Home / Lamongan / Warta

Rabu, 28 April 2021 - 22:00 WIB

Lesbumi Paciran Lamongan Mulai Bedah isi Manuskrip Peninggalan Sunan Drajat

Reporter : Adyad Ammy Iffansah

Lesbumi MWC NU Paciran Lamongan saat sesi acara tadarus budaya. Foto: Istimewa

Lesbumi MWC NU Paciran Lamongan saat sesi acara tadarus budaya. Foto: Istimewa

Lamongan, Progresnews.id — Teladani apjaran Wali Songo, Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Paciran Lamongan bedah isi manuskrip peninggalan Sunan Drajat, Selasa (27/04) malam.

Setelah disimpan cukup lama, manuskrip Khatrah tersebut akhirnya di kaji dalam acara yang bertajuk Pagelaran Seni Budaya dengan tema “Menyelami Ajaran Sunan Drajat dalam Manuskrip Khatrah”.

Salah seorang kolektor manuskrip yang juga narasumber, Rahmat Dasy menyebut jika Khatrah yang di maksud adalah akronim bahasa jawa dari kata ‘krentek-e ati’ yang berkaitan erat dengan dimensi ketuhanan.

“Khatrah berarti krentek-e ati (basa Jawa) memiliki tafsir yang begitu fundamental mengenai ikhwal ketauhidan,” ungkapnya.

“Empat nilai yang terkandung dalam salah satu manuskrip itu adalah Malakiyun, Aqliyun, Nafsaniyun dan Syaithoniyun,” tambahnya.

Suasana khidmat saat jalanya acara. Foto : Ammy

Dijelaskan Rahmat, jika sepeninggalnya Raden Qosim (Sunan Drajat) masih banyak manuskrip yang belum tersentuh apalagi di kaji.

Baca Juga:  Dua Hari Libur Natal, Pengunjung Maharani Zoo Lamongan Terpantau Sepi

“Masih banyak manuskrip yang belum tersentuh dan dikaji lebih mendalam dari ajaran-ajaran Raden Qosim (Sunan Drajat),” jelas Rahmat Dasy dalam dialognya.

Melalui tembang lagu, kata Rahmat, Sunan Drajat banyak mengenalkan ajaranya kepada masyarakat saat itu, ia kemudian mencontohkan “Meper Hardaning Pancadriya, Heneng–Henung-Hening, Mulyo guno Panca Waktu” yang artinya keajegan dalam lelaku hidup sejatinya pinutur nanging mingkem, pelajaran luhur yang tersembunyi.

Hal senada juga di sampaikan R. Imam, selaku narasumber kedua, tentang metode dakwah yang selama ini dilakukan oleh Sunan Drajat dalam penyebaran Islam di masyarakat sekitar, hingga menjadi epicentrum kebudayaan Islam di wilayah pesisir Lamongan.

“Kawasan pesisir Lamongan bisa menjadi epicentrum kebudayaan Islam ini, karena peran besar Sunan Drajat dan metode dakwah yang mudah diterima oleh masyarakatnya,” paparnya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Ketua trah keluarga besar Sunan Drajat, R. Zainul Aziz, Penggiat budaya, dan para aktifis muda Lamongan.

Baca Juga:  Kabupaten Lamongan Dapat 5 Ribu Vaksin Tahap Pertama

Sementara pengurus MWC NU Paciran, Luqman Hakim, berharap kegiatan tadarus budaya nantinya akan lebih masif dilakukan di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda Lamongan tentang pentingnya memahami sejarah.

“Dengan adanya acara seperti ini, paling tidak kita sebagai generasi muda bisa tahu, tentang pitutur-pitutur luhur yang ada dalam manuskrip-manuskrip Raden Qosim (Sunan Drajat),” harap Luqman.

Kegiatan yang dilaksanakan di Pendopo Ndalem Keluarga Sunan Drajat, Drajat Paciran Lamongan ini juga diisi dengan kegiatan tahlil dan doa bersama untuk almarhum K. Ng. H. Agus Sunyoto, ketua Lesbumi PBNU yang wafat beberapa hari yang lalu.

Kegiatan tersebut juga dibalut aksi memukau dari pengisi acara yang berkelas di bidangnya, seperti Teater Serulink INSUD Paciran, dan Pembacaan puisi oleh Mahrus Ali dan Maidi Abe selaku sastrawan Lamongan.

Share :

Baca Juga

Pidato Presiden Joko Widodo dalam rangka Laporan Tahunan Ombudsman di Istana Negara, Senin (8/2/2021). Foto: Sekretariat Kabinet.

Nasional

Jokowi Minta Dikritik, Pakar Kebijakan Publik: Cuma Pidato Normatif
Sejumlah tim BPCB saat melakukan identifikasi lokasi bangkai kapan. Foto : Ammy.

Lamongan

Eksplorasi Bangkai Kapal Van Der Wijck Dihentikan Sementara

Pendidikan

Keputusan Bersama Tiga Menteri Terkait Penggunaan Atribut Keagamaan di Lingkungan Sekolah

Lamongan

Polemik Dampak Lingkungan PT. Jaya Brix, Pemdes Kemantren Lapor ke Camat hingga Kirim Surat ke Bupati
Peta penyebaran Covid-19 di Kabupaten Lamongan. (Foto: Ig. Dinkes Lamongan)

Lamongan

Kabupaten Lamongan Tetapkan 49 RT Laksanakan PPKM Mikro
Penampakan puluhan butir telur yang diduga telur buaya. Foto: Ammy/Progresnews.id.

Lamongan

Telur Misterius Undang Penasaran Warga, Bentuk Hingga Ukuranya Tak Wajar
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Lamongan, Agus Suyanto saat memaparkan terkain BPUM 2021. Foto : Progresnews.id /Ammy.

Lamongan

Mudahkan Alur Pendaftaran, Banpres Usaha Mikro di Lamongan Libatkan Camat dan Kades
Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid.

Nasional

Multitafsir, Gus Jazil Setuju Keinginan Jokowi Merevisi UU ITE