Home / Gresik / Sejarah / Warta

Rabu, 27 Januari 2021 - 11:20 WIB

Museum Sunan Giri Gresik Semakin Sepi di Tengah Pandemi

Reporter : Fitrotin Nufus

Lobi Museum Sunan Giri Gresik dilengkapi handsanitizer untuk pengunjung selama pandemi. Foto: Nufus/Progresnews.id.

Lobi Museum Sunan Giri Gresik dilengkapi handsanitizer untuk pengunjung selama pandemi. Foto: Nufus/Progresnews.id.

Gresik, Progresnews.id – Kota Gresik merupakan kota dengan sejuta sejarah. Keberadaan berbagai situs di Kota Santri ini menjadi bukti kuat bahwa Gresik dahulunya merupakan sebuah tempat di mana dahulu para pelaku sejarah menorehkan kisahnya, seolah-olah untuk ditemukan lantas dikenang setelah berabad-abad waktu terlampaui.

Puluhan bukti sejarah pun telah ditemukan, mulai dari zaman Hindu-Budha, yang diyakini sebagai kepercayaan pertama manusia pribumi, hingga era berlabuhnya agama Islam yang dibawa oleh Syech Maulana Malik Ibrahim dan Sunan Giri, sampai zaman kolonial Belanda. Bahkan penemuan tersebut ditemukan dari hampir seluruh sudut Kota Gresik.

Maka, keberadaan museum sangat diperlukan. Selain sebagai wadah bukti sejarah, juga menjadi salah satu objek edukasi bagi siapa saja, terutama generasi muda Gresik.

Baca Juga:  Berjasa Pada PMI, BP2MI Resmikan Aula dan Masjid Atas Nama Gusdur

Di Gresik sendiri sudah berdiri Museum Daerah Kabupaten Gresik Sunan Giri yang telah berdiri sejak 17 Maret 2003 lalu. Dahulunya, museum ini berada di Jalan Basuki Akhmad Kota Gresik. Kemudian museum itu dipindah ke kawasan makam Sunan Giri pada tahun 2017.

Di museum tersebut menyimpan banyak barang peninggalan bersejarah mulai dari zaman Hindu-Budha, masuknya Islam di Nusantara (Walisongo), sampai masa kolonial Belanda.

Menurut Bambang Suprapto, selaku penjaga museum, selama kurang dari setahun semenjak masa pandemi, pengunjung museum semakin menipis lantaran kesadaran masyarakat untuk memilih tempat wisata atau kunjungan di dalam ruangan semakin ditinggal karena ada kekhawatiran sendiri.

Baca Juga:  Hari Kesehatan Nasional, Bupati Fadeli Beri Apresiasi Pengendalian Covid-19 di Lamongan

Lalu ia mengatakan bahwa rata-rata pengunjung museum justru kebanyakan dari luar kota.

“Anak-anak Gresik sendiri jarang kesini,” ujar Bambang.

Disela-sela kegiatannya ia menyempatkan mengajak tim Progresnews.id mengelilingi seluruh sudut museum sambil mengadukan harapannya agar anak-anak muda asli daerah Gresik mau berkunjung untuk melihat warisan budaya asli kotanya.

“Saya berharap anak-anak muda Gresik mau berkunjung ke sini,” ungkapnya pada hari Selasa (26/1).

Kendati sepi pengunjung, Bambang memastikan bahwa barang-barang bersejarah di museum betul-betul terawat.

“Barang-barang dibersihkan setiap satu tahun sekali,” ujarnya.

Share :

Baca Juga

Lokasi pertambangan yang makin meluas kearah timur, kegiatan terus dilakulam meski penambangan makin dekat dengan sumber air Mazoola. Foto: Ammy/Progresnews.id.

Lamongan

Melihat Ganasnya Aktivitas Penambangan di Zona Wisata Yang Rugikan Lamongan
Para pemateri saat mengikuti seri 2 diskusi daring pengelolaan produk inovatif dengan tajuk Meramu keladi untuk Pangan Sehat, Rabu (18/8).

Nasional

Program PAPeDA: Ciptakan Ketahanan Pangan di Papua Melalui Budidaya Keladi
Anggota DPR-RI Fraksi PKS, Al Muzammil Yusuf saat Sidang Paripurna, Rabu (10/2).

Nasional

Politikus PKS Soroti Anggaran APBN Untuk Influencer
Gus Jazil Sebut Manajemen Pendidikan di Era Pandemi Perlu Pembenahan Serius. Foto: adm.

Nasional

Gus Jazil Sebut Manajemen Pendidikan di Era Pandemi Perlu Pembenahan Serius
Diki Alamsyah saat mengisi Seminar Literasi yang diadakan oleh HMPS Pendidikan Bahasa Arab di Auditorium STAI At-Tanwir, Sabtu (11/4).

Bojonegoro

HMPS PBA STAI At-Tanwir Adakan Seminar Literasi

Lamongan

Masih dalam Suasana Pandemi, Kemenag Lamongan Tegas Ketatkan Prokes di Tempat Ibadah
Konferensi Pers Polda Jatim, Senin (1/2).

Warta

Polda Jatim Bongkar Prostitusi Online Libatkan Anak Di Bawah Umur
Kondisi banjir di lamongan saat ini. (Foto: Progresnewsm.id/Ammy)

Lamongan

Rehabilitasi Sungai Bengawan Jero Ditarget 2022