Home / Nasional / Warta

Jumat, 20 Agustus 2021 - 18:24 WIB

Kurang Maksimal, Direktur Gemapala Dorong Pengelolaan Pala Berkelanjutan di Fakfak

Direktur Gerakan Masyarakat Papua Lestari (GEMAPALA) Nikolas Djemris Imunplatia saat mengikuti seri 3 diskusi daring pengelolaan produk inovatif dengan tajuk Pala dan Budaya Fakfak yang menjadi bagian dari Program PAPeDA, Jumat (20/8).

Direktur Gerakan Masyarakat Papua Lestari (GEMAPALA) Nikolas Djemris Imunplatia saat mengikuti seri 3 diskusi daring pengelolaan produk inovatif dengan tajuk Pala dan Budaya Fakfak yang menjadi bagian dari Program PAPeDA, Jumat (20/8).

Jakarta, Progresnews.id – Direktur Gerakan Masyarakat Papua Lestari (GEMAPALA) Nikolas Djemris Imunplatia menyebutkan bahwa pala tidak hanya menjadi komoditas ekonomi bagi masyarakat Kabupaten Fakfak, namun sudah menjadi bagian dari budaya.

Hal itu disampaikan Djemris saat menjadi pemateri pada seri ketiga Diskusi Pengelolaan Produk Inovatif Pangan Papua: Festival Torang Pu Para Para bertajuk Pala dan Budaya Fakfak yang merupakan bagian dari Program Pertanian Berkelanjutan di Tanah Papua (PAPeDA), Jumat (20/8).

“Pala ini sudah menjadi budaya masyarakat Kabupaten Fakfak. Bahkan, menjadi lambang Kabupaten Fakfak adalah pala,” tutur Djemris.

Dalam serial diskusi yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Untuk Peningkatan Usaha Kecil (PUPUK) dan didukung oleh The Asia Foundation (TAF) itu, Djemris juga mengatakan bahwa 75 persen suplai pala di dunia adalah Indonesia, dan Papua Barat menjadi daerah penyumbang kelima terbesar pala di Indonesia.

Baca Juga:  Kemenkop UKM: Bangkitkan UMKM di Masa Pandemi Dengan Kolaborasi

“Di Papua Barat sebagian besar dihasilkan dan diproduksi oleh Kabupaten Fakfak … Ini adalah hasil ratusan tahun. Sebelum Indonesia merdeka, pala menjadi komoditas unggulan dari masyarakat asli kabupaten Fakfak, bahkan sampai diekspor,” tutur Djemris, dalam acara yang juga ditayangkan melalui Youtube Asmat Papua Official, Youtube Beritabaruco, dan Facebook Beritabaru.co ini.

Pemanfaatan pala di Kabupaten Fakfak yang belum maksimal, menurut Djemris menjadi perhatian penting bagi GEMAPALA, pasalnya masyarakat Kabupaten Fakfak hanya memanfaatkan biji dan selaputnya saja.

“Inilah yang mendorong kami dari GEMAPALA untuk mendorong bahwa ini menjadi komoditas yang berkelanjutan. Sampai sekarang kami akui belum maksimal dalam pemanfaatan pala. Karena yang dimanfaatkan masyarakat hanya biji dan selaputnya, sementara yang dagingnya dibuang dan jadi sampah menumpuk di bawah pohon-pohon,” kata Djemris.

Baca Juga:  Tingkatkan Gerakan 3T, LeaN On Tekankan Optimalisasi Peran Masyarakat

Djemris menegaskan, pala tidak bisa dipisahkan dengan masyarakat Fakfak, karena itu sudah melekat dari turun temurun. Bahkan, di Fakfak pohon pala dilarang untuk ditebang.

“Di budaya Fakfak, kalau ada pala di situ, menurut tradisi masyarakat, tidak boleh ditebang, hanya boleh diambil buahnya. Itu adalah pesan dari leluhur,” tegasnya.

Kendati demikian, komoditas pala menurut organisasi endemik internasional, menurut Djemris termasuk ke dalam golongan endemik yang terancam punah.

“Pala Fakfak digolongkan terancam, maka kita harus mengembangkan, karena ini hanya ada di Fakfak, maka kita harus kembangkan dan jaga,” tegas Djemris.

Share :

Editor : Redaksi Progresnews

Baca Juga

Para pemateri dan penanggap saat berswafoto bersama dalam Webinar Pelacakan Kontak: Mengoptimalkan Dukungan Masyarakat dalam 3T yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dari program LeaN ON, Senin (2/8). Foto: Youtube BNPB.

Nasional

Tingkatkan Gerakan 3T, LeaN On Tekankan Optimalisasi Peran Masyarakat

Nasional

Ujang Komaruddin: 2024 Momentum Terbaik PKB Usung Gus Muhaimin Calon Presiden
Menko Polhukam Mahdud MD di kampus Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Senin 17 Februari 2020.

Hukum dan Kebijakan

Terkait Dinasti Politik, Menko Polhukam: Tidak Ada Hukum yang Melarang Praktik Nepotisme
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (Foto: humas Kemenag)

Nasional

Menag Kutuk Keras Pengeboman Gereja Katedral Makassar
Silaturrahim. Gus Jazil saat berbincang dengan Rektor Unair, M Nasih, (30/9). Foto : Chidir/Progresnews.id

Gresik

Dorong Pendidikan Vokasi di Pesantren, Gus Jazil Gandeng Unair
Titik lokasi perbaikan jalan yang hanya menggunakan batu untuk memberi batas pengaman. Foto : Progresnews.id /Ammy

Lamongan

Diduga tak Sesuai Prosedur, Perbaikan Jalan Nasional di Lamongan Ancam Keselamatan Penggendara
Konferensi Pers Polda Jatim, Senin (1/2).

Warta

Polda Jatim Bongkar Prostitusi Online Libatkan Anak Di Bawah Umur
Perwakilan dari Koalisi Masyarakat Sipil untuk Pendanaan Lingkungan Hidup, Triono Hadi saat mengikuti Konferensi Nasional bertajuk Perkembangan dan Arah Baru Kebijakan Insentif Fiskal Berbasis Ekologi, Rabu (10/11).

Nasional

EFT Akan Mendukung Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan