Home / Lamongan / Warta

Kamis, 25 Maret 2021 - 11:20 WIB

Pemanfaatan Bengawan Mati Jadi Keramba Ikan di Lamongan Berpotensi Timbulkan Polemik

Reporter : Adyad Ammy Iffansah - Telah dibaca 391 kali

Suasana sejumlah nelayan sedang beraktivitas disekitar lokasi budidaya ikan air tawar. Foto: Progresnews.id/Ammy

Suasana sejumlah nelayan sedang beraktivitas disekitar lokasi budidaya ikan air tawar. Foto: Progresnews.id/Ammy

Lamongan, Progresnews.id – Keramba ikan di Desa Tejoasri Kecamatan Laren Lamongan Jawa Timur yang disambangi Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi Rabu, (24/3) kemarin timbulkan polemik.

Meski sempat banjir pujian atas inovasi pemanfaatan sungai bengawan mati sebagai lokasi budidaya ikan air tawar. Namun kini menimbulkan polemik baru terkait dugaan semakin menguatnya pencemaran lingkungan.

Sekertaris Dinas Perikanan Lamongan, Abdullah Ubaid menyebut jika aktivitas budidaya tersebut dapat menurunkan kualitas air di bengawan mati.

Sekertaris Dinas Perikanan Lamongan, Abdullah Ubaid saat memberikan komentar terkait keramba di Desa Tejoasri. Foto: Progresnews.id/Ammy

“Pakan ikan hingga kotoranya itu kan meninggalkan residu, jadi bisa sebabkan penurunan kualitas air seperti bau amis,” ungkap Ubaid, Rabu (24/3).

Baca Juga:  Heboh Kasus Aisha Weddings, Sahroni: Ini Jelas Kejahatan Serius

Belum lagi, kata Ubaid, jika musim kemarau tiba debit air yang menurun akan berpengaruh pada kebutuhan rumah tangga warga desa setempat.

“Selain perikanan bengawan mati itu juga banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga, di musim kemarau nanti takutnya timbul perselisihan dimana pembudidaya ingin melanjutkan kegiatannya dan non pembudidaya yang resah karena air sungai mulai tercemar” katanya.

Mengatasi resiko munculnya perselisihan, pihaknya terus melakukan pengawasan kepada aktivitas budidaya, tak hanya itu pembatasan keramba juga akan dilakukan.

Baca Juga:  Pendaftaran BLT-UMKM di Lamongan Dibuka Hari ini, Begini Ketentuanya

“Kalau keramba di Tejoasri tetap kita maksimalkan. Namun, untuk penambahan kolam sepertinya sudah tidak bisa,” cetusnya.

Tak hanya membatasi kegiatan budidaya, opsi lain pun ditempuh seperti restocing atau tebar benih ikan agar ekosistem terus terjaga sekaligus menjaga ruang habitat alam secara berkala.

“Kemarin di tebar 40 ribu Ikan Tumbro dan 45 ribu Ikan Tawes di Desa Tejoasri tujuanya agar potensi pencemaran akibat budidaya bisa dimimalisir,” ucap Ubaid.

Share :

Baca Juga

Ustadz Maaher At-Thuwailibi meninggal dunia. Foto: Twitter @ustadzmaaher.

Nasional

Innalillahi, Ustadz Maaher Meninggal Karena Sakit
Melalui cuitannya, Menkopolhukam tegaskan pemerintah tak akan memproses laporan terkait tuduhan radikalisme terhadap Din Syamsuddin, Sabtu (13/2). Foto: Sekretariat Presiden.

Nasional

Lewat Twitter, Mahfud MD Tegaskan Pemerintah tak Proses Pelaporan Din Syamsuddin
Kantor DPU Bina Marga Lamongan. Foto: Ammy.

Lamongan

DPU Bina Marga Lamongan Beberkan Alasan Perbaiki Jalan Rusak di Pucangro Dengan Pedel
Kasi Haji dan Umrah Kemenag Lamongan, Banjir Sidomulyo saat memaparkan Visa Elektronik ke CJH. Foto : Progresnews.id/Ammy.

Lamongan

Kemenag Lamongan Sediakan Visa Elektronik Bagi Calon Jamaah Haji, Begini Syarat Pegambilanya
Salah satu anggota yang tunjukan plasma konvalasen, Rabu (10/2). Foto : Ammy/Progresnews.id.

COVID-19

Donor Plasma Konvalesan, 15 Penyintas Covid-19 Dari Jajaran Polres Lamongan Ikut Serta

Tuban

Yuk Ikut! UPT BLK Tuban Gelar Pelatihan Kerja Sebulan Penuh
Banjir Sidomulyo, Kasi Haji dan Umroh Kementerian Agama Lamongan. (Foto: Istimewa)

Lamongan

Vaksinasi Calon Jamaah Haji, Kemenag Lamongan: Belum Ada Tindak Lanjut
Suasana sidang gugatan praperadilan yang diajukan keluarga Alm. M. Suci Khadavi, Selasa(9/2). Foto: detikcom.

Hukum dan Kebijakan

Tok! Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Keluarga Khadavi Laskar FPI