Home / Lamongan / Warta

Selasa, 2 Februari 2021 - 10:30 WIB

Minim Pendonor, Stok Plasma Konvalesan di PMI Lamongan Mulai Menipis

Kantor PMI Lamongan. Foto: Ammy/Progresnews.id.

Kantor PMI Lamongan. Foto: Ammy/Progresnews.id.

Lamongan, Progresnews.id – Persediaan plasma konvalesan atau darah yang di ambil penyintas Covid-19 di Kabupaten Lamongan mulai menipis.

Hal itu disebabkan minimnya jumlah pendonor. Menurut data yang dihimpun Palang merah Indonesia (PMI) Lamongan sejak dibuka pertama kali di pertengahan Desember 2020 hingga 31 Januari 2021, hanya 37 penyintas yang mau mendonorkan plasma darahnya.

“Kita sudah sosialisasi, tapi tidak semua (penyitas Covid-19) mau untuk mendonorkan,” kata Kepala PMI Lamongan, Agus Suyanto, Selasa (2/2).

Dari 37 calon pendonor yang di sebutkan Agus, hanya 17 penyintas yang memenuhi syarat dan lainya gugur.

“Jumlah sampelnya 37 orang, yang lolos untuk donor 17 orang dan yang gagal donor 17 orang. Sedangkan 3 orang masih calon donor,” ujarnya.

Baca Juga:  Penambangan Galian C Dekat Lokasi Wisata di Lamongan Marak, Pengelola Khawatir

Agus bergeming, jika para penyintas yang bersedia menjadi pendonor tidak memenuhi syarat lantaran mempunyai riwayat penyakit bawaan.

“Syaratnya yang pertama tentu penyitas Covid-19. Kemudian harus dalam kondisi sehat, tidak ada penyakit bawaan, seperti jantung, hipertensi, diabetes dan lain-lain. Kemudian yang perempuan juga disarankan untuk tidak donor, lebih dianjurkan yang laki-laki,” ucapnya.

Perlu diketahui bahwa plasma konvalesan ini bisa menjadi obat alternatif para pasien Covid-19, karena plasma darah yang terkandung dalam penyintas lebih kuat dari darah orang biasa yang belum pernah terpapar Covid-19.

Baca Juga:  Imbas PPKM, Ketersediaan Stok Darah di Lamongan Mulai Menipis

Saat ini, persediaan stok plasma darah konvalesan di PMI Lamongan tinggal tersisa 6 kantong, “Total plasma yang didapat 34 kantong, sudah digunakan 28 kantong,” ujar Agus.

Lebih lanjut, Agus berharap agar nantinya plasma konvalesan ini bisa menjadi harapan para penderita Covid-19 untuk sembuh, maka perlu disadari bersama agar para penyintas lebih perduli dan mau mendonorkan darahnya.

“Orang yang mau donor, bisa ke PMI Lamongan, kita antar ke Surabaya, karena kita gak punya alat untuk donor konvalesen, yang punya di PMI Surabaya,” pungkasnya.

Share :

Editor : Adyad Ammy Iffansah

Baca Juga

Perpres Pendanaan Pesantren Disahkan, DPC PKB Lamongan Gelar Syukuran

Lamongan

Lokomotif PKB Lamongan, Target Lebih Banyak Kursi Pada Pemilu 2024

Lamongan

Taekwondo Indonesia Perluas Jaringan Hingga Ke Lamongan, Punya Komitmen Harumkan Nama Kota Soto
Moch. Chusnan Ali saat menyerahkan Koin Muktamar kepada PW Laziz NU Jatim pada Senin (22/11). Foto: Handout Progresnews.id.

Gresik

Tembus 1 Miliar, PCNU Gresik Serahkan Koin Muktamar Ke PWNU Jatim
KH Agoes Ali Masyhuri, saat memberikan ceramah agama secara virtual dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Majelis Pesona DPP PKB, (19/10). Foto: Tangkapan layar Youtube DPP PKB/Progresnews.id

Tokoh

Maulid Nabi Virtual Majelis Pesona, KH Ali Masyhuri: Pandai-pandailah Menata Niat
Peta penyebaran Covid-19 di Kabupaten Lamongan. (Foto: Ig. Dinkes Lamongan)

Lamongan

Kabupaten Lamongan Tetapkan 49 RT Laksanakan PPKM Mikro

Lamongan

Pimpin Lamongan Tiga Tahun Kedepan, Ini Angan dan Harapan Bupati Yuhronur
Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) bersama beberapa Menteri mendayung perahu naga sesaat sebelum meresmikan Waduk Ladongi, Kabupaten Kolaka Timur, Provinsi Sulawesi Tenggara. Foto: Youtube Sekretariat presiden.

Nasional

Dayung Perahu Naga, Jokowi Resmikan Waduk Ladongi Sulawesi Tenggara
Ketua Komisi IX, Felly Estelita Runtuwene menilai sanksi bagi masyarakat yang menolak vaksinasi tak sesuai dengan WHO, Minggu (14/2). Foto: dpr.go.id.

Nasional

DPR Sebut Sanksi Bagi Penolak Vaksinasi tak Sesuai dengan WHO