Home / Lamongan / Warta

Kamis, 25 Maret 2021 - 11:20 WIB

Pemanfaatan Bengawan Mati Jadi Keramba Ikan di Lamongan Berpotensi Timbulkan Polemik

Suasana sejumlah nelayan sedang beraktivitas disekitar lokasi budidaya ikan air tawar. Foto: Progresnews.id/Ammy

Suasana sejumlah nelayan sedang beraktivitas disekitar lokasi budidaya ikan air tawar. Foto: Progresnews.id/Ammy

Lamongan, Progresnews.id – Keramba ikan di Desa Tejoasri Kecamatan Laren Lamongan Jawa Timur yang disambangi Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi Rabu, (24/3) kemarin timbulkan polemik.

Meski sempat banjir pujian atas inovasi pemanfaatan sungai bengawan mati sebagai lokasi budidaya ikan air tawar. Namun kini menimbulkan polemik baru terkait dugaan semakin menguatnya pencemaran lingkungan.

Sekertaris Dinas Perikanan Lamongan, Abdullah Ubaid menyebut jika aktivitas budidaya tersebut dapat menurunkan kualitas air di bengawan mati.

Sekertaris Dinas Perikanan Lamongan, Abdullah Ubaid saat memberikan komentar terkait keramba di Desa Tejoasri. Foto: Progresnews.id/Ammy

“Pakan ikan hingga kotoranya itu kan meninggalkan residu, jadi bisa sebabkan penurunan kualitas air seperti bau amis,” ungkap Ubaid, Rabu (24/3).

Baca Juga:  Inspektorat Lamongan Mulai Periksa Kades Kebonsari Terkait Dugaan Korupsi PKT-DD

Belum lagi, kata Ubaid, jika musim kemarau tiba debit air yang menurun akan berpengaruh pada kebutuhan rumah tangga warga desa setempat.

“Selain perikanan bengawan mati itu juga banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga, di musim kemarau nanti takutnya timbul perselisihan dimana pembudidaya ingin melanjutkan kegiatannya dan non pembudidaya yang resah karena air sungai mulai tercemar” katanya.

Mengatasi resiko munculnya perselisihan, pihaknya terus melakukan pengawasan kepada aktivitas budidaya, tak hanya itu pembatasan keramba juga akan dilakukan.

Baca Juga:  Eksplorasi Bangkai Kapal Van Der Wijck Dihentikan Sementara

“Kalau keramba di Tejoasri tetap kita maksimalkan. Namun, untuk penambahan kolam sepertinya sudah tidak bisa,” cetusnya.

Tak hanya membatasi kegiatan budidaya, opsi lain pun ditempuh seperti restocing atau tebar benih ikan agar ekosistem terus terjaga sekaligus menjaga ruang habitat alam secara berkala.

“Kemarin di tebar 40 ribu Ikan Tumbro dan 45 ribu Ikan Tawes di Desa Tejoasri tujuanya agar potensi pencemaran akibat budidaya bisa dimimalisir,” ucap Ubaid.

Share :

Editor : Adyad Ammy Iffansah

Baca Juga

Suasana evakuasi korban kecelakaan lalu lintas di pertigaan Deket. (Foto: Ammy)

Lamongan

Tewaskan Warga Lamongan, Sopir Truk Trailer Jalani Tes Urine dan Uji Kalayakan Kendaraan
Direktur PT Progres Muda Nusantara, Muhammad Muslih Muanddar.

Gresik

Hikmah Isra Mikraj 2021, Muslih Muandar: Salat Sejatinya Adalah Karunia, Bukan Beban
Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), Letnan Jenderal TNI (Purn) Agus Widjojo menyampaikan keterangan dalam Siaran Pers Akhir Tahun 2021 Lemhanas RI, Jumat (31/12). Foto: Youtube Lemhanas RI

Warta

Laksanakan RCEP, Gubernur Lemhanas: Indonesia Harus Berbenah

Nasional

Penahanan Empat IRT Akhirnya Ditangguhkan, Gus Jazil: Hukum Jangan Tajam ke Bawah
Salah satu anggota yang tunjukan plasma konvalasen, Rabu (10/2). Foto : Ammy/Progresnews.id.

COVID-19

Donor Plasma Konvalesan, 15 Penyintas Covid-19 Dari Jajaran Polres Lamongan Ikut Serta

Gresik

Berkolaborasi dengan Sekolah Meksiko, Smadiga Gresik Lakukan Program Internasional Collaboration
Deputi Bidang Kewirausahaan Menteri Koperasi dan UKM RI (Kemenkop UKM), Siti Azizah saat menjadi Keynote Speaker dalam webinar bertajuk Memperkuat Kolaborasi Pasar untuk Pengembangan UMKM di Tanah Papua, Jumat (27/8).

Nasional

Kemenkop UKM: Bangkitkan UMKM di Masa Pandemi Dengan Kolaborasi
Menteri Kesehatan Budi Gunadi dalam Webinar Vaksinasi Covid-19 yang bertajuk 'Peran Wanita Dalam Sukseskan Vaksinasi Covid-19 Mendukung Terwujudnya Ketahanan Keluarga' pada Senin (1/2).

Nasional

Sampaikan Dua Langkah Penting, Menkes Minta Bantuan Ibu-Ibu