Musim Kemarau, BPBD Lakukan Pendataan Wilayah Rawan Kekeringan

Musim Kemarau, BPBD Lakukan Pendataan Wilayah Rawan Kekeringan
Musim Kemarau, BPBD Lakukan Pendataan Wilayah Rawan Kekeringan. Foto: Progresnews.id/Alfa Ni'am Shofi.

Tuban – Musim kemarau yang sudah berjalan membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban bergegas melaksanaan pendataan wilayah yang berpotensi besar terdampak kekeringan.

Metode assessment menjadi salah satu cara untuk melakukan pendataan di kawasan Kecamatan Montong, Rabu (16/9).

Kepala BPBD Kabupaten Tuban, Yudi Irwanto menjelaskan, kegiatan pendataan wilayah berpotensi terdampak kekeringan ini hasil dari laporan kegiatan bidang rehabilitasi dan rekonstruksi BPBD.

Menurut data yang sudah didapat, setidaknya ada 4 desa di Wilayah Kecamatan Montong yang kemungkinan besar terdampak kekeringan. 4 desa tersebut yakni, Desa Jetak, Talangkembar, Tanggulangin, dan Sumurgung.

“Untuk laporan sementara baru 4 desa di kawasan Kecamatan Montong,” papar Yudi Iswanto.

Ia juga menambahkan, sebanyak 44 KK berada di Dusun Sumberagung, Desa Sumurgung. Sumber air yang ada di lokasi tersebut mulai mengalami pendangkalan.

Tetapi masih cukup untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga sekitar.
Dusun Kedungrojo, Desa Talangkembar yang dihuni 107 KK.

Menurut hasil pantauan tim, sumber air yang dangkal masih memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga sekitar, dan masih belum membutuhkan dropping bantuan air bersih.

Kondisi berbeda terjadi di Dusun Gayungan, Desa Tanggulangin yang dihuni sekitar 300 KK. Sumber air di Dusun tersebut kini sudah mengalami pendangkalan dan mengering, dan warga sudah sangat membutuhkan bantuan air bersih.

Terakhir, di Dusun Kebun Agung, Desa Jetak dihuni 280 KK. Warga yang ingin mendapatkan air bersih harus menempuh jarak sekitar 2 kilometer, dan satu-satunya sumber air yang ada sudah tak mampu memenuhi kebutuhan warga sekitar, sehingga membutuhkan bantuan air bersih.

Kontributor: Alfa Ni’am Shofi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.