Home / Nasional / Warta

Senin, 16 Agustus 2021 - 18:02 WIB

Lestarikan Hutan dan SDA Papua, Program PAPeDA Ciptakan Produk Inovatif Berbahan Sereh Wangi

Reporter : Progresnews

Para pemateri dalam acara Seri Diskusi Pengelolaan Produk Inovatif Pangan Papua: Festival Torang Pu Para Para, Senin (16/8).

Para pemateri dalam acara Seri Diskusi Pengelolaan Produk Inovatif Pangan Papua: Festival Torang Pu Para Para, Senin (16/8).

Jakarta, Progresnews.id – Dalam upaya melestarikan hutan dan sumber daya alam (SDA) yang melimpah di Papua, khususnya di Kabupaten Keerom, Program Pertanian Berkelanjutan di Tanah Papua (PAPeDA) berinisiatif menciptakan produk-produk inovatif pangan sereh wangi yang bisa meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Program PAPeDA bertujuan untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi Papua dengan lebih mengandalkan partisipasi masyarakat secara keseluruhan, pelaku bisnis, pemerintah daerah, dan lembaga ekonomi pemerintah kampung (seperti: Badan Usaha Milik Kampung/BUMKam).

Direktur Konsultasi Independen Pemberdayaan Rakyat (KIPRa) Irianto Jacobus selaku pendamping Program PAPeDA melihat terdapat banyak potensi alam di daerah Kabupaten Keerom yang melimpah tetapi keseharian masyarakat masih belum berkembang dengan baik.

Baca Juga:  Dewan Kehormatan KONI Tuban Berharap Tuban Naik Peringkat di Porprov Jatim 2022

“Kami [Yayasan KIPRa Papua] melihat di Kabupaten Keerom bahwa eksploitasi masih terus berlangsung dari beberapa perusahaan yang mengambil hasil hutan, tapi kemudian di sisi lain kehidupan masyarakat adat yang ada di Kabupaten Keerom ini dalam kesehariannya itu belum begitu berkembang dengan baik,” terangnya pada saat menjadi pemateri dalam Seri Diskusi Pengelolaan Produk Inovatif Pangan Papua: Festival Torang Pu Para Para, Senin (16/8).

Ia menilai banyak lahan-lahan di Keerom untuk bisa dikembangkan sekaligus mampu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat melalui budidaya sereh wangi. “Kita juga tahu bahwa pengembangan Sereh wangi merupakan tanaman yang baik dan tidak sulit,” jelasnya.

Baca Juga:  DPR Sebut Sanksi Bagi Penolak Vaksinasi tak Sesuai dengan WHO

Lebih lanjut, produk inovatif pangan Sereh Wangi Keerom ini berupaya untuk menjaga kelestarian hutan dan SDA, khususnya di Keerom.

“Karena beberapa anggota masyarakat juga turut untuk mengambil hasil hutan dan juga dipakai oleh beberapa industri kayu oleh sebab itu kami memandang bagaimana supaya hutan dan alam ini bisa terjaga terlindungi tetapi juga di sisi lain masyarakat juga mendapatkan manfaat ekonomi,” ujar Jacobus.

Pada gilirannya, Founder Niora Indonesia Eet Etih Suryatin menjelaskan bahwa pemanfaatan hasil dari sereh wangi ini pun beragam.

Share :

Baca Juga

Peneliti Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Rivanlee Anandar menyampaikan jika para pengkritik bisa saja berujung di meja hijau dengan tuduhan melanggar UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Rabu (10/2). Foto: whiteboard.com.

Nasional

Deretan Pengkritik Jokowi yang Harus Berhadapan dengan Polisi
Wakil Bupati Fakfak Yohana Dina Hindom saat menjadi pemateri seri 3 diskusi daring pengelolaan produk inovatif dengan tajuk Pala dan Budaya Fakfak yang menjadi bagian dari Program PAPeDA, Jumat (20/8).

Nasional

Wakil Bupati Fakfak: Sampai Kapanpun, Pala akan Menjadi Bagian dari Identitas Kami
Kantor Kememterian Agama Kabupaten Lamongan. Foto: Ammy.

Lamongan

Impikan Ibadah Haji, Keberangkatan 1.643 Calon Jamaah Asal Lamongan Terancam Terus Tertunda
Kasi Haji dan Umrah Kemenag Lamongan, Banjir Sidomulyo saat memaparkan Visa Elektronik ke CJH. Foto : Progresnews.id/Ammy.

Lamongan

Kemenag Lamongan Sediakan Visa Elektronik Bagi Calon Jamaah Haji, Begini Syarat Pegambilanya

COVID-19

Kantor Kepala Desa Semanding Lakukan Lockdown Usai Perangkat Desa Positif Covid-19
Kantor PMI Lamongan. Foto: Ammy/Progresnews.id.

Lamongan

Kontrol Stok Darah Selama Ramadan, PMI Lamongan Ajak Keluarga Penerima Jadi Pendonor Darah
Tersangka tertunduk malu saat dilakukan konfernsi pers di mapolres Lamongan.

Lamongan

Lancarkan Aksi Tipu-Tipu Hingga Raup Untung Rp4,1 Milyar, Tuan Tanah di Lamongan Ditangkap di Jawa Barat

Nasional

Gelar Seni Budaya dan Promosi Wisata, TMII Tampilkan Tari Tudhung Sasandur dan Drama Tari Suku Samin Asal Bojonegoro