Home / Nasional

Rabu, 25 Agustus 2021 - 07:47 WIB

Pandemi Bukan Penghambat Untuk Mendapatkan Kesempatan kerja

Pandemi Bukan Penghambat Untuk Mendapatkan Kesempatan kerja

Pandemi Bukan Penghambat Untuk Mendapatkan Kesempatan kerja

Jakarta, Progresnews.id.- Masa Pandemi akibat Covid 19 seharusnya tidak lagi menjadi penghambat bagi SDM Angkatan kerja di Indonesia untuk selalu beraktivitas dengan suasana baru, tentunya minim pertemuan tatap muka namun cendrung lebih mengedepankan penggunaan tekonologi.

“Covid bukan lagi hambatan. Itu adalah suasana baru saja, dulu bertemu sekarang tidak bertemu, tentunya Angkatan kerja mengalami budaya baru. Kemampuan beradaptasi dari situasi yang tidak biasa. Saya mengikuti tiga acara yang berselisih waktu sedikit, kalau tidak ada covid enggak bisa itu,” disampaikan oleh Moch. Aly Taufiq PLT Kaprodi Politeknik Ketenagakerjaan dalam Webinar Ngopi Daring Nasional yang bertema “Resiliensi Nasional; Dinamika SDM Angkatan Kerja di Masa Pandemi”, Selasa (24/08/2021).

Dengan kondisi yang tidak biasa, Taufiq menjelaskan orang dengan lingkungan baru akan mengalami shock Culture yang dapat menyebabkan kepusingan, kebingungan, ketidakpastian, dan bahkan di dunia kerja akan terjadi PHK kepada karyawannyanya.

“Bagaimana beradaptasi dengan budaya baru?. Yang pertama honeymoon period masa awal pandemic. Ternyata setelah sekian lama masa euphoria, mangalami crisis period, muncul perasaan yang tidak menyenangkan. Sehingga prediksi saya Angkatan kerja mengalami adjustment period, masa mulai sadar, terbuka dengan kondisi baru, kita meningkat Kembali masa biculturalism Period, masa adaptasi penuh,” jelasnya.

Baca Juga:  Lapas Overload dan Terbakar, Gus Jazil: Harus Ada Grand Design Baru Penanganan Warga Binaan

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua BNSP Miftahul Aziz menguraikan di era yang tidak biasa ini, setidaknya ada empat yang menjadi tantangan, pertama kondisi Bonus Demografi. Usia Produktif yang puncaknya akan terjadi pada sekitar tahun 2024 harus dimanfataakan dan dipersiapkan sebaik mungkin. Setidaknya kita bisa meniru negara Jepang yang telah berhasil memanfaatkan Bonus Demografi.

“Kedua adalah tantangan MEA, akan jadi bebas keluar masuk. Ketiga, Industry 4.0. lompatan industry yang tantangannya yang menuntut kompentensi baru. Ke empat adalah Covid 19 yang  tidak bisa melihat secara pesimis, memang cukup berdampak pada ketenaga kerjaan kita. Keadaan seperti ini dunia Industry harus menyesuaikan ternyata berdampak pada terciptanya pengangguran,” paparnya.

Lebih jauh dia menjelaskan, untuk membangun satu ekosistem ketenagakerjaan harus optimis, dan meningkatkan kompetensi untuk masuk ke persaingan pasar tenaga kerja. Menurutnya, kalua SDM angkatan kerja pesimis terlebih dahulu untuk bersaing, ujung-ujungnya akan putus asa, sementara pasar kerja membutuhkan SDM yang mulitkompetensi, kolaboratif, dan adaptif terhadap perkembangan yang ada.

Baca Juga:  Hindari Kerumunan, Gus Jazil: Jadikan Malam Tahun Baru Momentum Refleksi

“Kita butuh adaptif dan Industry ini terus berubah. Tempat saya kerja membutuhkan hal yang baru. Orang banyak memiliki kompetensi yang berkembang. Komputer dulu ada Dos, sekarang tidak ada lagi yang memakainya. Artinya, ini terus berkembang dan adaptif,” tandasnya.

Selanjutnya, Senior Associate Consultan PPM Management Kumala Insiwi Suryo menekankan untuk menujukkan komitmen yang konsisten dan tanggung jawab pada diri sendiri, serta menetapkan program reskilling dan Upskillling  yang berdampak positif.

‘Kemudian identifikasi skill gaps, proaktif membangun kebiasaan belajar, dan terus menerus mencari dan menyesuaikan strategi, dan cara yang lebih tepat, dan lebih tepat,” teragnya.

Metode yang harus dilakukan bagi angkatan kerja, menurut Kumala kepada setiap individu melakukan belajar mandiri karena setiap kesempatan adalah pembelajaran, serta menfokuskan pembelajaran pada peningkatan kapabilitas untuk menghasilkan kinerja.

“Melaksanakan pembelajaran dengan berbagai metode, magang, dan mengikuti program sertifikasi’ jelasnya.

Share :

Editor : Redaksi Progresnews

Baca Juga

Ketua KPK Firli Bahuri (kedua kiri) bersama Wakil Ketua Alexander Marwata (kedua kanan) dan Nurul Ghufron (kiri), dan juru bicara KPK Ali Fikri (kanan) menyampaikan laporan Kinerja Tahun 2021 KPK di Gedung Penunjang KPK, Jakarta, Rabu, 29 Desember 2021. Foto: Youtube KPK RI

Nasional

Rapor Merah dari ICW, KPK: Pemberantasan Korupsi Bukan Hanya Soal OTT
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Irjen Pol Rusdi Hartono (tengah) menyampaikan amanat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam acara Serah Terima Jabatan dan Korp Raport di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Rabu (29/12). Foto: /instagram/Divisi Humas Polri.

Nasional

Serah Terima Jabatan Mabes Polri, Listyo Minta Polisi Sigap Hadapi Bencana

Nasional

Satgas Saber Pungli Meminta Uang ke Perusahaan, Menkopolhukam: Lembaga Tersebut Tak Boleh Jadi Mafia Hukum
Pokja PUG pada Biro Perencanaan KLHK, Ernawati Eko Hartono. Foto: Handout/Progresnews.id.

Nasional

Gelar Festival Gender 2021, Pokja PUG KLHK Berkomitmen Wujudkan ‘Nature Gender’

Nasional

Demokrat Diguncang, BMI Jawa Timur Tetap Bergerak Perkuat Barisan Partai Demokrat
Koperasi Syangga Mama Amina Ahek, Direktur GEMAPALA Nikholas Djemris, Wakil Bupati Fakfak Yohana Dina Hindom dan moderator Al Muiz Liddinillah saat mengikuti seri 3 diskusi daring pengelolaan produk inovatif dengan tajuk Pala dan Budaya Fakfak yang menjadi bagian dari Program PAPeDA, Jumat (20/8).

Nasional

Program PAPeDA: Menjaga Budaya dan Hutan Fakfak Melalui Pelestarian Pala
Jokowi Tinjau Terowongan Dua Proyek KCJB di Purwakarta. Foto: Humas Setneg.

Nasional

Jokowi Tinjau Terowongan Dua Proyek KCJB di Purwakarta
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas (kanan) menyampaikan siaran pers pada Senin (3/1), terkait insiden Pengrusakan Pondok Pesantren As-Sunnah, Aikmel, Lombok Timur yang dilakukan oleh sekelompok orang pada Minggu (2/1). Foto: kemenag.go.id

Nasional

Ponpes di Lombok Dirusak Massa, Kemenag: Aparat Harus Bertindak