Home / Lamongan / Warta

Rabu, 7 April 2021 - 19:53 WIB

Marak Premanisme di Lamomgan, 12 hari Terakhir Petugas amankan 79 Tersangka

Reporter : Adyad Ammy Iffansah - Telah dibaca 1.089 kali

Sejumlah barang bukti yang ditunjukan Kapolres Lamongan. Foto : Progresnews.id/Ammy

Sejumlah barang bukti yang ditunjukan Kapolres Lamongan. Foto : Progresnews.id/Ammy

Lamongan, Progresnews.id – Kasus premanisme di Lamongan Jawa Timur menunjukan angka yang signifikan, pada kurun waktu 12 hari sebanyak 79 tersangka diringkus.

Maraknya kasus premanisme tersebut membuat masyarakat geram, terbukti dari 79 kkasus yang terungkap, kebanyakan kasus didapatkan petugas atas informasi warga.

Kapolres Lamongan, AKBP Miko Indrayana mengungkapkan dari 70 kasus premanisme ditetapkan 79 tersangka.

“Sebanyak 79 tersangka kasus premanisme telah kami amankan, dari jumlah itu kami dapatkan informasi dari warga masyarakat,” ungkap Miko, saat melakukan konfrensi pers di Mapolres Lamongan, Rabu (7/4).

Baca Juga:  3 Tanggul Air di Lamongan Jebol, TNI dan Polri Bantu Warga Lakukan Perbaikan Secara Swadaya
Kapolres saat menunjukan pelaku kejahatan yang berhasil diringkus. Foto: Progresnews.id/Ammy

Menurut laporan yang diterima Progresnews.id, dalam ungkap Ops Pekat Semeru 2021, terdapat sejumlah barang bukti yang diamankan dari kasus premanisme.

“Dari kasus terbaru kami amankan satu unit sepada motor, satu buah HP dan rokok Mallboro, beserta uang tunai Rp2000,” tuturnya.

Dijelaskan Miko, khusus kasus premanisme ini sangat penting untuk diberantas jika mengingat 2 minggu kedepan sudah memasuki bulan suci ramadhan.

Baca Juga:  Seorang Guru di Lamongan Diduga Perkosa Muridnya Lebih dari 10 Kali

“Secara keseluruhan, premanisme sangat merugikan jika dihubungkan dengan situasi keamanan dan ketertiban di masyarakat (Sitkamtibmas) jelang ramadhan,” imbuh Miko.

Selain mengawasi kegiatan masarakat, Polres Lamongan menyebut telah berkoordinasi dengan Tokoh Agama (Toga) maupun Tokoh Masyarakat (Tomas) guna memantau keamanan di lungkungan warga Lamongan.

“Terus kami upayakan untuk menciptakan Sitkamtibmas, kita sudah berkoordinasi penuh dengan Toga maupun Tomas yang tersebar di Lamongan,” pungkasnya.

Share :

Baca Juga

Siswa-Siwi MA Al-Karimi pada kegiatan GPP VIII tahun lalu (sebelum pandemi).

Gresik

Bangun Jiwa Kompetisi Saat Pandemi, Siswa-Siswi MA Al-Karimi Gresik Bakal Gelar GPP IX dan EMAS ITF Secara Virtual
Lokasi terjadinya pembacokan. Foto: Ammy.

Lamongan

Sukodadi Berdarah, Ternyata Pelaku Pernah Urungkan Niat Karena Kasihan

Gresik

Langkah Inovatif Ciptakan Kebun Durian, Pemdes Petiyintunggal Diapresiasi Gus Bupati
Mama Asnat dan Mama Rahma saat memberikan testimoni dalam webinar "Memperkuat Kepemimpinan Perempuan dalam Pengelolaan SDA dan Ketahanan Ekologis di Indonesia", Kamis (25/3).

Nasional

Testimoni Lima Perempuan Pemimpin, Sama-sama Keluhkan Kurangnya Perhatian Pemerintah
Davis Wakil Ketua Komisi D DPRD Lamongan seusai pertemuan dengan UPT Kesehatan Kalitengah dan Dinkes. Foto: Ammy

Lamongan

Insiden Tewasnya Warga Akibat Gigitan Ular Belanjut ke Komisi D DPRD Lamongan
Peneliti Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Rivanlee Anandar menyampaikan jika para pengkritik bisa saja berujung di meja hijau dengan tuduhan melanggar UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Rabu (10/2). Foto: whiteboard.com.

Nasional

Deretan Pengkritik Jokowi yang Harus Berhadapan dengan Polisi

COVID-19

Kantor Kepala Desa Semanding Lakukan Lockdown Usai Perangkat Desa Positif Covid-19

Lamongan

Mabuk Toak, Pria Asal Lamongan Tewas Setelah Seruduk Pengendara Lain Yang Berbeda Jalur