OJK: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Triwulan I-2022 Tetap Terjaga

Karyawan menjawab telepon di Call Center Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta, Senin (30/12/2019). Bisnis - Abdullah Azzam.
Karyawan menjawab telepon di Call Center Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta, Senin (30/12/2019). Foto: Bisnis/Abdullah Azzam.

Jakarta, Progresnews.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat stabilitas sektor jasa keuangan hingga triwulan I tetap terjaga dan bertumbuh seiring peningkatan fungsi intermediasi di sektor perbankan dan IKNB serta menguatnya pasar domestik.

Kondisi stabilitas itu bersama terkendalinya pandemi yang meningkatkan aktivitas sosial ekonomi masyarakat telah mendorong pertumbuhan perekonomian nasional meskipun terdapat peningkatan tensi geopolitik di Eropa dan normalisasi kebijakan moneter global.

Demikian disampaikan Deputi Komisioner Humas dan Logistik, Anto Prabowo, dalam siaran pers OJK yang diterima, Kamis (5/5/2022).

Data OJK juga mencatat bahwa tekanan eksternal terhadap perekonomian terlihat pada eskalasi perang Rusia-Ukraina, masih tingginya penyebaran COVID-19 di Tiongkok, dan ekspektasi percepatan normalisasi kebijakan moneter The Fed.

“Masih berlanjutnya konflik Rusia-Ukraina dan lockdown di Tiongkok dikhawatirkan akan mengganggu global supply chain dan kenaikan harga komoditas. Sementara itu, peningkatan ekspektasi percepatan normalisasi kebijakan moneter The Fed telah menyebabkan kenaikan volatilitas pasar keuangan global,” ujar Anto.

Namun demikian, lanjut Anto, OJK menilai transmisi dari beberapa sentimen negatif tersebut terhadap perekonomian domestik melalui jalur sektor keuangan, sektor perdagangan, dan harga komoditas relatif masih terkendali.

“Indikator perekonomian domestik terus menunjukkan pemulihan sejalan penurunan jumlah kasus COVID-19 serta vaksinasi dan pergerakan prokes yang terus berjalan menjelang mudik lebaran,” kata Anto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.