Home / Lamongan / Warta

Kamis, 8 April 2021 - 13:48 WIB

Masih dalam Suasana Pandemi, Kemenag Lamongan Tegas Ketatkan Prokes di Tempat Ibadah

Reporter : Adyad Ammy Iffansah - Telah dibaca 2.274 kali

Kemenag Lamongan kembali bakal memperketat prokes di lingkungan tempat ibadah. Foto : Ilustrasi/Istimewa

Kemenag Lamongan kembali bakal memperketat prokes di lingkungan tempat ibadah. Foto : Ilustrasi/Istimewa

Lamongan, Progresnews.id – Sambut Bulan Suci Ramadhan 1442 H, Kementerian Agama (Kemenag) Lamongan bakal perketat protokol kesehatan (Prokes) di masjid dan musala.

Hal itu dilakukan demi menjaga kesehatan umat dalam melaksanakan ibadah di samping itu untuk mengurangi akibat pandemi yang masih jadi ancaman.

Kasi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Lamongan, M. Khoirul Anam mengungkapkan keutamaan menjaga kesehatan dan beribadah di bulan Ramadan itu sama pentingnya.

Kasi Bimas Kemenag Lamongan, M. Khoirul Anam. Foto : Progresnews.id/Ammy

“Sama halnya ibadah puasa, menjaga diri juga masuk dalam amalannya, jadi sudah jadi tugas kita untuk melakukan pengawasan karena kenyamanan umat penting bagi kita,” ungkapnya, Kamis (8/4).

Baca Juga:  Pedagang Menjerit, Sejumlah Kebutuhan Pokok Di Lamongan Merangkak Naik

Tata cara ibadah salat tarawih juga mulai disosialisasikan lewat Kantor Urusan Agama (KAU) di seluruh Lamongan, bahkan Anam menyebut bakal ada pembatasan jumlah jamaah tarawih.

“Menurut edaran Kemenag RI, memang benar akan dibatasi sekitar 50 persen dari jumlah kapasitas tempat ibadah (Masjid dan Musala),” terangnya.

Lebih detail, beliau mengatakan bukan hanya pengetatan namun juga akan disediakan petugas di tiap masing-masing tempat ibadah.

Baca Juga:  Kemenag Lamongan Sediakan Visa Elektronik Bagi Calon Jamaah Haji, Begini Syarat Pegambilanya

“Minimal satu orang nanti dari takmir akan dijadikan petugas yang memeriksa suhu badan hingga penegakan aturan seperti mencuci tangan, dan sebagainya,” katanya.

Pada kesempatan yang sama pula, Anam turut menghimbau agar dalam ibadah puasa tahun ini masyarakat lebih banyak melakukan aktifitas bersama keluarga.

“Ngabuburit di rumah saja, Bukber bersama keluarga, mungkin formula yang bagus untuk keharmonisan keluarga, kurangi berkerumun dan tetap 5M (Memakai masker, Mencucui tangan, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan dan Mengurangi mobilitas),” imbuhnya.

Share :

Baca Juga

Gresik

Langkah Inovatif Ciptakan Kebun Durian, Pemdes Petiyintunggal Diapresiasi Gus Bupati
Nampak warga yang membersikan sisa banjir di depan masjid yang berada di tengah pemukiman warga. (Foto: Tangkapan Layar Vidio, Warga Desa Weduni)

Lamongan

Penantian Warga Terdampak Banjir di Lamongan, Ini Yang Mereka Lakukan
Ustadz Maaher At-Thuwailibi meninggal dunia. Foto: Twitter @ustadzmaaher.

Nasional

Innalillahi, Ustadz Maaher Meninggal Karena Sakit
Gus Yaqut mengharap masyarakat tak mudah melabeli seseorang radikal, Minggu (14/2). Foto: instagram.com/@gusyaqut.

Nasional

Komentari Pelaporan Din Syamsuddin, Gus Yaqut: Jangan Gegabah Menilai Seseorang
Kondisi banjir di lamongan saat ini. (Foto: Progresnewsm.id/Ammy)

Lamongan

Rehabilitasi Sungai Bengawan Jero Ditarget 2022

Lamongan

Mabuk Toak, Pria Asal Lamongan Tewas Setelah Seruduk Pengendara Lain Yang Berbeda Jalur
Kepala BPS Kabupaten Tuban, Eko Mardiana. Foto: progresnews.id/ans.

Ekonomi

Tingkat Kemiskinan di Tuban Meningkat 15,91%
Penampakan puluhan butir telur yang diduga telur buaya. Foto: Ammy/Progresnews.id.

Lamongan

Telur Misterius Undang Penasaran Warga, Bentuk Hingga Ukuranya Tak Wajar