Momen Sumpah Pemuda, Kartar Se-Kecamatan Panceng Kumpul Ngobrol Ekonomi Kreatif

Tokoh Muda Panceng. Muhammad Muslih Muandar memberikan motivasi di acara Sumpah Pemuda yang digelar Karang Taruna Kecamatan Panceng, Rabu (27/10) malam. Foto: Progresnews.id
Tokoh Muda Panceng. Muhammad Muslih Muandar memberikan motivasi di acara Sumpah Pemuda yang digelar Karang Taruna Kecamatan Panceng, Rabu (27/10) malam. Foto: Progresnews.id

Gresik, Progresnews.id – Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober, Karang Taruna Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik menggelar Ngobrol Bareng bersama beberapa tokoh di Cafe North, Desa Dalegan Kecamatan Panceng Gresik, Rabu (27/10) malam.

Meski baru kali ini pertemuan digelar oleh Karang Taruna Kecamatan Panceng, namun forum santai yang digelar sambil menyeruput secangkir kopi itu, menjadi jendela pengetahuan, curah pengalaman, hingga berbagai peluang yang bisa digarap oleh kaum milenial.

Ketua Karang Taruna Kecamatan Panceng, Fathur Roziq menyatakan, Ngopi Bareng ini perdana digelar usai dirinya mendapatkan SK Kepengurusan.

“Tujuan ngopi kita baru pertama kalinya ini selain untuk ngurip-nguripi Karang Taruna, juga teman-teman bisa sharing secara langsung dengan para tokoh yang memang paham di bidang kebijakan, permodalan serta ekonomi era digitalisasi,” katanya.

Menurut Roziq, penguatan sektor ekonomi pasca pandemi sangat dibutuhkan. Oleh karena itu antusiasme Pengurus Karang Taruna dari sejumlah desa di Kecamatan Panceng yang hadir sangat luar biasa.

Kegiatan yang memilih tema “Pemuda Sebagai Agen Penggerak Ekonomi Kreatif Pasca Pandemi“, menghadirkan sejumlah tokoh antara lain Ketua Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) Panceng Isnanto, Pegiat Branding Profesional Zizi Mubarak, serta Direktur PT Deva Muda Nusantara Muhammad Muslih Muandar.

Mengawali narasinya, Isnanto prihatin pada Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober yang terkesan jarang direspon oleh anak-anak muda. Tidak sesemarak kala merayakan Agustusan.

“Sejarah mencatat,  pemuda tidak bisa dianggap remeh. Coba kalian flasback kebangkitan pemuda yang diprakarsai dr Soetomo dengan organisasi Budi Utomo. Banyak kisah inspiratif yang bisa diambil dari kemunculannya,” ujar mantan Ketua PC GP Ansor Gresik ini.

Sedangkan berkaitan dengan ekonomi, Isnanto juga menegaskan jika perlu adanya spirit dan mainset yang harus dimiliki oleh pemuda.

“Mainsetnya harus tertanam. Pertama, punya karakter wirausaha. Kedua, menciptakan lapangan kerja. Ketiga, mampu melakukan aktifitas bisnis dengan masyarakat sekitar dengan sumberdaya yang ada dan berkelanjutan,” tandasnya.

Sedangkan Muhammad Muslih Muandar dalam kesempatannya memberikan pesan singkat, berkaitan dengan ekonomi kreatif. Malah, ia mempersilahkan para pemuda yang memiliki potensi bisnis dirinya siap memberikan dukungan materi.

“Silahkan kalau teman-teman ada bisnis plan potensial, insya allah, saya siap membantu. Sebab saya sudah pernah merasakan bagaimana memulai wirausaha,” katanya.

Lebih lanjut, Zizi Mubarak yang didapuk oleh penyelenggara untuk menyampaikan pengalamannya, terlihat begitu bersemangat. Pemuda yang bergiat dalam dunia branding digital dan kini tinggal di Ibu Kota banyak memberikan berbagai masukan kepada audiens. Di antaranya yakni pola digital marketing melalui berbagai aplikasi sesuai targer pasar yang diharapkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *