depan, Selasa (9/2).

Dalam webinar yang bertema Rekontruksi Pengembangan Pendidikan Melalui APBD Berbasis Manut Kiai itu, Gus Yani menekankan bahwa kata-kata ‘Manut Kyai’ tak boleh hanya dijadikan slogan semata.

Bupati terpilih Gresik itu juga menjelaskan, dalam membangun Gresik yang baru harus kembali ke kultur masyarakat Gresik selama ini, yakni santri.

Nantinya, ia ingin tiga komponen berupa Pemerintah, Pondok Pesantren (Ponpes), dan Indutri bisa melakukan sinergitas demi mewujudkan Gresik Baru kedepannya.

“Selain kota industri, Kota Gresik ini harus bisa menjaga kultur,” ujarnya.

Baca Juga:  Ribuan Masyarakat Sukarela Antarkan Pasangan Niat Daftar ke KPU

Adapun APBD Manut Kyai yang ia maksud yakni menjaga kultur kesantrian tanpa harus tergusur dengan perindustrian. Maka dari itu, ia ingin Pemerintah harus mampu mengatur jalannya perindustrian di Gresik ini.

“Jangan sampai kultur kita yang santri, tergerus dengan industrialisasi yang ada,” kata Gus Yani.

Sementara itu, Hadir dalam forum, Prof. Akhmad Muzzaki, selaku Guru Besar di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, yang turut mengupas poin ke-6 dari Nawa Karsa tentang pendidikan yang menjadi program dari Gus Yani, yakni Gresik Cerdas.

Ia mengaku terpesona dengan APBD Manut Kiai yang digagas sebagai program baru dari Gus Yani.

Salah satu poin dari isi program Gresik Cerdas yakni ‘Memajukan Pendidikan Pesantren Melalui Dana Abadi Pondok Pesantren’ ia menyarankan agar nantinya Gus Yani segera membuat Perda Pesantren yang nantinya akan difungsikan sebagai payung hukum perealisasian program tersebut.

Baca Juga:  Dukungan Bertambah, Pemuda Pancasila Solid Menangkan Pasangan Niat

“Menurut saya hal penting dalam 100 hari Pak Bupati untuk segera membuat Perda Pesantren,” ujarnya.

Selain itu, hal menarik lainnya adalah ‘Mendirikan Akademi Komunitas (conunity college) Untuk Rintisan Menjadi Politeknik’. Menurutnya, Gus Yani perlu melibatkan dan menggandeng dunia usaha dan industri dalam menjalankannya.

Yang tak kalah penting dari jalannya akademi komunitas tersebut adalah dibutuhkannya moral atau akhlak yang baik. Maka dari itu, Prof. Muzakki menyarankan harus melibatkan santri di dalamnya.

Share :

Baca Juga

BNN Kabupaten Gresik

Gresik

Dua Remaja Diingkus BNNK Gresik, Petugas Sita Seberat 7,7 gram Sabu
Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban, Budi Wiyana saat ditemui usai mengikuti vaksinasi tahap pertama, Rabu (27/1).

COVID-19

Pelaksanaan Vaksinasi Tahap Pertama di Tuban Diiringi Perpanjangan PPKM

COVID-19

Ringankan Beban Korban Covid-19, LPBI NU Gresik Bagikan Sembako
Foto: Gema.id

Lamongan

Jelang Pergantian Musim, DPU-SDA Lamongan Siaga Cegah Kekeringan
Syaiful Huda Ketua DPR RI Komisi X saat memberikan sambutan dalam peluncuran Program Sekolah Penggerak, Senin (1/2).

Warta

Komisi X DPR RI Soroti Peluncuran Program Sekolah Penggerak Di Tengah Isu Kesejahteraan Guru dan Krisis Covid-19

Gresik

Langkah Inovatif Ciptakan Kebun Durian, Pemdes Petiyintunggal Diapresiasi Gus Bupati
Koordinator Pusat DEMA PTKIN se-Indonesia, Onky Fachrur Rozie berfoto bersama para tamu saat Rakorwil DEMA PTKIN se-Indonesia.

Nasional

DEMA PTKIN Se-Indonesia Komitmen Kuatkan Pendidikan Moderasi Beragama
Ratusan massa aksi yang memadati halaman DPRD Lamongan. (Foto: Ammy)

Lamongan

Ratusan Massa Tuntut Banjir Segera Diatasi, DPRD: Dinas Terkait Tidak Punya Rencana Matang