Pandemi Bukan Halangan, KoPSI 2020 Kemendikbud Digelar Daring

KoPSI 2020 Kemendikbud digelar secara daring.
KoPSI 2020 Kemendikbud digelar secara daring.

Jakarta, Progresnews.id – Ajang pengembangan bakat dalam berprestasi baik di bidang fisika, sains, maupun sosial humaniora, menjadi titik awal proses pencapaian kemenangan terhadap pengembangan kreatifitas diri tersebut, sehingga pada tanggal 2 sampai 7 November 2020. Kemendikbud telah membuat perlombaan Kompetensi Penelitian Siswa Indonesiaa (KoPSI2020), dimana acara ini selalu dilaksanakan setiap satu tahun sekali, tetapi dengan adanya pandemi kali ini proses perlombaan tersebut diadakan secara daring.

KoPSI tahun 2020 di adakan secara daring, perlombaan KoPSI sebagai wadah bagi para siswa untuk mengaktulisasikan bakat, minat, dan kemampuan dalam penelitian dan berinovasi serta menanamkan budaya meneliti di kalangan siswa.

Dari beberapa kegiatan daring ini juga telah memaparkan hasil karya inovatif dan kreatif finalis KoPSI 2020 berupa poster dan materi penelitian. Acara daring tersebut diikuti oleh oleh ratusan peserta dan telah diambil 3 finalis yang akan mewakili sekolah mereka sebagai juara 1, 2 dan 3. Dari segi penilaian juga terdapat beberapa juri yang sangat profesional sesuai dengan bakat dan kemampuan mereka dalam bidang tertentu.

Kali ini KoPSI mengangkat tema “Pemanfaatan dan Pengembangan Potensi Perangkat Mengoptimalkan Sumber Daya Lokal.” Terdapat tiga bidang yang dikuasai dalam perlombaan kali ini yaitu, 1) bidang matematika sains; 2) bidang fisika terapan atau FTR; dan 3) ilmu sosial dan humaniora atau ISH.

Pada hari Jumat (6/11), terdapat dua juri sebagai perwakilan penyampaian pendapat terkait proses penjurian dalam perlombaan KoPSI 2020: pertama, juri dari bidang matematika atau fisika terapan dan rekayasa yaitu Wahyu. Ia berpendapat tentang bagaimanakah perbedaan antara perlombaan yang diadakan secara langsung tapi pada tahun ini dilaksanakan secara daring.

“Sebenarnya tidak ada perbedaanya baik dilaksanakan secara langsung maupun daring, tapi mungkin ada sedikit berbeda karena memang perbedaan hanya pada sisi jaraknya saja, tetapi yang lain masih sama seperti tahun kemarin. Dan dari segi penilaianya juga masih tetap sama yaitu dilihat dari tiga aspek yaitu dinilai dari naskahnya, kempuan komunikasi yang tertulis dalam poster, serta proses presentasi maupun wawancaranya. Dari naskah kita melihat bagaimana pemaparan tentang proses penelitian tersebut,” tuturnya saat ditanya oleh salah satu host acara tersebut pada hari Jumat (06/11).

“Pandemi bukan halangan sebagai keterbatasan dalam berkarya, karena berkarya adalah menjadi salah satu hal positif bagi masa depan bangsa Indonesia,” lanjut pesanya.

Juri ke dua pada bidang ilmu sosial dan humaniora adalah Laras. Ia juga memberikan pesan bagi peserta dalam perlombaan KoPSI 2020 kali ini.

“Semoga menjadi penilaian terbaik bagi mereka. Perlu ditekankan kembali bahwa ini bukan merupakan puncak prestasi tetapi ini adalah batu loncatan untuk prestasi-prestasi selanjutnya, harus sellau meneliti dan terus meneliti, karena meneliti itu seru!” tuturnya saat ditanya apa pesan yang disampaikan kepada peserta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.