Memasuki Era Keemasan Indonesia 2045, Universitas Terbuka Surabaya Beri Model Pembelajaran

Memasuki Era Keemasan Indonesia 2045, Universitas Terbuka Surabaya Beri Model Pembelajaran
Memasuki Era Keemasan Indonesia 2045, Universitas Terbuka Surabaya Beri Model Pembelajaran. Foto: Progresnews.id

Jawa Timur, Progresnews.id – Dalam rangka memperingati hari sumpah pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober 2020, Universitas Terbuka Surabaya (UT) menyelenggarakan webiner online yang berjudul “Mewujudkan Merdeka Belajar Menuju Indonesia Emas 2045”.

Sebagai antusias webiner online yang dihadiri oleh 270 peserta, serta dua narasumber yang akan memberikan pandangan mereka terhadap pemuda pada masa ini dan masa yang akan datang, sebagai pencetak Indonesia menuju keemasanya tahun 2045. Acara ini juga memberikan peluang besar baik guru maupun dosen, dalam mengetahui bagaimanakah sebenarnya model pembelajaran yang dapat menyiapkan manusia mencapai era keemasan indonesia?.

Dalam peringatan Sumpah pemuda ini sangat memberikan keharuman bagi negara Indonesia khususnya, karena memang peran pemuda sangat menentukan pencapaian dalam mempersatukan dan mempertahankan kemerdekaan indonesia. Di sisilain juga pandemi Covid_19 tidak dapat diprediksi kapan akan berakhir, sehingga tema yang di angkat pada webiner online siang hari ini adalah “bersatu dan bangkit yang mengandung peran dan pesan bahwa generasi muda indonesia sebagai harapan bangsa untuk berperan penting melawan Covid_19 dengan tegas dan lantang”.

Indonesia diprediksi akan menuju pada era kebangkitan ke-2 yaitu menuju satu abad indonesia merdeka tahun 2045. Berdasarkan Prediksi Badan Pusat Statistik pada 2045, nantinya indonesia akan mendapatkan bonus demografi dimana jumlah usia produktif lebih besar dibandingkan dengan junlah penduduk yang tidak produktif, disatu sisi bonus demografi ini dapat berdampak positif jika SDM indonesua memiliki kualitas membumi, sehingga akan berimbas pada pertumbuhan ekonomi indonesia.

Sebaliknya dapat berdampak negatif jika jumlah penduduk yang terdapat pada usia produktif justru tidak memiliki kualitas yang baik, sehingga akan menghasilkan pengangguran massal dan menjadi beban negara.

Salah satu Dosen Sastra Indonesia di Universitas Negeri Malang, Siswanto memaparkan bagaimana seharusnya seorang guru maupun dosen dalam menjalankan amanahnya terkait proses pembelajaran di Indonesia.

“Sebagai antusias guru dan dosen dalam mencetak perkembangan belajar peserta didiknya, berharap agar bisa memberikan rasa nyaman dalam proses mengajar baik itu online maupun offline, serta mengedepankan rasa motivasi lebih tinggi untuk mencetak pemuda indonesia masa kini dan masa yang akan datang,” ujar Siswanto dalam webiner online, pada (28/10).

Lanjut lanjut, Suwanto menuturkan, gerakan pembelajaran mereka adalah gerakan strobery yang indah, enak, menggoda, tetapi mereka lembes, secara fisik juga kurang karena sangat suka dikamar duduk dengan memanfaatkan media sosial yang ada, ini yang membuat tubuh mereka perlu bergerak.

“Kami menghimbau kepada para pengajar walaupun saat ini metode pembelajaranya melalui daring, diharapkan anak didiknya agar disuruh bergerak, maksutnya menggerakkan tangan, kepala dan matanya sesuai arahan dosen maupin gurunya,” jelasnya.

Editor: Rifqi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.