Home / Pendidikan / Warta

Minggu, 7 Februari 2021 - 14:40 WIB

Mendikbud Putuskan Tetap Menjatah Kuota Gratis Pada Maret Mendatang

Reporter : Ayu Fatmatuz Zahroh - Telah dibaca 18 kali

Ilustrasi: Freepik.

Ilustrasi: Freepik.

Jakarta, Progresnews.id – Peningkatan sektor penunjang di bidang pendidikan di masa pandemi rupanya terus digerakkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbdud). Upaya-upaya terus dikerahkan demi tetap terlaksananya kegiatan belajar mengajar meskipun harus terhalang keadaan yang mengharuskan mengosongkan sekolah demi memangkas peryebaran virus yang menjajah dunia saat ini.

Selain memerintahkan kegiatan pembelajaran dilakukan dari rumah dan meniadakan Ujian Nasional, pemerintah juga tetap menjatah kuota internet gratis bagi pelaksana pembelajaran. Seperti yang diketahui sejak awal masa pandemi, di tahun 2020 lalu pemerintah sudah membagikan kuota internet gratis tersebut.

Namun, di 2021 ini pemerintah menegaskan akan ada perubahan skema dalam ukuran kuota grtais tersebut. Seperti yang diucapkan Sekjen Kemendikbud Ainun Naim yang dikutip dari Kompas.com pada Jumat (5/2), yang mengatakan pihaknya saat ini masih merumuskan skema baru tersebut agar lebih menarik dan memastikan program kuota gratis internet akan dilanjutkan.

“Namun ukuran (kuota) yang akan kita ubah,” ungkapnya.

Adapun untuk target penerima kuota, Ainun mengatakan masih tetap sama seperti pemberian ditahun lalu, pada September-Desember 2020.

Selama ini, Kemendikbud telah memberikan kuota gratis kepada 35,725 juta peserta didik dan juga tenaga pendidik. Bantuan tersebut diberikan degan tujuan mendukung program pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Baca Juga:  Dua Sejoli Terjang Banjir Menuju KUA

Adapun penerima bantaun kuota gratis tersebut yakni peserta didik dari tingkat PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, SLB, Kesetaraan, Mahasiswa Vokasi, Mahasiswa Akademik, Dosen Vokasi, Dosen Akademik, dan juga Guru.

Baru-baru ini, Nadiem Makarim selaku Mendikbud membeberkan pihaknya akan kembali menjatah kuota internet gratis yang diperuntukkan untuk kegiatan PJJ pada periode Maret-Mei 2021 mendatang.

Saat rapat kerja bersama dengan Komisi X DPR beberapa pekan lalu Nadiem memberikan kabar gembira.

“Kabar gembiranya akan dilanjutkan di bulan Maret, April, dan Mei 2021,” bebernya.

Ia pun mengatakan untuk program belajar dari rumah yang biasanya ditayangkan di TVRI juga masih diadakan dan akan ditayangkan per programnya yang berlangsung selama 40 menit. Program tersebut dikhususkan untuk peserta didik PAUD dan SD.

Instruksi tentang diteruskannya bantuan kuota internet gratis tersebut bahkan telah dilayangkan oleh Presiden Jokowi dan Sri Mulyani selaku Mentri Keunangan.

Terkait pembagian kuota internet gratis ini, Kemendikbud sudah menyalurkannya sejak September sampai Desember pada 2020 lalu. Adapun jenisnya ada dua yakni kuota umum dan kuota belajar. Untuk kuota umum disini maksudnya yakni kuota yang bisa digunakan untuk mengakses semua laman dan aplikasi. Sefangkan untuk kuota belajar, hanya bisa digunakan untuk mengakses laman dan aplikasi pembelajaran saja. Dengan daftar laman dan aplikasi tersebut tercantum pada http://kuota-belajar.kemdikbud.go.id/.

Baca Juga:  Demo Banjir di Lamongan Berujung Penyegelan Kantor Pemkab

Untuk peserta didik di jenjang PAUD, akan mendapag masing-masing 20 GB bulan. Dengan rincian kuota umum sebesar 5 GB dan kuota belajar 15 GB. Sedangkan untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah mendapat 35 GB per bulan, dengan rincian 5 GB kuota umum dan 30 GB kuota belajar.

Lalu, untuk pembagian kuota gratis bagi guru PAUD dan guru pendidikan dasar maupun menengah mendapat 42 GB per bulan, dengan rincian 5 GB kuota umum dan 37 GB kuota belajar.

Peserta didik jenjang pendidikan dasar dan menengah mendapatkan 35 GB per bulan, dengan rincian 5 GB untuk kuota umum dan kuota belajar 30 GB.

Lalu, paket kuota gratis untuk guru PAUD dan jenjang pendidikan dasar dan menengah mendapatkan 42 GB per bulan, dengan rincian 5 GB kuota umum dan 37 GB kuota belajar. Hal ini berbeda lagi dengan pembagian kuota kepada dosen dan mahasiswa yang mendapat 50 GB tiap bulannya, dengan rincian yang sama untuk kuota belajar yakni 5 GB dan 45 GB lainnya untuk kuota belajar.

Share :

Baca Juga

Operasi Yustisi di Bundaran GKB. Foto: Nufus/Progresnews.id.

COVID-19

Operasi Yustisi Gresik Gencar Dilakukan, Satpol PP Sebut Sudah Jarang Ditemukan Pelanggar Prokes
Andriani Salman Wally dan Yessi dalam Podcast Perspektif Beritabaru.co "Keadilan Akses Perempuan Terhadap Informasi SDA", pada Rabu (24/3).

Nasional

KIP Papua Ajak Perempuan untuk Berani Bertanya
Momentum saat kemenag bersama unsur organisasi maupun lembaga islam menantikan Rukyatul hilal di Pantai Tanjung Kodok Lamongan. Foto : Progresnews.id/ Ammy.

Lamongan

Detik-detik Munculnya Hilal di Tanjung Kodok Lamongan
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Lamongan, Agus Suyanto saat memperlihatkan produk pelaku usaha binaan Diskopum. Foto : Ammy.

Lamongan

Teka-teki Program Lamongan Mart dan Rumah Kreatif, Pemda Lamongan Lahirkan Ide Brillian
Para pemain Persela Lamongan yang menjalani Cooper Test di Stadiun Surajaya Lamongan. (Foto: Istimewa)

Lamongan

Khawatir Kebugaran Fisik Pemain Menurun Sejak Libur Kompetisi, Persela Gelar Cooper Test
Para penjaja penukaran uang di Lamongan.

Lamongan

Buka Lebih Awal, Jasa Penukaran Uang Mulai Bermunculan di Lamongan
Suasana rumah duka, mulai ramai berdatangan karangam bunga sebagai bentuk dukungan ke keluarga. Foto : Progresnews.id / Ammy.

Lamongan

Dikenal Santun, Awak Kapal KRI Nanggala 402 Asal Lamongan Ukir Kenangan di Hati Tetangganya
Pembukaan Vaksin Covid-19 yang akan di pindahkan ke tempat penyimpanan. Foto: Istimewa.

COVID-19

Terima Vaksin Covid-19 Pagi Tadi, Pemkab Lamongan Komitmen Percepat Vaksinasi