Pemenang Pemuda Pelopor Tingkat Kabupaten, Firda Siap Naik Ke Provinsi

Firda pemuda pelopor Bojonegoro. Foto: Progresnews.id

Bojonegoro, Progresnews.id – Setelah melalui seleksi proposal dan presentasi pada November lalu, Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Bojonegoro akhirnya mengumumkan tiga pemuda terbaik dengan program-programnya, untuk diberi binaan dan kemudian maju ke ajang Pemuda Pelopor tingkat Provinsi.

Tiga pemuda terbaik itu adalah Firdaus Nuzula mewakili Bidang Pendidikan, Sonia Arinta Wahyunus mewakili Bidang Agama, Sosial, Budaya dan Handoko Sukarno mewakili Bidang Pangan.

Firdaus Nuzula (23) pemudi yang berasal dari Desa Kenep Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro tersebut maju di bidang Pendidikan Kewirausahaan dengan program Kerajinan Rajut.

Firda mengaku bahwa awalnya kerajinan ini hanya sebatas tugas kuliah, yang kemudian pada 2018 secara kebetulan ada pelatihan rajut di desanya, dan dikembangkan menjadi komunitas rajut dengan Firda menjadi ketuanya.

Pada ajang Pemuda Pelopor sebelumnya, terdapat bidang Kewirausahaan/Ekonomi, Pendidikan, Pangan dan yang lain. Tetapi firda justru mampu menggabungkan dua bidang sekaligus dalam programnya.

Komunis Rajut Firda, Pemuda Pelopor Bojonegoro. Foto: Progresnews.id

Komunitas Rajut dengan rutin mengadakan pelatihan-pelatihan rajut kepada ibu-ibu dan mahasiswa. Firda menaruh harapan agar masyarakat bisa membuka usaha sendiri maupun kelompok.

Saat ditanya mengenai kiat-kiat yang akan dilakukan setelah ini, Firda menjelaskan bahwa ia akan memperluas lagi pelatihan kewirausahaannya baik untuk kalangan ibu-ibu maupun mahasiswa.

Dan tidak berhenti sampai di situ, pelatihan-pelatihan ini akan dibuat kelompok usaha agar masyarakat bisa bekerja secara tim.

“Misalnya, saya buat pelatihan di desa A. Nah, setelah pelatihan itu, seluruh peserta di desa A akan menjadi kelompok atau komunitas wirausaha. Sehingga mereka bisa memulai berwirausaha bersama atas nama kelompok mereka sendiri,” tuturnya.

Firda bersama dua pemuda terpilih lainnya, masih harus melewati seleksi lagi selama enam bulan, untuk melihat dan memantau kestabilan jalannya program mereka.

Meski begitu, Firda mengaku selalu siap untuk naik ke tingkat provinsi bahkan nasional, dan terus menjalankan program-programnya untuk masyarakat.

“Ya semogaa setiap pemuda bisa berdaya dan memberdayakan dibidangnya masing-masing. Katanya ‘kan nasib di suatu wilayah itu tergantung pemudanya, dan semoga pemuda bojonegoro bisa menjadi pelopor untuk masyarakat berdaya, agar semua masyarakat bisa berdaya dan angka pengangguran bisa diperkecil, sehingga tingkat kemiskinan bisa turun,” pungkasnyapungkasnya.

Editor: Elsalim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.