Home / Jendela / Pendidikan / Tokoh

Rabu, 6 Oktober 2021 - 21:48 WIB

Mustakim, Ninja Monjali yang Tak Pernah Lelah Mengabdi

Mustakim saat ditemui di Cafe Cliff, Suci, Kecamatan Manyar, Gresik, Selasa (5/10). Foto: Ipung/Progresnews.id.

Mustakim saat ditemui di Cafe Cliff, Suci, Kecamatan Manyar, Gresik, Selasa (5/10). Foto: Ipung/Progresnews.id.

Jendela Tokoh, Progresnews.id – Pengasong koran berjuluk Ninja Monjali itu tak pernah lelah mengabdi dalam memajukan pendidikan bangsa. Terlihat, mendekati usianya yang ke-47 pada 27 November mendatang, ia masih semangat untuk mengabdi dan produktif berkarya demi mencerdaskan generasi muda.

Puluhan prestasi dan penghargaan berhasil ia dapatkan, mulai dari tingkat kabupaten hingga tingkat nasional. Selain itu, setidaknya sudah 5 kali ia ke luar negeri, mulai dari mengikuti short course, menjdi presenter, lawatan, hingga pernah mewakili Indonesia dalam Pameran Sejarah dan Museum di ICC Bandar Sri Begawan Brunei Darussalam.

Produktivitas pria yang pernah mendapat juara II Pengawas SMA Prestasi Tingkat Nasional itu terlihat dari puluhan buku atau karya ilmiah yang pernah ia terbitkan di tengah kesibukannya.

“Sekarang, menjadi Pengawas Sekolah SMA Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Tapi tugasnya di Lamongan. Kesibukan sehari-hari lainnya ya menulis dan ternak kambing, kerja sama sama teman-teman,” ujarnya saat ditemui pewarta Progresnews.id di Cafe Cliff, Suci, Kecamatan Manyar, Gresik.

Baca Juga:  Program Bangkit 2021, Dari Startup Hingga Standford University

Dalam berkarya, Mustakim mengakui cenderung lebih suka menulis penelitian dan riset pendidikan. Ia juga aktif mengurusi jurnal-jurnal pendidikan. Setidaknya ada 4 jurnal pendidikan yang ia kelola, diantaranya: Jurnal Namira, Jurnal Edupedia, Jurnal Wahidin, dan Jurnal Qualita. Kesemuanya itu sudah ber-ISSN.

“Jurnal pendidikan itu bisa digunakan oleh guru-guru untuk kenaikan pangkat,” ungkapnya.

Proses mengelola jurnal itu sendiri tidaklah mudah. Beberapa kendala pernah ia hadapi. Misalnya, ketika sudah waktunya terbit, ternyata naskahnya belum siap. Maka ia pun mencari cara bagaimana naskah siap.

“Kemampuan dan kemauan, sebenarnya yang dibutuhkan di situ,” katanya.

Sosok yang Menginspirasi

Mustakim mengatakan bahwa ayahnya lah yang menjadi sosok yang menginspirasi dirinya untuk terus berkarya. Ia bercerita bahwa ayahnya dulu memang tidak mempunyai jenjang pendidikan yang tinggi, tapi mempunyai kemauan dan cita-cita agar anaknya bisa maju.

“Bapak saya itu nggak bisa baca. Jadi baca A-B-C itu nggak bisa, tapi Arab bisa. Terus nggak lulus sekolah. Masih ingat dulu waktu bapak saya ingin bisa baca, ‘ini Budi’, ‘ini bapak Budi’ itu dengan kejar Paket A. Itu yang mengejar ibu-ibu PKK. Bapak saya itu ketua RT tapi nggak bisa baca,” cerita Mustakim.

Baca Juga:  73 Tahun Bergelut Dengan Macapat, Mat Kauli Diganjar Penghargaan

Dengan begitu, ketika ada penataran atau ada pelatihan membuat surat-surat atau sejenisnya, penulis buku Gresik dalam Perspektif Sejarah itulah yang diajak, meskipun saat itu ia baru kelas 4-5 SD. Dan ia harus membantu bapaknya untuk menulis.

“Bapak saya, walaupun tidak bisa membaca, tapi ingin anak-anaknya itu sekolah. Dari situlah saya kemudian berfikir, kini biarlah saya yang harus melanjutkan cita-cita bapak. Saudara-saudara saya tidak ada yang lulus SMA (ada dua tapi paket C), tapi saya alhamdulillah lulusan doktor,” kenangnya.

Mustakim sendiri tercatat merupakan lulusan Program Studi Doktor Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dari Universitas Muhammadiyah Malang dengan predikat Cumlaude pada tahun 2020.

Share :

Editor : Ahmad Maghfur

Baca Juga

Digelar Virtual, UMG Sukses Mewisuda 504 Mahasiswa

Daerah

Digelar Virtual, UMG Sukses Mewisuda 504 Mahasiswa
Para peserta menunjukkan hasil membatik saat mengikuti kegiatan pelatihan menulis batik, Sabtu 16 Oktober 2020. Foto: Mudzakkir/Progresnews.id.

Pendidikan

Semangat Lestarikan Batik, PAC IPNU IPPNU Panceng Adakan Pelatihan Batik Tulis
Ilustrasi Pelangi: Getty Images.

Jendela

Mengapa Menaruh Harapan Lebih kepada Pelangi? Ia Tidak Selalu Datang Setelah Hujan
SERIBU TERBANG. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Ansor Kecamatan Dukun Gresik menggelar puncak HSN 2021 di Desa Tebuwung, (26/10). Foto: Chidir/Progresnews.id

Tokoh

Puncak HSN2021, GP Ansor Dukun Gelar Parade Banjari 1000 Terbang

Gresik

Tingkatkan Kemampuan Mahasiswa, FKIP Universitas Qomaruddin Kirim Mahasiswa Praktik Mengajar di Sekolah
BKN Rilis Jadwal Lanjutan Seleksi CPNS dan P3K 2021. Foto: BKN.

Nasional

BKN Rilis Jadwal Lanjutan Seleksi CPNS dan PPPK 2021
Kemenkeu Tempatkan 1.014 Mahasiswa Lulusan PKN STAN di Kementrian, Lembaga dan Pemda

Nasional

Kemenkeu Tempatkan 1.014 Mahasiswa Lulusan PKN STAN di Kementrian, Lembaga dan Pemda
Ilustrasi Kampus Merdeka Kemendikbud.

Nasional

Kemendikbud Luncurkan Kampus Mengajar Angkatan Pertama Tahun 2021, Apa itu?