Home / Lamongan / Warta

Selasa, 2 Februari 2021 - 17:12 WIB

Penantian Warga Terdampak Banjir di Lamongan, Ini Yang Mereka Lakukan

Reporter : Adyad Ammy Iffansah - Telah dibaca 190 kali

Nampak warga yang membersikan sisa banjir di depan masjid yang berada di tengah pemukiman warga. (Foto: Tangkapan Layar Vidio, Warga Desa Weduni)

Nampak warga yang membersikan sisa banjir di depan masjid yang berada di tengah pemukiman warga. (Foto: Tangkapan Layar Vidio, Warga Desa Weduni)

Lamongan, Progresnews.id – Surutnya air banjir yang melanda sebagian wilayah di Lamongan jelas dinantikan warga terdampak. Penantian itu nampak jelas terihat pada warga Desa Weduni Kacamatan Deket Lamongan.

Para warga terlihat bergembira saat mengetahui air yang menggenangi desanya selama sebulan lebih tersebut mulai surut, secara swadaya warga menyambut dengan suka cita.

Meski surutnya air belum merata di semua wilayah desa, warga tetap menyambut surutnya air di jalan depan dan samping Masjid sepanjang 200 meter tersebut.

“Keliatannya licin, Langsung kita bersihkan. Khawatir membahayakan pengguna jalan yang hendak melintas,” kata salah satu emak-emak yang turut bersih-bersih, Hartini, Selasa (02/02).

Baca Juga:  Keluhkan Kurangnya Perhatian Pemerintah, Leroy Samy Sarankan Mama-mama Libatkan Pendamping Desa

Inisiatif membersikan kerak lumut sisa banjir ini dilakukan warga. Meski, diketahui air masih terlihat menggenang setinggi 10 sentimeter.

Di lokasi yang sama, Mustoko mengutarakan jika banjir yang dialami tahun ini menjadi yang terparah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Kalau Masjid Baitul Falah di desa kami setiap tahun kebanjiran. Kali ini yang terparah sampai 50 sentimeter tingginya,” ungkapnya Mustoko seraya menceritakan keadaan rumahnya yang banjir hingga setinggi lutut.

Baca Juga:  Kompetisi Belum Jelas, Mantan Pemain 'Persatu' Ini Jadi Pedagang Sayur

Mustoko memperkirakan, sekitar 15 persen wilayah tempat ia bermukim telah surut meski masih tergenang, Itupun jalan yang sudah ditinggikan dan dicor.

Patut diketahui, Desa Weduni merupakan wilayah terisolir banjir yang menjadi perhatian khalayak. Bahkan untuk akses masuk desa warga menggunakan perahu termasuk menuju area tambak.

Saat disinggung mengenai kondisi tambak, Mustoko hanya bisa pasrah dan berharap ikannya masih aman. “Jalan tenggelam, apalagi pematang tambak, tidak satu jalur pun yang terlihat. Semuanya rata dengan air, termasuk Balai Desa Weduni,” pungkasnya.

Share :

Baca Juga

Gresik

Berkolaborasi dengan Sekolah Meksiko, Smadiga Gresik Lakukan Program Internasional Collaboration
Siaran langsung press conference menanggapi isu penyiksaan yang dialami almarhum Ustadz Maaher, Rabu (10/2).

Nasional

Isu Penyiksaan Ustaz Maaher, Polri: Almarhum Meninggal Karena Sakit
Jajaran perwakilan Komis D saat sesi pertemuan dengan Dinkes dan UPT Kesehatan Kalitengah. Foto: Progresnews.id/Ammy.

Lamongan

Panggil UPT Puskesmas Kalitengah, Komisi D DPRD Lamongan Tekankan Pelayanan Kesehatan Lebih Humanis

Nasional

Kader PMII Harus Punya Akar Kuat Agar Tak Mudah Tumbang
Paparan Suherman, Pengelola PKM pada Sosialisasi PKM 2021, Selasa (16/2).

Nasional

Sosialisasi PKM 2021, PKM Akan Dilaksanakan Tiga Hingga Empat Bulan
Operasi Yustisi di Bundaran GKB. Foto: Nufus/Progresnews.id.

COVID-19

Operasi Yustisi Gresik Gencar Dilakukan, Satpol PP Sebut Sudah Jarang Ditemukan Pelanggar Prokes
Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Rusdi Hartono menyampaikan bahwa Polri akan menindaklanjuti laporan masyarakat terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan, Kamis (11/2). Foto: sindonews.

Nasional

Komentari Kematian Ustaz Maaher, Novel Baswedan Dilaporkan ke Bareskrim

Lamongan

Pedagang Menjerit, Sejumlah Kebutuhan Pokok Di Lamongan Merangkak Naik