Home / Nasional / Warta

Jumat, 17 Desember 2021 - 22:05 WIB

Naik Menjadi Level III Siaga, Status Tanggap Darurat Gunung Semeru Diperpanjang Hingga 24 Desember

Komandan Posko Tanggap Darurat Bencana Dampak Awan Panas dan Guguran Gunung Semeru, Kolonel Inf Irwan Subekti dalam Konferensi Pers virtual yang diadakan Channel resmi Youtube BNPB Indonesia, Jum'at (17/12). Sumber: Tangkapan layar /youtube/@BNPBIndonesia.

Komandan Posko Tanggap Darurat Bencana Dampak Awan Panas dan Guguran Gunung Semeru, Kolonel Inf Irwan Subekti dalam Konferensi Pers virtual yang diadakan Channel resmi Youtube BNPB Indonesia, Jum'at (17/12). Sumber: Tangkapan layar /youtube/@BNPBIndonesia.

Jakarta, Progresnews.id – Komandan Posko Tanggap Darurat Bencana Dampak Awan Panas dan Guguran Gunung Semeru, Kolonel Inf Irwan Subekti mengungkapkan masa tanggap darurat bencana erupsi Gunung Semeru akan diperpanjang 7 hari terhitung sejak 18 hingga 24 Desember 2021.

Perpanjangan masa tanggap darurat bencana erupsi Gunung Semeru tersebut diputuskan setelah melihat adanya peningkatan status dari level II Waspada menjadi level III Siaga.

Pada masa tersebut, penanganan bencana berfokus meliputi penyelamatan, penyediaan tempat aman, evakuasi korban, pemulihan sarana dan prasarana, serta pemenuhan kebutuhan dasar.

“Tanggap darurat bencana erupsi Gunung Semeru diperpanjang selama 7 hari dari 18 hingga 24 Desember” jelas Irwan dalam konferensi pers virtual yang ditayangkan oleh channel resmi youtube BNPB Indonesia, Jumat (17/12).

Baca Juga:  Polres Gresik Ungkap Penganiayaan Anak di Bawah Umur di Alun-alun Gresik Yang Viral

Irwan menjelaskan, dalam hal relokasi pengungsi tim tanggap darurat tengah melakukan pendekatan dengan Perum Perhutani. Rencananya, pengungsi korban erupsi Semeru akan direlokasi ke Lahan Perhutani yang berada di Lumajang, Jawa Timur.

“Secara terus menerus, kami lakukan pendekatan terhadap Perhutani dan juga masyarakat, sehingga nantinya tidak masalah ketika kita melakukan pekerjaan pembangunan relokasi,” jelasnya.

Sementara itu, Abdul Muhari, yang merupakan Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, jumlah korban meninggal sampai dengan hari Jum’at (17/12) mencapai 48 orang.

Selain itu, Bencana erupsi Gunung Semeru ini juga mengakibatkan 27 korban mengalami luka-luka serta sebanyak 10.571 yang mengungsi.

Baca Juga:  Tak Menampik Perdebatan, Dubes Uni Eropa Bantah Larangan Ekspor Minyak Kelapa Sawit Indonesia

BNPB juga mencatat rumah yang rusak akibat bencana ini mencapai 1.027 unit, fasilitas pendidikan 24 unit, fasilitas ibadah 19 unit, serta 1 unit fasilitas kesehatan.

“Daftar rumah rusak masih dilakukan pendataan,” kata Abdul.

Sementara itu, Eko Budi Lelono selaku Kepala Badan Geologi mengimbau masyarakat, pengunjung, termasuk wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas apapun di wilayah bagian tenggara sepanjang Besuk Kobokan.

Masyarakat juga dihimbau agar tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai, dan tidak berada dalam radius 5 km dari kawah atau puncak Semeru mengingat rawannya lontaran batu pijar.[irf]

Share :

Editor : Redaksi Progresnews

Baca Juga

Lamongan

Obati Rasa Rindu, Pemudik Asal Lamongan Buru Nasi Boranan

Nasional

Gus AMI Ungkap Tiga Alasan Elektabilitas PKB Kian Meroket
Kasi Bimas Kemenag Lamongan, M. Khoirul Anam saat memaparkan Ngabuburit di rumah saja. Foto: Ammy/Progresnews.id.

Lamongan

Puasa Kedua di Masa Pandemi, Kemenag Lamongan Serukan Ngabuburit di Rumah Saja
Ilustrasi: Irfan Hidayat/Progresnews.id.

COVID-19

Cegah Penyebaran Omicron, Satgas Covid-19 Keluarkan 5 Perubahan Aturan
Satu pelaku pencurian di amankan satreskrim polres Lamongan setelah didapati mencuri sepeda ontel. Foto: Istimewa.

Lamongan

Ditinggal Kabur Rekannya, Satu Pelaku Pencuri Sepeda Ontel di Lamongan Ternyata Warga Bojonegoro
Gus Jazilul Fawaid saat mensosialisasikan 4 pilar di Gresik, Foto: Progresnews.id/Mudzakkir.

Nasional

Hari Sumpah Pemuda, Gus Jazil: Jangan Buat Menangis Para Pahlawan

Ekonomi

Ini Daftar 6 Pecahan Uang Rupiah Yang Tidak Akan Laku Diakhir Tahun 2020
Suasana diskusi Ngaji Bisnis. Foto: Progresnews.id

Warta

DPD BMI Jawa Timur Gandeng Djoerank Batja dan Muslimat NU untuk Tingkatkan Life Skill Masyarakat