Home / Nasional / Warta

Kamis, 30 Desember 2021 - 21:37 WIB

KPK di Bawah Komando Firli, ICW: Kami Beri Nilai E

Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Foto: perpustakaan.kpk.go.id.

Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Foto: perpustakaan.kpk.go.id.

Jakarta, Progresnews.id – Indonesia Corruption Watch (ICW) memberikan rapor merah terhadap kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). ICW menilai kinerja KPK di bawah kepemimpinan Firli Bahuri selama 2021 sangat buruk.

“Jika nilai terbaik adalah A, maka kami beri nilai E” kata Kurnia Ramadhana selaku peneliti ICW Kamis (30/12), seperti dilansir situs resminya.

Kurnia mengatakan, terdapat 5 parameter yang membuat KPK dinilai mendapat rapot merah. Yang pertama, terkait pemberhentian 57 pegawai KPK yang dianggap gagal melalui Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). Menurut ICW, momentum alih status pegawai KPK menjadi aparatur sipil negara dimanfaatkan Firli cs untuk menyingkirkan para pegawai yang berintegritas.

Baca Juga:  Ban Kempes, Dump Truck Terjun ke Jurang Sedalam 20 Meter

Faktor kedua, menurut ICW, mengenai pelanggaran etik oleh Firli Bahuri dan Lili Pintauli Siregar selaku Wakil Ketua KPK. ICW menyayangkan terkait sikap Dewan Pengawas KPK yang hanya menjatuhkan sanksi ringan kepada kedua pimpinan KPK tersebut.

“Keberadaan Dewan Pengawas justru memperlemah KPK,” kata Kurnia.

Baca Juga:  Pemerintah Umumkan Pembelajaran Tatap Muka Semester Genap Tahun Ajaran 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19

Ketiga, mengenai kinerja penindakan KPK di era Firli dinilai ICW sangatlah anjlok. Menurutnya, kinerja penindakan di era ini ialah yang terburuk sepanjang sejarah.

“ICW mencatat, KPK hanya melakukan 6 kali operasi tangkap tangan pada tahun ini,” ungkapnya.

Selanjutnya, ICW juga menilai, pimpinan KPK terlalu banyak menunjukkan gimik politik.

Parameter yang terakhir, Kurnia mengatakan KPK juga telah gagal menangkap sejumlah buronan, salah satunya ialah Harun Masiku. (irf)

Share :

Editor : Redaksi Progresnews

Baca Juga

Nasional

Beri Kesempatan Pekerja, Menaker Terbitkan Surat Edaran Hari Libur Pada Pilkada Serentak
Peneliti Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Rivanlee Anandar menyampaikan jika para pengkritik bisa saja berujung di meja hijau dengan tuduhan melanggar UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Rabu (10/2). Foto: whiteboard.com.

Nasional

Deretan Pengkritik Jokowi yang Harus Berhadapan dengan Polisi

Nasional

Rencana Seleksi Guru Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja 2021 Telah Diumumkan
Museum Virtual Masmundari.

Gresik

Yayasan Gang Sebelah dan Kemendikbud Ristek Rilis Museum Virtual Masmundari
Kepala BPOM, Penny K. Lukito.

COVID-19

BPOM Resmi Perbolehkan Pemberian Vaksin Pada Lansia
Kondisi saat ini nenek Mutiah.

Lamongan

Viral!! Video Nenek Tak Terurus di Lamongan Hebohkan Warganet, Begini Reaksi Pemdes Setempat
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Kyai Said Aqil Siradj saat kunjungi Kantor PBNU

Nasional

Kapolri Baru Jenderal Listyo Sigit Kunjungi PBNU dan Bangun Sinergitas
Wakil Ketua Dewan Pers Hendry Ch. Bangun. Foto: Youtube Google Indonesia.

Maklumat

Kepercayaan Masyarakat Menurun, Dewan Pers Tingkatkan Regulasi Media Masa Ke Media sosial