Home / Lamongan / Warta

Rabu, 28 April 2021 - 22:00 WIB

Lesbumi Paciran Lamongan Mulai Bedah isi Manuskrip Peninggalan Sunan Drajat

Reporter : Adyad Ammy Iffansah - Telah dibaca 673 kali

Lesbumi MWC NU Paciran Lamongan saat sesi acara tadarus budaya. Foto: Istimewa

Lesbumi MWC NU Paciran Lamongan saat sesi acara tadarus budaya. Foto: Istimewa

Lamongan, Progresnews.id — Teladani apjaran Wali Songo, Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Paciran Lamongan bedah isi manuskrip peninggalan Sunan Drajat, Selasa (27/04) malam.

Setelah disimpan cukup lama, manuskrip Khatrah tersebut akhirnya di kaji dalam acara yang bertajuk Pagelaran Seni Budaya dengan tema “Menyelami Ajaran Sunan Drajat dalam Manuskrip Khatrah”.

Salah seorang kolektor manuskrip yang juga narasumber, Rahmat Dasy menyebut jika Khatrah yang di maksud adalah akronim bahasa jawa dari kata ‘krentek-e ati’ yang berkaitan erat dengan dimensi ketuhanan.

“Khatrah berarti krentek-e ati (basa Jawa) memiliki tafsir yang begitu fundamental mengenai ikhwal ketauhidan,” ungkapnya.

“Empat nilai yang terkandung dalam salah satu manuskrip itu adalah Malakiyun, Aqliyun, Nafsaniyun dan Syaithoniyun,” tambahnya.

Suasana khidmat saat jalanya acara. Foto : Ammy

Dijelaskan Rahmat, jika sepeninggalnya Raden Qosim (Sunan Drajat) masih banyak manuskrip yang belum tersentuh apalagi di kaji.

Baca Juga:  Kisah Inspiratif: Belajar Besar Hati dari Pedagang Ikan Bakar di Lamongan

“Masih banyak manuskrip yang belum tersentuh dan dikaji lebih mendalam dari ajaran-ajaran Raden Qosim (Sunan Drajat),” jelas Rahmat Dasy dalam dialognya.

Melalui tembang lagu, kata Rahmat, Sunan Drajat banyak mengenalkan ajaranya kepada masyarakat saat itu, ia kemudian mencontohkan “Meper Hardaning Pancadriya, Heneng–Henung-Hening, Mulyo guno Panca Waktu” yang artinya keajegan dalam lelaku hidup sejatinya pinutur nanging mingkem, pelajaran luhur yang tersembunyi.

Hal senada juga di sampaikan R. Imam, selaku narasumber kedua, tentang metode dakwah yang selama ini dilakukan oleh Sunan Drajat dalam penyebaran Islam di masyarakat sekitar, hingga menjadi epicentrum kebudayaan Islam di wilayah pesisir Lamongan.

“Kawasan pesisir Lamongan bisa menjadi epicentrum kebudayaan Islam ini, karena peran besar Sunan Drajat dan metode dakwah yang mudah diterima oleh masyarakatnya,” paparnya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Ketua trah keluarga besar Sunan Drajat, R. Zainul Aziz, Penggiat budaya, dan para aktifis muda Lamongan.

Baca Juga:  Selain Banjir, Truk Kelebihan Muatan Disinyalir Jadi Penyebab Rusaknya Jalan Sukodadi-Pucangro

Sementara pengurus MWC NU Paciran, Luqman Hakim, berharap kegiatan tadarus budaya nantinya akan lebih masif dilakukan di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda Lamongan tentang pentingnya memahami sejarah.

“Dengan adanya acara seperti ini, paling tidak kita sebagai generasi muda bisa tahu, tentang pitutur-pitutur luhur yang ada dalam manuskrip-manuskrip Raden Qosim (Sunan Drajat),” harap Luqman.

Kegiatan yang dilaksanakan di Pendopo Ndalem Keluarga Sunan Drajat, Drajat Paciran Lamongan ini juga diisi dengan kegiatan tahlil dan doa bersama untuk almarhum K. Ng. H. Agus Sunyoto, ketua Lesbumi PBNU yang wafat beberapa hari yang lalu.

Kegiatan tersebut juga dibalut aksi memukau dari pengisi acara yang berkelas di bidangnya, seperti Teater Serulink INSUD Paciran, dan Pembacaan puisi oleh Mahrus Ali dan Maidi Abe selaku sastrawan Lamongan.

Share :

Baca Juga

Evakuasi kecelakaan yang terjadi di titik lokasi perbaikan jalan. Foto : Ist.

Lamongan

Perbaikan Jalan Nasional di Lamongan Tuai Kecaman Dari Pengguna Jalan
Suasana saat Kegiatan bakti sosial dilakulan di Kecamatan Turi, Kamis (21/1). Foto: Istimewa.

Lamongan

Warga Terdampak Banjir di Kecamatan Turi Lamongan Mulai Dapat Layanan Kesehatan

Nasional

Gus Jazil Usulkan UU ITE Dirombak Total, Transaksi dan Informasi Elektronik Dipisah

Bojonegoro

Gandeng CDK Bojonegoro, Pemdes Socorejo Tanam Pohon di Pantai Semilir
Tim menejemen dan pelatih tim Persela Lamongan seusai konfrensi pers online. Foto : Istimewa

Lamongan

Kontra Madura United, Persela Lamongan Optimis Kemas 3 Poin
Syaiful Huda Ketua DPR RI Komisi X saat memberikan sambutan dalam peluncuran Program Sekolah Penggerak, Senin (1/2).

Warta

Komisi X DPR RI Soroti Peluncuran Program Sekolah Penggerak Di Tengah Isu Kesejahteraan Guru dan Krisis Covid-19

COVID-19

Tak Terapkan PPKM, Satgas Covid-19 Tuban Minta Masyarakat Patuhi Prokes
Poster JadwPoster Jadwal dan serangkaian acara Kolaborasi Peringatan IWD 2021.al Podcast Kolaborasi Peringatan IWD 2021.

Nasional

Usung Tema Kepemimpinan Perempuan, TAF Hadirkan Kolaborasi Peringatan IWD 2021