Pemerintah Jepang Gagas Kerjasama Bidang Ketenagakerjaan

Pemerintah Jepang Gagas Kerjasama Bidang Ketenagakerjaan
Pemerintah Jepang Gagas Kerjasama Bidang Ketenagakerjaan. Foto: Progresnews.id/Nadia

INTERNASIONAL – Pemerintah Jepang menggagas kerjasama terkait bidang ketenaga kerjaan untuk perfektur Ibaraki (7/10).

Prefektur Ibaraki merupakan salah satu Prefektur di Jepang yang memiliki konsentrasi WNI terbanyak di Jepang selain Aichi, Tokyo dan Kanagawa. Tercatat sebanyak 3.939 WNI tinggal di Ibaraki, baik sebagai mahasiswa, pekerja magang/kenshushei atau pekerja profesional.

Selama ini, Jepang relatif tertutup bagi TKA. Namun. mengingat adanya problem populasi di Jepang, kini Jepang telah membuka diri untuk bekerja sama bidang penempatan tenaga kerja yang sebelumnya masih kerja sama magang.

Prefektur Ibaraki sendiri merupakan prefektur yang memiliki lahan pertanian yang besar di Jepang dan terdapat beberapa industri besar, antara lain industri kimia dan permesinan.

Dengan struktur penduduk yang kini didominasi oleh penduduk usia lanjut dan banyaknya industri Jepang yang terdapat di Ibaraki, kebutuhan tenaga kerja asing khususnya pada sektor kesehatan (perawat dan caregivers), pertanian dan industri permesinan terus meningkat setiap tahunnya.

Untuk itu, guna mencukupi kebutuhan tenaga kerja yang tinggi, Pemerintah Prefektur Ibaraki telah mengundang KBRI Tokyo untuk menyampaikan paparan kepada sekitar 25 perwakilan pimpinan perusahaan tenaga kerja Jepang yang berada di wilayah Ibaraki terkait peluang peningkatan pengiriman tenaga kerja terampil dari Indonesia.

Pemerintah Jepang Gagas Kerjasama Bidang Ketenagakerjaan
Pemerintah Jepang Gagas Kerjasama Bidang Ketenagakerjaan. Foto: Progresnews.id/Nadia

Pada kesempatan tersebut, Koordinator Fungsi Ekonomi KBRI Tokyo dalam paparannya menekankan bahwa peluang peningkatan kerja sama ketenagakerjaan dengan Jepang sangatlah besar.

“Dengan struktur penduduk usia muda yang terus meningkat, Indonesia dan Jepang dapat menjalin kerja sama yang komplementer. KBRI Tokyo siap bermitra dengan Prefektur Ibaraki guna tingkatkan pengiriman tenaga kerja terampil asal Indonesia”. Jelas Tri Purnajaya, selaku Kuasa Usaha AD Interim KBRI Tokyo.

Di tengah kondisi lapangan kerja yang tidak menentu di Indonesia. Kerjasama terkait ketenaga kerjaan ini tentu saja membuka peluang yang lebih lebar kepada seluruh masyarakat Indonesia yang memiliki keinginan untuk bekerja di Jepang melalui program G2G atau Government to Government.
Kebutuhan akan tenaga kerja asing yang tinggi di Ibaraki juga disampaikan oleh KADIN Ibaraki pada kesempatan kunjungan ke Ibaraki.

KADIN Ibaraki berharap KBRI Tokyo dapat fasilitasi peningkatan pengiriman tenaga kerja Indonesia khususnya dengan skema SSW ke Jepang.

“Selama ini pekerja asal Indonesia memang sangat diminati oleh negara asing dan negara tujuan sangat puas dengan kerja para Pekerja Indonesia, karena orang Indonesia sangat ulet, bertanggung jawab dan yang terutama sangat ramah. KADIN Ibaraki berharap dukungan KBRI Tokyo guna mendapatkan lebih banyak workers asal Indonesia,” lanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.