Home / Nasional / Warta

Minggu, 28 November 2021 - 12:05 WIB

Menkes Sebut Indikasi Kenaikan Kasus di 19 Wilayah Jelang Nataru

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Sumber foto: persi.or.id

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Sumber foto: persi.or.id

Jakarta, Progresnews.id — Menjelang berlakunya kebijakan PPKM Level 3 yang akan dimulai pada 24 Desember hingga 2 Januari mendatang, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dalam keterangannya menyebutkan bahwa setidaknya ada 19 kabupaten/kota terindikasi akan mengalami kenaikan kasus.

Dugaan ini dilihat dari kenaikan kasus di wilayah tersebut setiap pasca libur panjang. Adanya masa libur panjang tersebut yang kemudian menjadikan mobilitas masyarakat semakin banyak.

“Semua kejadian kasus di negara-negara luar negeri ini kita pelajari dan awasi dengan ketat dan kita laporkan ke Bapak Presiden. Kami juga mengamati situasi pandemi di seluruh kabupaten/kota di Indonesia, semuanya masih baik jadi kita tidak perlu khawatir tetapi kita memonitor yang memiliki potensi kenaikan,” kata Budi, dikutip dari situs resmi Kementerian Kesehatan, Minggu (28/11).

Baca Juga:  Alhamdulillah, Gresik Raih Penghargaan Anugerah Layanan Investasi 2021

Budi menyebutkan 19 kabupaten/kota tersebut adalah di antaranya Fak-Fak dan Purbalingga yang dipantau mengalami kenaikan dalam empat minggu berturut-turut, lalu di Lampung Utara yang juga terus meningkat kasusnya sejak tiga minggu berturut-turut.

Selebihnya, 16 kota lainnya diketahui juga mengalami kenaikan sejak dua minggu belakangan. Budi menyinggung, bukan saja soal mobilitas di rentang waktu libur panjang, kenaikan kasus ini juga dipicu karena penerapan protokol kesehatan yang kini dirasa mulai longgar.

Baca Juga:  Tingkatkan Kekebalan Kelompok, Desa Melirang Gelar Vaksinasi

“’Kita juga memperhatikan mengenai kota-kota tersebut apa yang harus diperbaiki, yaitu tracing dan testingnya. Testing harus dilakukan terhadap orang-orang kontak erat hasil dari tracing. Kami melihat kota-kota yang ada kenaikan, disiplin untuk tracing dan testingnya sangat rendah,” terangnya.

Selain penerapan kebijakan PPKM Level 3 dan penerapan protocol kesehatan yang masih harus terus diketatkan, Menkes juga mengingatkan kepada masyarakat agar segera mendaftarkan diri untuk mendapat layanan vaksin, tanpa perlu merasa ragu.

“Tidak usah khawatir vaksin ini terbukti aman, jangan sampai apa yang terjadi di Eropa terjadi di Indonesia,” tegasnya.

Share :

Editor : Redaksi Progresnews

Baca Juga

Warta

Pulau Bawean Dirintis Jadi Pulau Pusat Pendidikan Bahasa

Nasional

Lebaran di Depan Mata, Gus AMI: Jangan Ada Perusahaan Tak Bayar THR Pegawai

Nasional

Peringati Hari HAM Sedunia, Jokowi keluarkan 6 Pernyataan
Jumeri, Dirjen PAUD DIKDAS dan DIKMEN dalam Diskusi Publik Sekolah Merdeka Intoleransi, Protokol Pencegahan Intoleransi di Lingkungan Sekolah, Jumat (26/3).

Nasional

Wahid Foundation Keluarkan Rekomendasi Panduan Protokol Pencegahan Intoleransi di Lingkungan Sekolah
Deputi Pembangunan Ekonomi Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) Ahmad Erani Yustika saat menjadi penanggap dalam Market Gathering bertajuk Membangun Kolaborasi Pasar UMKM bersama “ASMAT”, Selasa (24/8).

Nasional

Deputi Setwapres Apresiasi Pengembangan Komoditas Lokal Papua
Sejumlah pengurus PCNU-MWCNU Gresik saat melakukan ziarah ke makam para kiai dan muassis NU. Foto: Istimewa.

Gresik

Bakti Sejarah PCNU-MWC NU Gresik Ziarahi Makam Kiai dan Muassis NU di Hari Santri
Mentri Kesehatan RI Budi Gunawan Sadikin

Nasional

Menkes Rencanakan Sertifikat Bagi Warga yang Telah Divaksin
Wakil Presiden RI K. H. Ma'ruf Amien membuka acara Peresmian Bank Wakaf Mikro di Pondok Pesantren Muhammadiyah Sabilul Muttaqien, Kamis (23/12). Foto: wapresri.go.id

Nasional

Minta Jaga Marwah Pesantren, Ma’ruf Amien: Jangan Sampai Kepercayaan Masyarakat Berkurang