Home / Nasional / Warta

Minggu, 7 Februari 2021 - 20:14 WIB

Moeldoko Akui Lebih Takut Todongan Wartawan Daripada Senjata

Reporter : Alfa Kamila - Telah dibaca 1.274 kali

Kepala Staff Kepresidenan RI, Moeldoko dalam Webinar Jurnalisme Berkualitas

Kepala Staff Kepresidenan RI, Moeldoko dalam Webinar Jurnalisme Berkualitas "Menguatkan Keberlangsungan Profesi Wartawan dan Penerbitan Pers Guna Menyehatkan Demokrasi di Tengah Gempuran Disrupsi Digital" pada Minggu, (7/2).

Jakarta, Progresnews.id – “Yang pasti pemerintah itu menjaga, melindungi dan menghormati media, kalo mau kritik pemerintah, ya kritik aja..,” Begitulah ucapan Kepala Kantor Staff Kepresidenan RI, Moeldoko dengan santai. Penuturan itu disampaikan saat menjadi Narasumber dalam Webinar Jurnalisme Berkualitas “Menguatkan Keberlangsungan Profesi Wartawan dan Penerbitan Pers Guna Menyehatkan Demokrasi di Tengah Gempuran Disrupsi Digital” pada Minggu, (7/2).

Sempat kekeuh ingin memaparkan materi daripada menjawab pertanyaan moderator Uni Lubis terlebih dahulu, Moeldoko pun akhirnya mengakui bahwa dirinya memang lebih takut ditodong pertanyaan oleh wartawan ketimbang senjata.

Baca Juga:  Karsa Dapat Nomor Urut 3 di Pilbub Lamongan, Kartika: Salam Tiga Jari

“Saya itu nggak takut sama senjata, ditodong senjata apapun. Tapi saya jelas takut sama todongan wartawan. Eh todongan wartawan itu lebih tajam, lebih pedih,” ujarnya

Moeldoko juga mengatakan di tiga bulan pertamanya menjadi Kepala Kantor Staff Kepresidenan RI, sebagai orang yang berlatar belakang militer kemudian masuk ke pemerintahan, ia banyak belajar dari wartawan.

“Kadang-kadang kita ngomong bener aja itu nulisnya salah, apalagi kalo saya salah, wah itu babak belur pasti! Nah, di situ pengalaman saya yang saya akui harus banyak belajar dari wartawan,” tuturnya kemudian tertawa.

Baca Juga:  DLH Lamongan Kecam Aktivitas Tambang Galian C di Zona Wisata

Terkait dengan tema daripada webinar ini, Moeldoko menjelaskan beberapa poin penting. Perihal sosial media, terhitung dari bulan Maret hingga Januari sudah terdata ada 1400 produk hoax soal pandemi. Selain itu, ia juga menilai bahwa sekarang ini banyak media yang lebih mengutamakan ‘kecepatan’ daripada ‘keakuratan’ berita itu sendiri.

Dalam rangka menyambut Hari Pers Nasional ini, Moeldoko berpesan kepada media untuk menjaga Jurnalisme berkualitas demi kemanusiaan, menjaga demokrasi, dan menjaga Indonesia.

“Pers yang hidup menghidupi!!” ujarnya lantang.

Share :

Baca Juga

Dr. Taufik Hidayat, Koordinator Bidang Preventif dan Promotif Satgas Penanganan Covid-19 Lamongan . (Foto: Istimewa)

COVID-19

Dinilai Berhasil Tekan Penyebaran Covid-19, PPKM di Lamongan Tidak Diperpanjang

Bojonegoro

Meskipun Daring, Anak Desa Tetap Semangat Belajar Dimasa Pandemi
Penampakan lokasi pembakaran dan sisa abu rak sepatu di Ponpes Al-furqon, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, (Foto: Ist.)

Hukum dan Kebijakan

Kasus Pembakaran Ponpes Muhammadiyah di Lamongan Mulai Menemukan Titik Terang

Gresik

Gus Yani dan Bu Min Resmi Dilantik, Forsis Gresik: Kami Akan Kawal Jargon Manut Kyai-nya
Ketua KPK Firli Bahuri saat keluar melalui pintu belakang gedung KPK lama

Hukum dan Kebijakan

Ketua KPK Enggan Banyak Bicara Setelah Jalani Sidang Etik
Massa FPI terliht mengendarai motor melalui Jalan Tol saat menjemput Habib Rizieq. Foto: Detik.com

Nasional

Massa FPI Kendarai Motor Lewat Jalan Tol Saat Jemput Habib Rizieq, Alasan Masih Dipertanyakan

Gresik

Arah Kepemimpinan Baru, Gus Yani Fokuskan Tangani Banjir dan Perbaikan Infrastruktur
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat, Irjen Pol Argo Yuwono. Foto: ANTARA.

Nasional

6 Oknum Polisi Penganiaya Herman Ditetapkan Sebagai Tersangka