Manfaatkan Buah Kecubung, Siswa-Siswi MAN 1 Gresik Berhasil Raih Juara Internasional

Manfaatkan Buah Kecubung, Siswa-Siswi MAN 1 Gresik Berhasil Raih Juara Internasional
Manfaatkan Buah Kecubung, Siswa-Siswi MAN 1 Gresik Berhasil Raih Juara Internasional. Foto: Progresnews.id/Ayu

GRESIK – MAN 1 Gresik kembali menujukkan eksistensinya di dunia pendidikan. Bagaimana tidak, kelima anak didiknya berhasil menyabet predikat ‘Most Active Interactive’ di tingkat internasional.

Tim yang diketuai oleh Ibrahim Al Khowwas (Kelas X), dengan beranggotakan Maya Hasfhoh Nur Rohmatul Haq (Kelas XII), Siti Fathimatuz Zahro(Kelas XI), Agika Rahmah Putri (Kelas XI), dan Febi Auliyah Duwi Insani (Kelas XI) ini berhasil mengubah biji buah kecubung menjadi obat Anastesi (obat bius) bagi ikan. Meski event ini diadakan secara online, namun tak tanggung-tanggung mereka berhasil mengalahkan 50 peserta baik dari tingkat nasional maupun internasional.

Prestasi ini juga mendapat apresiasi dari Kemenag Gresik Markus.

“Prestasi ini berkah dan anugrah dari Allah SWT untuk keluarga besar Kementrian Agama (Kemenag), khususnya Kankemenag Gresik di tengah Pandemi Covid-19 ini. Kita harus meyakini bersama, khususnya para siswa Madrasah di Gresik, bahwa siswa Madrasah itu selalu eksis dan mampu bersaing di tengah kompetisi global dengan prestasi-prestasi yang gemilang,” ujarnya seperti dilansir di laman resmi Kankemenag pada (08/10).

“Melihat di derah Jawa Timur khususnya di Gresik terdapat buah Kecubung yang disalahgunakan oleh anak remaja laki-laki untuk minuman memabukkan. Jadi kita inisiatif untuk mencoba menciptakan obat bius dari buah ini,” ujar Siti Fathimatuz Zahro, yang biasa akrab dipanggil Tina ini.

Selain itu, Khowwas selaku ketua tim menambahkan jika salah satu alasan lain yakni melihat banyak nya petani tambak yang mengeluh kesulitan untuk memindahkan benih ikan, yang dalam proses pemindahannya tak sedikit ikan yang kemudian stress dan berakibat kematian.

Menurutnya, pembuatan obat anastesi ini cukup mudah dan tak memerlukan biaya yang banyak. Proses pembuatannya pun memerlukan waktu 48 jam.

Saat melakukan uji coba, tim yang beranggotakan lima orang ini memerlukan waktu sekitar 21 hari dengan meliputi memilih kualitas buah, kemudian pemisahan daging buah dengan bijinya, lanjut penimbangan sekitar 29 gram, lalu dicampur dengan alkohol sekitar 70% dan melalui tahap materasi, dan yang terakhir yakni didiamkan selama 48 jam.

Setelah itu, mereka mengaplikasikan hasil karya mereka dengan menggunakan ikan Golden Zebra Danio Rerio. Ikan itu, mereka masukkan pada 250 ml air dicampur dengan cairan anastesti biji kecubung sebanyak 2 ml. Dan akhirnya membuahkan hasil yang luar biasa.

Manfaatkan Buah Kecubung, Siswa-Siswi MAN 1 Gresik Berhasil Raih Juara Internasional
Hasil uji coba menggunakan ikan. Ikan berhasil ditidurkan. Foto : Ibrahim Al Khowwas

Lima anak ini sendiri sebelumnya dipertemukan dalam sebuah kelas bimbingan MYRS (Madrasah Young Researcher Supercamp) dengan peserta yang beranggotakan anak yang memiliki ketertarikan dalam dunia KIR

Febi Auliyah Duwi Insani, menuturkan jika ia dan teman-temannya mulanya hanya berniat untuk bimbingan dan ikut lomba MYRES saja. Namun setelah menemukan event 13F ini, kemudian merasa tertarik dan saat itu juga memutuskan untuk mengikuti event bergengsi ini.

Febi pun menjelaskan suka duka saat ia mengikuti perlombaan ini terlebih saat masa pandemi.

Manfaatkan Buah Kecubung, Siswa-Siswi MAN 1 Gresik Berhasil Raih Juara Internasional
Hasil uji coba menggunakan ikan, ikan berhasil kembali hidup. Foto: Ibrahim Al Khowwas

“Mesti berjuang dan bersabar dalam menjalankan penelitian ini, berusaha untuk hadir tepat waktu dalam penelitian dan berusaha untuk menyeimbangkan antara sekolah (daring) dengan perlombaan ini, dan tentu saja saya senang karena mendpat tim, teman baru dan juga mendpat pengalaman dan pelajaran juga tentunya,” ungkapnya pada tim Progresnews.id, Sabtu (10/10).

Meski telah menyabet penghargaan internasional, untuk memproduksi secara massal pihak MAN 1 Gresik perlu melakukan penelitian lanjutan bahkan jika diperlukan bakal membudidayakan bauh Kecubung ini.

Masfufah, selaku Kepala Madrasah megungkapkan jika ia betul-betul mengapreasisi karya anak didiknya dan akan mengembangkannya agar berguna untuk masyarakat luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.