Home / Seremonia / Tokoh

Rabu, 20 Oktober 2021 - 11:13 WIB

Mengenal Ernawati Eko Hartono: Hutan Lestari dan Keadian Gender

Ernawati Eko Hartono.

Ernawati Eko Hartono.

Tokoh, Progresnews.id – Peran perempuan untuk pengelolaan hutan lestari tidak bisa diabaikan. Kehadiran mereka untuk menjaga hutan memiliki dampak nyata dan jauh dari kesan mementingkan diri sendiri.

Secara tidak langsung, begitulah yang menjadi pijakan Ernawati Eko Hartono Plt. Kepala Bagian Kerja Sama Dalam Negeri dan Hibah pada Biro Perencanaan Sekretariat Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) ketika membincang soal perempuan dan hutan dalam gelar wicara Bercerita ke-69 Beritabaru.co, Selasa (12/10).

Kesadaran Erna, sapaan akrabnya, atas peran perempuan di atas membawanya pada satu kesimpulan bahwa gender harus diperbincangkan secara berkala, setidaknya di lingkaran KLHK.

“Gender harus dibahas secara kuat oleh para ASN di lingkungan KLHK,” katanya dalam diskusi yang ditemani oleh Aulina Umaza ini.

Baca Juga:  Istiqomah Tebar Manfaat, Lembaga Sosial Panggilan Jiwa Gelar Dzikro Empat

Saking mendesaknya, bahkan Erna mengandaikan adanya intervensi yang masif dan berkelanjutan agar gender diperbincangkan secara terus-menerus.

Dan dalam lingkungan KLHK, salah satu wujud dari upaya agar gender didiskusikan oleh seluruh jajarannya adalah adanya Festival Gender.  

Erna menceritakan, Festival Gender ini dilaksanakan selama 5 (lima) bulan secara daring.

“Ya karena masih pandemi, ini harus diselenggarakan daring dan bukan 2 atau 3 minggu ya, tapi 5 bulan. Waktu yang saya pikir cukuplah untuk membuat teman-teman biasa untuk membincang isu gender,” jelasnya.

Festival Gender memiliki empat (4) fitur atau kegiatan utama, kata Erna, yakni GLEADS, TEACH, GENERATION, dan PESTA.

GLEADS adalah singkatan dari Gender Leader Summit. Fitur ini diperuntukkan sebagai ruang percakapan bagi para eselon II, sehingga tingkatnya tinggi.

Baca Juga:  Pangdam V Brawijaya Sampaikan Apresiasi Sinergitas Forkopimda Tuban

“Setiap 2 minggu, mereka harus bertemu dan membincang soal gender. Dan di akhir nanti akan ada pula konferensi tingkat tinggi untuk mereka,” ungkap Erna.

Adapun TEACH merujuk pada Training for Ecogender Activation Hub. Fitur ini diperuntukkan bagi jajaran KLHK di level eselon III dan staf teknis.

TEACH diikuti pula oleh sekitar 1000 ASN. Sebab di dalamnya ada kelas diskusi dan pertemuan setiap 2 minggu untuk membedah isu spesifik soal gender.

Kemudian yang ketiga tidak lain adalah Gender Competition (GENERATION). Fitur ini lebih sebagai wadah bagi para peserta untuk secara menyenangkan mengadu komitmennya dalam melibatkan diri ke isu gender.

“Seluruh unit kerja KLHK sedang mengikuti lomba ini,” kata Erna.

Share :

Editor : Redaksi Progresnews

Baca Juga

Perwakilan dari Koalisi Masyarakat Sipil untuk Pendanaan Lingkungan Hidup, Triono Hadi saat mengikuti Konferensi Nasional bertajuk Perkembangan dan Arah Baru Kebijakan Insentif Fiskal Berbasis Ekologi, Rabu (10/11).

Nasional

EFT Akan Mendukung Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
Kisah Inspiratif Penjual Es Dan Gorengan Yang Mandiri

Daerah

Kisah Inspiratif Penjual Es Dan Gorengan Yang Mandiri
Batik motif Transenden dari Sarung Kanjeng Pekalongan.

Seremonia

Respon Perkembangan Trend Desain, Sarung Kanjeng Pekalongan Suguhkan Inovasi Sarung Batik Unik
Proses giat gabungan skala besar dan Ops yustisi

Gresik

Kapolres dan Dandim Kabupaten Gresik Pimpin Langsung Ops Yustisi PPKM Malam ke Enam
AKBP Miko saat menyisir lokasi banjir, dan komunikasi langsung tanyakan keadaan warga. Foto: Istimewa.

Lamongan

Didesak Pendemo Dirikan Pos Kesehatan, AKBP Miko Salurkan 100 Lebih Paket Sembako dan Obat-Obatan
Suasana penyampaian LKPJ Bupati TA. 2020 yang digelar secara virtual, Kamis (28/1).

Seremonia

Wabup Tuban Paparkan LKPJ Bupati TA. 2020 ke DPRD

Seremonia

Cari Ide Segar, Festival Inovasi Ecological Fiskal Transfer Gelar Lomba Penulisan Artikel

Bojonegoro

Peduli Masyarakat, Kepala Desa Palembon Belikan Mobil Siaga Dengan Uang Pribadinya