Home / Jendela

Minggu, 7 November 2021 - 18:39 WIB

Mengapa Menaruh Harapan Lebih kepada Pelangi? Ia Tidak Selalu Datang Setelah Hujan

Ilustrasi Pelangi: Getty Images.

Ilustrasi Pelangi: Getty Images.

Jendela, Progresnews.id – Seberapa sering kamu mendengar kalimat ini? “Akan ada Pelangi Setelah Hujan.”  Sebagian besar dari kita mendengar bagaimana orang-orang di sekeliling mengucapkan hal tersebut ketika permasalahan datang. Sekilas, tidak ada yang aneh dengan kalimat pengharapan tersebut, namun ketika direnungkan kembali, ada beberapa hal yang menarik tentang penggunaan kata pelangi.

Seperti yang kita tahu, pelangi tidak akan selalu hadir setelah adanya hujan. Pelangi ada karena dispersi cahaya yang merupakan sebuah fenomena terurainya suatu cahaya. Oleh karenanya, meskipun cahaya matahari berwarna putih, pelangi tidak demikian. Proses dispersi membuat pelangi memiliki warna yang beragam seperti merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu. Pelangi terjadi karena pembiasan cahaya. Saat cahaya matahari mengenai dan dipantulkan butiran air, cahaya akan mengalami yang namanya terdispersi dan melebar, sehingga menghasilkan warna spektrum.

Ketika proses di atas tidak terjadi, hampir tidak mungkin mengharap pelangi hadir menyapa bumi. Oleh karenanya, mengapa kita hanya terfokus menunggu pelangi saat hujan datang? Mengapa bukan matahari? Bukankah menunggu matahari lebih realistis? Matahari lebih sering hadir setelah hujan. Cahayanya menghangatkan yang hidup, membantu tanaman tumbuh, memberi tanpa diminta, hadirnya hampir selalu pasti meskipun tidak ada yang menunggunya. Sedangkan pelangi, hanya datang sesekali, pergi sesuka hati, tidak bisa memberi janji kapan datang kembali, hanya meninggalkan sebuah pengharapan yang tidak memiliki jaminan.

Baca Juga:  Kisah Bu Fina, Guru Sekolah Inklusi Ajarkan Semangat Literasi

Lantas apa Istimewanya pelangi? Apa yang membuatnya begitu dirindukan? Berikut sisi lain dari pelangi yang menjadi alasan mengapa Ia layak hadir dalam pepatah, “Akan ada Pelangi setelah Hujan.”

Mampu menciptakan rasa senantiasa bersyukur

Hadirnya yang hanya sekejap, membuat siapapun yang melihatnya akan menikmati keindahannya kemudian menyimpan rapat-rapat momen tersebut. Pelangi mengajarkan bahwa keindahan mungkin tidak bisa kamu miliki terus-menerus, oleh karenanya penting untuk bersyukur atas apa yang kita miliki saat ini. Hargailah apa yang ada sekarang, karena besok belum tentu kamu juga memilikinya.

Keindahan dalam keberagaman

Memiliki warna yang beragam adalah salah satu daya tarik pelangi. Mengapa berbagai warna yang berbeda ketika disatukan menjadi hal yang luar biasa? Ini bisa menjadi sebuah pengajaran bahwa hidup tidak selamanya tentang satu rasa yaitu bagaimana mencapai kesenangan. Setiap hari kita melalui hari yang beragam, sedih dan senang akan silih berganti mewarnai hari-hari kita. Keberagaman perasaan yang hadir dalam hidup tidak selamanya menjadi hal yang buruk, ketika setiap hari kita mampu mengevaluasi diri untuk lebih baik di hari berikutnya, ini bisa mengantar kita pada sebuah hal yang berujung keindahan.

Baca Juga:  Ada 4 Jenis Cinta dalam Hidup Manusia. Ada di Tipe Mana Kamu Saat Ini?

Makna pada warna pelangi

Di Indonesia, kita mengenal warna Pelangi dengan sebutan “Mejikuhibiniu”. Merah merupakan tekad yang kuat, Jingga melambangkan antusiasme, Kuning dikaitkan dengan rasa optimis, hijau melambangkan ketenangan, biru berarti kepercayaan, dan warna nila bisa mewakili kata introspeksi, serta ungu merupakan kemakmuran. Makna warna pelangi yang beragam ini mampu menciptakan energi baru dalam diri manusia, sehingga ketika karakter positif pada pelangi bisa diselami yang kemudian diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, manusia akan sampai pada fase hidup yang maksimal. Itu dia beberapa hal yang menjadi alasan mengapa menaruh harapan pada Pelangi bukanlah suatu hal yang sia-sia. Terdapat banyak makna positif dalam setiap keindahannya sehingga tidak mengakibatkan tangan kosong bagi siapapun yang menanti hadirnya. Selalu ada yang bisa digengam dalam setiap kedatangannya, singkat namun mampu menciptakan kesan yang menawan. [Betty]

Share :

Editor : Redaksi Progresnews

Baca Juga

Mustakim saat ditemui di Cafe Cliff, Suci, Kecamatan Manyar, Gresik, Selasa (5/10). Foto: Ipung/Progresnews.id.

Jendela

Mustakim, Ninja Monjali yang Tak Pernah Lelah Mengabdi
Picture by gettyimages

Jendela

Ada 4 Jenis Cinta dalam Hidup Manusia. Ada di Tipe Mana Kamu Saat Ini?
Ilustrasi Kekerasan Seksual by Getty Images.

Jendela

4 Cara Mudah Memahami Permendikbud PPKS
Ilustrasi 5 Alasan Program Guru Penggerak Penting Bagi Pendidik. Ilustrasi: Kemendikbud.

Jendela

5 Alasan Program Guru Penggerak Penting Bagi Pendidik
8 Program Kegiatan Pembelajaran Kampus Merdeka.

Jendela

8 Program Kampus Mengajar Kemendikbud
Eko Jarwanto, guru sejarah inspiratif penuh prestasi, sedang menunjukkan salah satu buku sejarah karangannya, Ngandjoek. Foto: Progresnews.id.

Jendela

Eko Jarwanto, Guru Sejarah Inspiratif Penuh Prestasi
Gambar: Twitter @SepongeBob.

Jendela

Menilik Karakter SepongeBob dan Squidward dalam Dunia Kerja
Sisa-sisa pohon kelapa di sekitar bekas Pasar Legi Kaliwot Bungah. Foto: Ipunk/Progresnews.id.

Gresik

Sejarah Desa Bungah yang Bergelimang Pohon Kelapa