Home / Lamongan / Warta

Kamis, 18 Februari 2021 - 12:55 WIB

Penderitaan Warga Berlanjut, Banjir Susulan Kembali Genangi Kecamatan Turi Lamongan

Reporter : Adyad Ammy Iffansah - Telah dibaca 239 kali

Banjir menggenangi jalan poros yang melintang di Desa Kemlagilor Kecamatan Turi Lamongan. Foto: Istimewa.

Banjir menggenangi jalan poros yang melintang di Desa Kemlagilor Kecamatan Turi Lamongan. Foto: Istimewa.

Lamongan, Progresnews.id — Lagi-lagi banjir kembali menggenangi beberapa desa di Kecamatan Turi Lamongan.

Setelah diketahui surut beberapa waktu yang lalu, warga dikagetkan dengan banjir susulan yang datang setelah hujan deras mengguyur Lamongan pada Rabu (17/2) kemarin.

Salah satu warga desa Eko (36) menyebut banjir datang sekitar pukul 01.00 WIB, banyak yang heran dan menduga jika air yang datang pagi tadi merupakan banjir kiriman.

“Air datang sekitar pukul 01.00 WIB, pagi-pagi pas salat subuh warga kaget karena air kembali tinggi,” ungkapnya, Kamis (18/2).

Baca Juga:  Motivasi Anak-Anak Terdampak Banjir, Kasat Lantas Polres Lamongan Rela Jadi Guru Dadakan

Ketinggian air yang menggenang di Desa Tiwet, Desa Kemlagi Lor beserta desa lain yang dekat dengan Sungai Bengawan Jero itu berkisar rata-rata 10 cm sampai 50 cm.

Salah satu pengguna jalan yang melintang di Kecamatan Turi, Yotok berharap masalah banjir ini agar segera teratasi, dari kejadian ini warga hanya bisa menunggu kapan masalah banjir ini bisa segera diselesaikan.

Baca Juga:  Gus Jazil Optimis Gus Yani-Bu Min Akan Jadikan Gresik Lebih Sejahtera

“Motor saya mogok mas, merugikan memang tapi kita ya bisa apa. Semoga pihak terkait segera mencari solusi atas bencana yang menjadi penderitaan warga selama ini,” harapnya.

Sementara itu, Kabid Operasi dan Pemeliharaan Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air (PU-SDA) Lamongan sampai tulisan ini dibuat belum ada penjelasan ataupun balasan yang diberikan kepada Progresnews.id.

Share :

Baca Juga

Tuban

Eks Pengurus Klenteng Tuban Jadi Tersangka Dugaan Pidana KK Ganda
Suasana paca kecelakaan, petusgas saat mengevakuasi korban kecelakaan. Foto:Ammy/Progresnews.id.

Lamongan

Pengendara Honda CB di Lamongan Meregang Nyawa Setelah Kecelakaan VS Dump Truk

Tuban

Yuk Ikut! UPT BLK Tuban Gelar Pelatihan Kerja Sebulan Penuh
Warga Tejoasri yang memanfaatkan bengawan mati untuk keramba. Foto: Progresnews.id/Ammy.

Lamongan

Lihai Melihat Peluang, Warga Lamongan Fungsikan Bengawan Mati Jadi Lokasi Budidaya Ikan
Petugas Unit Turjawali yang dipipin Aipda Fifin bersiaga arahkan pengendara di Jembatan Waru Kulon. Foto : Ammy.

Lamongan

Jembatan Warukulon Rusak Intai Pengguna Jalan, Satlantas Polres Lamongan Pasang Badan
Suasana penanaman pohon di salah satu titik di Lamongan. Foto: Istimewa.

Lamongan

Peringati HUT Bu Mega, Ini yang dilakukan PDIP Lamongan
IPNU Canggan menggelar Diskusi Teoritis & Skill di musala TP. Ihyaul Ulum pada Jumat (26/2).

Gresik

Dorong Kemandirian Ekonomi, IPNU Cangaan Gelar Diskusi Teoritis & Skill
Wamenkumham, Edward Omar Sharif Hiariej menilai dua mantan menteri yang tersandung kasus korupsi layak dituntut hukuman mati, Selasa (16/2). Foto: tangkapan layar kanal Pengetahuan FH UGM.

Nasional

Wamenkumham Nilai Dua Menteri Tersangka Korupsi Layak Dihukum Mati