Home / Tokoh

Selasa, 22 September 2020 - 19:18 WIB

Mengenang KH Robbach Ma’sum: Tokoh Agama, Pendidik, dan Organisatoris

Reporter : Ahmad Maghfur

Foto mendiang Robbach Ma'sum yang dibawa oleh salah seorang anggota Banser di Masjid Al-Faqihiyah, Selasa, 22 September 2020. Foto: Ipunk/Progresnews.

Foto mendiang Robbach Ma'sum yang dibawa oleh salah seorang anggota Banser di Masjid Al-Faqihiyah, Selasa, 22 September 2020. Foto: Ipunk/Progresnews.

INFOGRAFIS – KH Robbach Ma’sum lahir pada 13 Juli 1948 (15 Ramadan 1367 H) di Desa Dukun Anyar, Dukun, Gresik, dari pasangan KH Ma’sum Sofyan dan Nyai Hj. Masyrifah. Kelahirannya, bertepatan dengan situasi di mana Indonesia berada dalam situasi genting, yaitu ketika Belanda dan Sekutu mencoba menguasai kembali ke Indonesia, termasuk Gresik.

Sewaktu kecil, ia mondok di Pondok Pesantren Ihyaul Ulum Dukun, pondok yang dirintis oleh ayahnya sendiri, sampai lulus tingkat SMA. Setelah lulus SMA, ia melanjutkan kuliah di Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Ampel pada tahun 1964 dan lulus tahun 1975.

Menurut Muhammad Muhajir, dalam Biografi KH Robbach Ma’sum, ia menempuh masa kuliah selama 9 tahun-an. Sambil menambahkan bahwa semasa kuliah, ia aktif di berbagai organisasi dan kegiatan masyarakat.

Ia pernah menjabat menjadi Wakil Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dari tahun 1967 sampai 1970. Ia pun pernah menjadi ketua Komisariat PMII Fakultas Ushuluddin dari tahun 1969 sampai tahun 1971.

Tak puas sampai di jenjang sarjana, pada tahun 2002 Robbach berhasil menyandang gelar Magister Manajemen dari Universitas Kediri dan melanjutkan strata doktoral di Universitas Brawijaya juga jurusan Manajemen.

Baca Juga:  Lulusan Akademi Keperawatan UNAIR Berhasil Membuka Usaha Peternakan Bebek
Infografis Mengenang KH Robbach Ma’sum
Infografis Mengenang KH Robbach Ma’sum. Infografis dan narasi: Ipunk/Progresnews.

Salah satu kiprah penting dalam dunia politik Robbach adalah saat ia menjadi DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pertama di Gresik di tahun 1998. Muhajjir dalam penelitiannya mengutip Jurnal Suara Kebangkitan menyebutkan bahwa saat pemilihan umum 1999, PKB menang muthlak di Kabupaten Gresik dengan total suara sekitar 44,43%.

Kemenangan itu pun menjadikan partai yang digawangi oleh para ulama mendapatkan suara mayoritas di parlemen. Robbach kemudia terpilih menjadi ketua DPRD Gresik untuk periode 1999-2004 dengan perolehan suara 21 dari 45 anggota DPRD.

Namun, di tahun 2000, Robbach maju di Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Gresik. Kemudian pada tanggal 25 Januari 2000, DPRD Gresik dalam rapat alotnya memutuskan Robbach sebagai bupati dan Ir. Sambari Halim sebagai wakil bupati.

Berbeda dengan sistem pemilihan Bupati tahun 2000, pada tahun 2005, pemilihan bupati dan wakil bupati dilakukan secara langsung oleh masyarakat. Namun Robbach tetap terpilih menjadi bupati Gresik.

Muhajir menjelaskan, bahwa sebelum terjun ke dalam dunia politik praktis, Robbach dikenal sebagai sosok tokoh agama, pendidik, organisatoris dan tokoh masyarakat. Sebagai seorang tokoh agama, Robbach  dikenal sebagai seorang Kiai. Ia juga seorang pendidik, karena mengajar di berbagai sekolah negeri maupun swasta, sebagai guru maupun dosen.

Baca Juga:  Pilih Jadi Peternak, Pemuda Di Gresik Ini Akui Cukup Mudah dan Menjajikan

Lebih lanjut, Muhajir juga menjelaskan bahwa semasa Robbach menjabat sebagai bupati selama 10 tahun, ia fokus dalam 3 bidang utama: pendidikan, kesehatan dan agama-kebudayaan. Hal itu dapat dijelakan mengingat latar belakang Robbach merupakan seorang ulama, dan ketiga bidang itu merupakan landasar utama dalam membangun sumber daya manusia.

Sedikit catatan, untuk persoalan nama, Muhajir menjelaskan bahwa ia diberi nama Achmad Robah oleh Kiai Ma’sum Sofyan, yang artinya ‘anak terpuji dan penuh keberuntungan’. Namun kemudian namanya dirubah dan mengikuti nama ayahnya menjadi Robbach Ma’sum.

Dan pada hari ini, Selasa, 22 September 2020, ia wafat di Kediaman Jl. Kalimantan 119 GKB Gresik dan dikebumikan di Makam Pahlawan Dukun. Ribuan dari berbagai kalangan orang turut serta mendoakan, mesalatkan dan mengantarkan jenazah hingga dikebumikan.

Referensi:

Muhammad Muhajir, Biografi KH Robbach Ma’sum, Skripsi IAIN Sunan Ampel. 2010.

Subali, Biografi Robbach Ma’sum, Dari Pesantren Ke Pendopo, Ihyaul Ulum. 2005.

Share :

Baca Juga

Tokoh

Innalillahi, Salah Satu Pendiri IPPNU Hj. Basyiroh Zawawi Wafat
Cerita Inspirasi Seorang Mahasiswa UNAIR, Telah menggenggam Sejuta Prestasi Hingga ke Keluar Negeri

Daerah

Cerita Inspirasi Seorang Mahasiswa UNAIR, Genggam Sejuta Prestasi Hingga ke Keluar Negeri
Kodim 0817 Gresik Gelar Acara Gowes dan Pembagian Sembako Dalam Rangka Peringatan Hari Pahlawan

Daerah

Kodim 0817 Gresik Gelar Acara Gowes dan Pembagian Sembako dalam Rangka Peringatan Hari Pahlawan
Lulusan Akademi Keperawatan UNAIR Berhasil Membuka Usaha Peternakan Bebek

Ekonomi

Lulusan Akademi Keperawatan UNAIR Berhasil Membuka Usaha Peternakan Bebek

Daerah

Pilih Jadi Peternak, Pemuda Di Gresik Ini Akui Cukup Mudah dan Menjajikan
Kian Dikenal di Nusantara, Kades Sekapuk Mendapat Predikat Motivator Nasional

Daerah

Kian Dikenal di Nusantara, Kades Sekapuk Mendapat Predikat Motivator Nasional

Nasional

Ibu Bumi Menjaga Hutan, Tina Ngata Perempuan Adat Visioner
Dokter Muda Nisa Amaliya Variansyah (22 Tahun).

COVID-19

Kepedulian Dokter Muda Dalam Penanganan Pandemi Covid-19