Home / Nasional

Selasa, 29 Juni 2021 - 05:49 WIB

Lonjakan Kasus Covid-19 Kian Mengkhawatirkan, Ini Maklumat Gus Muhaimin

Reporter : Progresnews

Lonjakan Kasus Covid-19 Kian Mengkhawatirkan, Ini Maklumat Gus Muhaimin

Lonjakan Kasus Covid-19 Kian Mengkhawatirkan, Ini Maklumat Gus Muhaimin

JAKARTA. Progresnews.id. – Angka lonjakan kasus Covid-19 dalam beberapa hari belakangan tidak terbendung. Dalam 24 jam terakhir, tambahan kasus baru mencapai 20.694 kasus. Saat ini, kasus aktif Covid-19 di Indonesia per Senin (28/6/2021), mencapai 218.576 kasus. Jumlah ini merupakan yang tertinggi selama pandemi Covid-19 di Tanah Air. Hingga hari ini, kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 2.135.998 orang.

Sementara itu, jumlah pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh bertambah 9.480 orang. Hingga kini, total pasien sembuh menjadi 1.859.961 orang. Disisi lain ada penambahan 423 kasus kematian akibat Covid-19 sehingga total pasien Covid-19 meninggal dunia jadi 57.561 orang.

Menyikapi lonjakan kasus belakangan ini, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) meminta agar semua pihak memberikan perhatian serius atas kondisi ini.

Gus Muhaimin pun mengeluarkan maklumat khusus. Pertama, pihaknya mengajak seluruh pengurus dan kader PKB dimanapun berada agar bisa menjadi teladan dalam penerapan protokol kesehatan (prokes). Dirinya minta kepada seluruh pengurus dan kader PKB dimanapun berada agar memperhatikan warga di sekitar masing-masing, memastikan warga bisa memperoleh dukungan yang memadai, baik support atas kebutuhan-kebutuhan dasar.

”Seluruh kepala daerah dari PKB harus meletakkan penanganan dampak pandemi Covid-19 sebagai prioritas kerja. Pastikan sistem layanan kesehatan di daerah masing-masing tetap berjalan seraya terus melakukan pembatasan mobilitas sampai Covid-19 di daerah masing-masing terkendali,” ujar Gus Muhaimin, Senin (28/6/2021).

Baca Juga:  Kominfo Bantah Hoaks Terkait Kerawanan Aplikasi PeduliLindung

Dia menjelaskan, saat ini tingkat keterisian tempat tidur (bed occupancy rate) di beberapa rumah sakit rujukan Covid-19 juga lebih dari 85%. ”Situasi ini tentu mengkhawatirkan sehingga harus ditangani secara serius oleh setiap pemangku kepentingan,” ujarnya.

Wakil Ketua DPR RI Bidang Korkesra ini menginstruksikan semua kader PKB yang menduduki jabatan strategis di eksekutif maupun legislatif untuk fokus 100% meminimalkan dampak pandemi. Menurutnya, para kepala daerah maupun anggota dewan harus bahu-membahu menangani dampak pandemi baik di sektor kesehatan, sosial, maupun ekonomi. “Kepada kader PKB yang menduduki jabatan strategis baik di tingkat pusat dan daerah segera fokus 100 persen dan siaga penuh menangani kondisi pandemi, optimalkan fasilitas kesehatan di daerahnya. Dan agar menggunakan kekuasaan dan jabatannya untuk membantu warga,” tegasnya.

Bagi pengurus dan kader PKB lainnya, sambung Gus Muhamin harus menjadi teladan di lingkungan masing-masing untuk penerapan protokol kesehatan. Seluruh kader PKB harus menerapkan disiplin ketat dalam penggunaan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, hingga menghindari kerumunan saat beraktivitas di ruang publik. “Sebisa mungkin seluruh kader PKB tidak meninggalkan rumah jika tidak dalam kondisi darurat,” katanya.

