Home / Nasional / Warta

Jumat, 5 Maret 2021 - 19:24 WIB

Kudeta Militer, AJI dan GERAMM Desak Myanmar Bebaskan Jurnalis yang Ditahan

Reporter : Alfa Kamila - Telah dibaca 30 kali

Ilustrasi Foto: Press Release AJI.

Ilustrasi Foto: Press Release AJI.

Jakarta, Progresnews.id – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Gerakan Media Merdeka Malaysia (GERAMM) melayangkan sikap kepada otoritas Myanmar, mengenai tindak kekerasan terhadap para jurnalis selama kudeta militer yang terjadi sejak 1 Februari 2021. Melansir dari press release AJI (5/3), sedikitnya ada 22 jurnalis yang ditahan. Enam jurnalis di antaranya masing-masing bekerja di Associated Press, Myanmar Now, Myanmar Photo Agency, 7Day News, Zee Kwet Online News, dan sisanya adalah jurnalis lepas.

Tindakan kekerasan dan penahanan ini dilakukan oleh kepolisian Myanmar, karena menganggap para jurnalis dan media telah menyebarkan berita hoax dan menyebabkan ketakutan dengan ancaman tiga tahun penjara. Tak hanya itu, militer Myanmar bahkan sempat menghentikan akses komunikasi dan internet di beberapa daerah Myanmar tanpa alasan yang jelas.

Baca Juga:  Kekerasan Seksual Pada Jurnalis, Dewan Pers Beri Lampu Hijau Pembuatan SOP

Asosiasi Bantuan Tahanan Politik (AAPP) telah mencatat terhitung hingga 4 Maret 2021, ada 1.507 orang ditangkap, sekitar 1.200 orang di penjara, dan 50 orang tewas ditembak. Melihat keacuhan militer Myanmar pada ancaman sanksi dari Internasional, jumlah korban diperkirakan akan terus bertambah.

AJI menulis, kekerasan yang dilakukan oleh junta militer adalah bentuk pelanggaran hak asasi manusia dan menodai demokrasi. Penahanan kepada jurnalis juga menyebabkan situasi kebebasan pers menjadi tidak aman lagi, juga bisa mengurangi hak masyarakat di tingkat regional dan global untuk mendapat informasi tentang situasi di Myanmar saat ini.

Untuk itu, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia dan Gerakan Media Merdeka Malaysia (GERAMM) menyatakan sikap:

  1. Mendorong otoritas Myanmar untuk membebaskan dan menghentikan kekerasan terhadap jurnalis yang sedang menjalankan tugasnya. Setiap jurnalis memiliki hak untuk meliput peristiwa publik yang penting di Myanmar, tanpa takut ditangkap atau dianiaya.
  2. Mendorong otoritas Myanmar untuk menghentikan kekerasan yang telah menimbulkan korban jiwa di sisi warga sipil Myanmar yang sedang berjuang mempertahankan demokrasi. Selain mengancam warga Myanmar, kudeta militer dan rangkaian kekerasan ini dapat berpotensi mengancam stabilitas kawasan Asia Tenggara.
  3. Mendorong pemerintah Indonesia untuk merangkul negara-negara anggota ASEAN untuk mendukung Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) mengirimkan tim investigasi ke Myanmar. Tim ini penting untuk melaporkan kondisi dan menghentikan kekerasan yang terjadi di Myanmar.

Share :

Baca Juga

Mia Khalifa kritisi kebijakan reformasi agraria di India yang dinilai merugikan petani India. Foto: hero-magazine.com.

Internasional

Sempat Dikecam, Mia Khalifa Berikan Dukungan Bagi Petani India
Gus Jazil

Nasional

Gus Jazil Ajak Pengurus dan Relawan Formagam Terus Semangat Jalin Silaturahim
Kegiatan Sosialisasi KARTANU oleh MWC NU Balongpanggang

Gresik

MWC NU Balongpanggang Sosialisasikan KARTANU, Ketua: Bukan Hanya Pendataan Biasa
Kantor Kememterian Agama Kabupaten Lamongan. Foto: Ammy.

Lamongan

Impikan Ibadah Haji, Keberangkatan 1.643 Calon Jamaah Asal Lamongan Terancam Terus Tertunda

Nasional

Ibu Bumi Menjaga Hutan, Tina Ngata Perempuan Adat Visioner
Penampakan puluhan butir telur yang diduga telur buaya. Foto: Ammy/Progresnews.id.

Lamongan

Telur Misterius Undang Penasaran Warga, Bentuk Hingga Ukuranya Tak Wajar
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi seusai melawat ke rumah duka. Foto: Ammy.

Lamongan

Wafat Susul Sang Ibunda, Kisah Awak KRI Nanggala 402 Asal Lamongan Ini Bikin Terenyuh
Penjual pakaian bekas di sepanjang jalan pantura Kabupaten Lamongan. Foto : Progresmews.id/Ammy.

Lamongan

Bekas Berkualitas, Fenomena Pakaian Bekas Jadi Ajang Adu Gengsi di Lamongan