Home / Nasional / Warta

Senin, 29 Maret 2021 - 21:25 WIB

Pemberdayaan Perempuan, Ihsan Basir: Laki-laki Harus Diberdayakan Dulu

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Sulawesi Tengah, Ihsan Basir dalam Podcast Sikola Mombine, Senin (29/3).

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Sulawesi Tengah, Ihsan Basir dalam Podcast Sikola Mombine, Senin (29/3).

Jakarta, Progresnews.id – Dalam Podcast kanal Youtube Sikola Mombine pada Senin (29/3), Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Sulawesi Tengah Ihsan Basir menyampaikan argumennya tentang seperti apa peran laki-laki dalam pemberdayaan perempuan.

Mengawali pembahasannya, Ihsan Basir mengatakan bahwa dalam pemberdayaan perempuan, haruslah dimulai dari bagaimana laki-laki merubah atau laki-laki harus diberdayakan terlebih dahulu, terutama untuk mengubah perspektif laki-laki terhadap perempuan.

Menurut data, lanjut Ihsan, pelaku dari pada kekerasan perempuan dan anak 82%-89% adalah laki-laki. Pada lima tahun ke belakang, statistik menunjukkan bahwa kasus kekerasan menurun. Namun, setelah pandemi menjadi naik tiga kali lipat dari sebelumnya. Berkaca dari statistik ini, Ihsan berupaya untuk bagaimana memberi sosialisasi tentang pentingnya pemberdayaan perempuan adalah dimulai dari laki-laki.

Baca Juga:  Maraknya PHK Sepihak di Industri Media, AJI Nyatakan Sikap Tegas

“Gender Mainstream sebenarnya sudah disosialisasikan sejak dulu. Tapi 20 tahun kemudian orang masih saja bertanya ‘apa itu gender?’, nah itu yang perlu kita jelaskan,” ungkapnya.

Menurutnya, kekerasan terjadi karena banyak faktor. Ada beberapa hal yang tidak dimengerti atau miskomunikasi antara laki-laki dan perempuan. Masalah ketidaktahuan masing-masing, dan kurangnya informasi.

Baca Juga:  Anugerah Pahlawan Nasional Usmar Ismail, Ketua Lesbumi PBNU: Kado Istimewa Rakornas IV
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Sulawesi Tengah, Ihsan Basir dalam Podcast Sikola Mombine, Senin (29/3).

“Misalkan, seorang suami merasa harus memberikan hadiah yang mahal untuk istrinya. Padahal bagi seorang istri, hanya dengan perhatian yang lebih setiap hari, itu sudah cukup. Jadi butuh adanya komunikasi agar tidak terjadi kesalahpahaman,” jelasnya.

Selanjutnya, Ihsan berpesan untuk ketika masyarakat melihat tindak kekerasan, maka yang terjadi adalah bukan hanya urusan pribadi laki-laki dan perempuan, tapi juga urusan kemanusiaan. Jadi, ia berharap agar masyarakat tidak ragu atau takut untuk melaporkan jika mereka menemui tindak kekerasan, karena itu bagian dari kriminal.

Share :

Editor : Alfa Kamila

Baca Juga

Suasana kegiatan perbaikan saluran irigasi di kecamatan Deket, Lamongan, Kamis (7/10). Foto: Progresnews.id/Ivan.

Lamongan

Saling Sikut Tuai Kebaikan, TNI dan Warga Deket Lamongan Kompak Benahi Saluran Irigasi
Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban, Budi Wiyana saat ditemui usai mengikuti vaksinasi tahap pertama, Rabu (27/1).

COVID-19

Pelaksanaan Vaksinasi Tahap Pertama di Tuban Diiringi Perpanjangan PPKM

Warta

Kota Tanpa Kumuh, Komitmen Pemkab Bojoneggoro Entaskan Kekumuhan
Faber-Castell Alihkan Dana Hadiah Wisata untuk Pendidikan di Masa Pandemi

Nasional

Faber-Castell Alihkan Dana Hadiah Wisata untuk Pendidikan di Masa Pandemi
Suasana saat mereka menerjang banjir demi bisa sampai ke KUA

Gresik

Dua Sejoli Terjang Banjir Menuju KUA
TPT Ambrol yang belum diperbaiki di Sugio Lamongan. Foto : Ivan A/Progresnews.id.

Lamongan

Diduga Tak Sesuai RAP, Pembangunan TPT yang Jebol di Sugio Lamongan Disoal Warga
Potret Lamongan Mart, Rabu (21/4). Foto: Ammy/Progresnews.id.

Lamongan

Program Andalan Pemkab Lamongan Rezim H. Fadeli Mangkrak, Bangunanya Kosong dan Terbengkalai
Menteri Sekretaris Negara, Pratikno menegaskan pemerintah tak akan melakukan revisi UU Pemilu dan Pilkada, Selasa, (16/2). Foto: setkab.go.id.

Nasional

Mensesneg Akui Pemerintah Tidak Akan Revisi UU Pemilu dan Pilkada