Baca Juga:  Antisipsi Kerawanan di Nataru, Polda Jatim Gelar Operasi Lilin Semeru

Ketua Tim Pengawas Pencegahan Bencana Covid-19 DPR RI ini juga menginstuksikan bagi seluruh kader PKB untuk peduli tetangga selama musim pandemi ini. Mereka harus memperhatikan warga di sekitar rumah masing-masing untuk memastikan mereka memperoleh dukungan memadai utamanya support kebutuhan dasar selama musim pandemic Covid-19.

”Banyak warga yang mengalami kasus pemutusan hubungan kerja, karyawan yang dirumahkan, maupun kehilangan mata pencaharian. Kader PKB harus memastikan mereka mendapat support kebutuhan dasar, manfaatkan jaringan partai untuk pengalangan bantuan,” katanya.

Gus Muhaimin juga meminta agar kader PKB bisa memberikan informasi valid tentang pandemi Covid-19. Saat ini banyak beredar berbagai informasi yang menyesatkan seperti Covid-19 ini hanyalah hasil konspirasi sehingga membuat warga tidak percaya dan abai terhadap protokol kesehatan. Selain itu juga saat ini banyak kebutuhan warga terkait dengan ketersediaan fasilitas kesehatan di daerah masing-masing.

”Para kader PKB harus bisa menjadi penangkal hoaks tentang Covid-19. Selain itu perbanyak informasi terkait ketersediaan layanan kesehatan mulai dari ketersediaan rumah sakit, ketersediaan donor konvalesen, hingga ketersediaan oksigen karena banyak sekali yang membutuhkan informasi tersebut,” tutur Gus Muhaimin. (*)

Share :

Baca Juga

Kuasa hukum HRS, Aziz Yanuar melayangkan surat ke Kejaksaan untuk meminta persidangan keenam kliennya digabung dalam satu persidangan, Senin (15/2). Foto: sindonews.com.

Nasional

Surati Jaksa, Kuasa Hukum HRS Minta Berkas Perkara Digabung

Nasional

Lebaran di Depan Mata, Gus AMI: Jangan Ada Perusahaan Tak Bayar THR Pegawai
Computational Thinking

Nasional

Kompetensi Madrasah Akan ditingkatkan Kemenag Lewat Program CT
Koperasi Syangga Mama Amina Ahek, Direktur GEMAPALA Nikholas Djemris, Wakil Bupati Fakfak Yohana Dina Hindom dan moderator Al Muiz Liddinillah saat mengikuti seri 3 diskusi daring pengelolaan produk inovatif dengan tajuk Pala dan Budaya Fakfak yang menjadi bagian dari Program PAPeDA, Jumat (20/8).

Nasional

Program PAPeDA: Menjaga Budaya dan Hutan Fakfak Melalui Pelestarian Pala
Manager Program PUPUK Jawa Barat untuk Pengembangan Masyarakat Papua, Endang Sri Agustini saat menjadi pemateri dalam rangkaian acara Festival Torang Pu Para Para, Seri Podcast 2: Semangat Mengembangkan Produk Asli Papua!, Kamis (26/8).

Nasional

Kemampuan Masyarakat Papua Harus Selalu Dikembangkan
Menteri Komunikasi dan Informasi, Johnn G. Plate dukung pembuatan pedoman interpretasi resmi UU ITE, Selasa (16/2). Foto: kominfo.go.id.

Nasional

Cegah Multitafsir, Menkominfo Akan Terbitkan Pedoman Interpretasi UU ITE

Nasional

Tampak Menolak, Komisi II DPR RI Pertanyakan Grand Design Pemerintah Terkait ASN
Deputi Pembangunan Ekonomi Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) Ahmad Erani Yustika saat menjadi penanggap dalam Market Gathering bertajuk Membangun Kolaborasi Pasar UMKM bersama “ASMAT”, Selasa (24/8).

Nasional

Deputi Setwapres Apresiasi Pengembangan Komoditas Lokal Papua