Home / Warta

Minggu, 5 Desember 2021 - 05:22 WIB

Lumpur Tebal Menjadi Salah Satu Hambatan Proses Evakuasi, Kata Wabup Lumajang

Warga di sekitar Gunung Semeru melakukan evakuasi mandiri. Foto: Ist.

Warga di sekitar Gunung Semeru melakukan evakuasi mandiri. Foto: Ist.

Lumajang, Progresnews.id — Wakil Bupati (Wabup) Lumajang Indah Amperawati mengungkapkan, lumpur tebal menjadi salah satu hambatan proses evakuasi warga terdampak erupsi Gunung Semeru.

Menurut dia, untuk di daerah Curah Kobokan ada sekitar 300 KK yang sebagian besar sudah mengungsi. Terakhir sekitar satu jam lalu ada sekitar 10 orang yang masih belum bisa di evakuasi, karena lokasinya agak sulit.

“Evakuasi lamban karena mobil tidak bisa masuk ke lokasi, dikarenakan lumpur itu setinggi hampir sampai lutut kaki,” kata Indah Amperawati dalam konferensi pers perkembangan pasca-erupsi Gunung Semeru, Sabtu (4/12).

Baca Juga:  Telur Misterius Undang Penasaran Warga, Bentuk Hingga Ukuranya Tak Wajar

Proses evakuasi warga pun dibantu oleh komunitas jeep. Ia berharap 10 orang warga tersebut segera evakuasi.

Ia menyebut di Curah Kobokan ada satu warga yang meninggal dunia. Korban meninggal dunia dievakuasi dan dibawa oleh mobil ambulance.

Kendala lainya, terang dia, salah satu jembatan yang menghubungkan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, yakni Jembatan Gladak Perak terputus, akibat terjangan material erupsi Semeru.

Baca Juga:  Deputi Setwapres Apresiasi Pengembangan Komoditas Lokal Papua

Ia berharap agar BPBD dan Dinas Sosial Malang bisa membuka posko pengungsian dan dapur umum untuk melayani warga di sejumlah desa di Kecamatan Pronojiwo, Lumajang.

“Karena tidak memungkinkan kami ke sana akibat jembatan yang putus. Dan banyak juga pohon-pohon yang tumbang mengakibatkan jalan nasional meunu arah Malang juga terhambat,” jelas dia.

Ia menjelaskan, ada sekitar 41 warga yang terluka (luka bakar) telah dibawa ke Puskesmas Penanggal. Untuk warga yang luka bakarnya parah dirujuk ke Rumah Sakit Umum dokter Haryoto, RS Bhayangkara dan RS Pasirian.

“Di Puskesmas Candipuro ada sekitar 7 orang yang sedang di rawat. Sedangkan di Puskesmas Penanggal tersisa kurang lebih 10 orang, dan ada ibu hamil 2 orang,” jelas dia.[*]

Share :

Editor : Redaksi Progresnews

Baca Juga

Belasan tersangka yang terbukti mengedarkan barang haram di glandang Satuan Reserse Narkoba Polres Lamongan seusai konfrensi pers. (Foto : Ammy).

Lamongan

Masifnya Penyebaran Narkotika di Lamongan, Sebulan Terakhir Petugas Ciduk 11 tersangka

Warta

Pulau Bawean Dirintis Jadi Pulau Pusat Pendidikan Bahasa
Forum webinar dengan pembahasan Seni Thak-Thakan dari Desa Kenanti yang diikuti oleh Dosen Prodi Pendidikan Seni Tari dan Musik Universitas Negeri Malang, Dr. Robby Hidajat, M.Sn.

Hiburan

Seni Thak-Thakan dari Tambakboyo yang Menyita Perhatian Budayawan Malang
Kasi Ketentraman dan Ketertiban Umun Satpol PP Lamongan, Sutrisno saat mengarahkan belasan gepeng di Mapol PP Lamongan. Foto: Ammy/Progresnews.id.

Lamongan

Belasan Gepeng Diamankan Satpol PP Lamongan, Himpitan Ekonomi Jadi Alasan

COVID-19

Pemprov Jatim Pertegas Aturan PTM Semeter Dua Tahun Ini, Bupati Gresik Minta Sekolah Disiplin Prokes

Sepak Bola

Kompetisi Belum Jelas, Mantan Pemain ‘Persatu’ Ini Jadi Pedagang Sayur
Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) K. H. Ma'ruf Amien menyampaikan sambutan dalam acara penutupan Muktamar NU ke 34 di Lampung.

Nasional

Penutupan Muktamar NU ke-34, Wapres: Akhir yang Menyenangkan
SERIBU TERBANG. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Ansor Kecamatan Dukun Gresik menggelar puncak HSN 2021 di Desa Tebuwung, (26/10). Foto: Chidir/Progresnews.id

Tokoh

Puncak HSN2021, GP Ansor Dukun Gelar Parade Banjari 1000 Terbang