Home / Nasional / Warta

Minggu, 28 Maret 2021 - 12:38 WIB

Menag Kutuk Keras Pengeboman Gereja Katedral Makassar

Reporter : Progresnews

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Foto: humas Kemenag.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Foto: humas Kemenag.

Jakarta, Progresnews.id — Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas atau yang kerap disapa Gus Yaqut mengutuk keras aksi pengeboman yang diduga dilakukan oleh seseorang di kompleks Gereja Katedral, Jalan Kartini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3) pagi.

Menag menilai, aksi ini sebagai tindakan keji yang menodai ketenangan hidup bermasyarakat dan jauh dari ajaran agama.  “Apa pun motifnya, aksi ini tidak dibenarkan agama karena dampaknya tidak hanya pada diri sendiri juga sangat merugikan orang lain,” ujar Gus Yaqut dalam siaran persnya. 

Menurut laporan sementara, akibat ledakan di depan Gereja Katedral, sejumlah orang dilaporkan terluka. Pada saat kejadian, sebagian jemaat tengah beribadah di dalam Gereja Katedral. Jumlah dan identitas korban atau pelaku hingga kini masih dalam pendataan polisi. 

Baca Juga:  Tak Menampik Perdebatan, Dubes Uni Eropa Bantah Larangan Ekspor Minyak Kelapa Sawit Indonesia

Menag berharap kepolisian dan aparat yang berwenang bisa segera mengungkap latar belakang aksi kekerasan yang dilakukan di dekat tempat ibadah ini. Tak hanya itu, Menag  juga berharap, aparat bisa mengungkap tuntas aktor-aktor yang terlibat dalam aksi keji ini. Menag memprediksi, aksi yang dilakukan pengebom bunuh diri tidak dilakukan tunggal. Sebab seringkali para pelaku ini digerakkan oleh jaringan namun mereka bekerja dalam senyap dan rapi. 

“Kepolisian juga perlu meningkatkan keamanan di tempat-tempat ibadah sehingga masyarakat bisa semakin tenang dan khusyuk dalam beribadah,” kata Menag. 

Atas kejadian ini, Menag juga mengimbau para tokoh agama untuk terus meningkatkan pola pengajaran agama secara baik dan menekankan pentingnya beragama secara moderat. Menurut Menag, agama apa pun mengajarkan umatnya untuk menghindari aksi kekerasan. Sebab kekerasan akan menggerus nilai-nilai kemanusiaan dan pasti merugikan banyak pihak. Kekerasan ini pulalah yang rawan mengoyak tatanan kehidupan masyarakat yang sudah terbina dengan rukun dan baik. 

Baca Juga:  Telur Misterius Undang Penasaran Warga, Bentuk Hingga Ukuranya Tak Wajar

Menag mengajak semua pihak untuk mengutamakan jalan damai dalam menghadapi persoalaan seperti dengan dialog, diskusi, silaturahmi dan lain sebagaianya. Jika cara itu ditempuh, diyakini akan mampu memecahkan masalah yang dihadapi. 

“Selain itu tidak ada pihak yang merasa dirugikan atau menjadi korban dari kekerasan,” ujarnya.

Share :

Baca Juga

Jokowi mengumumkan menteri baru dalam Kabinet Indonesia Maju Jilid Dua di depan Istana Merdeka Jakarta.

Nasional

Ini Daftar Menteri Kabinet Indonesia Maju Jilid Dua, Ada Gus Yaqut Dan Bu Risma
Paparan Jubir Vaksinasi Siti Nadia, dalam Webinar Series Kedua Melawan Infodemi Covid-19 dengan tajuk "Bahaya Mis/Disinformasi Vaksin Covid-19" pada Kamis (11/2).

COVID-19

Jubir Vaksinasi Nadia Tak Menapik Vaksinasi Selesai Lebih Dari 10 Tahun
Gus Jazil

Nasional

Ajak Masyarakat Doakan Korban KRI Nanggala-402, Gus Jazil Minta 53 Prajurit Awak Kapal Diberi Kenaikan Pangkat
Suasana saat Kegiatan bakti sosial dilakulan di Kecamatan Turi, Kamis (21/1). Foto: Istimewa.

Lamongan

Warga Terdampak Banjir di Kecamatan Turi Lamongan Mulai Dapat Layanan Kesehatan

Daerah

Adakan Reformasi Pengurus, Sukri Ghozali Resmi Terpilih Menjadi Ketua Pergunu Bungah
Sumber Foto: Polibatam.ac.id.

Nasional

Kemendikbud Tingkatkan Diploma Tiga (D3) Menjadi Sarjana Terapan (D4)
Tim medis dari anggota Polres Lamongan saat melakukan giat tes urine ke anggotanya. Foto: Ammy/Progresnews.id.

Lamongan

Bercermin Kejadian Polsek Astanaanyar yang Gunakan Narkoba, Polres Lamongan Gelar Tes Urine Dadakan
Presiden Joko Widodo saat meresmikan Bendungan Tukul di Kabupaten Pacitan, Minggu (14/2). Foto: tangkapan layar kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Nasional

Hari Ini, Presiden Resmikan Bendungan Tukul di Kabupaten Pacitan