Home / Lamongan / Warta

Sabtu, 3 April 2021 - 16:58 WIB

Korupsi Dana Desa, Inspektorat Lamongan Bakal Periksa Kades Kebonsari

Reporter : Adyad Ammy Iffansah - Telah dibaca 1.199 kali

Kepala Desa Kebonsari Kecamatan Sidodadi Lamongan, Suharto. Foto : Istimewa.

Kepala Desa Kebonsari Kecamatan Sidodadi Lamongan, Suharto. Foto : Istimewa.

Lamongan, Progresnews.id — Terindikasi korupsi anggaran Padat Karya Tunai Dana Desa (PKT-DD), Kepala Desa Kebonsari Kecamatan Sidodadi Lamongan diperkarakan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan ribuan warganya.

Wakil Ketua BPD Kebonsari, Gatot Harianto mengungkapkan jika tindak korupsi hingga Rp24 juta yang dilakukan Kades Suharto telah dilaporkam kepada Inspektorat terkait.

“Kegiatan PKT-DD yang dilakukan di tiga titik meliputi Dusun Singosari, Modo dan Keboh. Menurut laporan warga jika dana proyek banyak diselewengkan oleh kades, kami sudah buat laporan ke Inspektorat Kabupaten,” ungkap Gatot, Sabtu (3/4).

Keganjalan terlihat saat Rancangan Anggaran Biaya (RAB) tak sesuai dengan kegiatan PKT-DD, penggelapan dan pemalsuan data kuat dugaan telah dilakukan Kades Suharto.

Baca Juga:  Molor Sebulan, Jembatan Cincin Lama Kembali Dibuka

“Contoh kegiatan di Dusun Singosari kegiatan beranggaran awal Rp19 juta tapi setelah tinjau ulang kegiatan hanya mengeluarkan anggaran Rp10 juta,” jelasnya.

“Di Dusun Singosari saja menyisakan Rp9 juta, dan ini juga dilakukan di dua titik kegiatan lainya,” tambahnya.

Merespon hal tersebut, Kepala Inspektorat Kabupaten Lamongan, Heri Pranoto membenarkan terkait adanya laporan yang dilakukan BPD Kebonsasi bersama ribuan warganya.

“Ya benar mas, selanjutnya akan kita bentuk tim penyelidik guna pendalaman dan pengecekan terkait dugaan korupsi Kades Suharto,” ucap Heri.

Baca Juga:  Ucapan Selamat ke Bupati Terpilih, Perajin Karangan Bunga di Lamongan Raup Omset Jutaan Rupiah

Kepemimpinan Kades Suharto yang dinilai tidak bersih itu juga sudah lama dirasakan oleh perangkat desa setempat, Bendaha Desa Kebonsasi Haryono mengaku sang kadeng berlaku sewenang-wenang.

“Anggaran tahun 2019 tahap III senilai Rp442 juta, langsung di pegang kepala desa, saya langsung disuruh buat surat pertanggungjawaban dengan sesuai RAB dengan bertandatangan Kasun Singosari,” ujar Haryono.

Laporan perbuatan Kades yang diduga menggelapkan uang PKT-DD. Foto : Istimewa.
Laporan perbuatan Kades yang diduga menggelapkan uang PKT-DD. Foto : Istimewa.

Ketidaklaziman perlakuan Kades Suharto juga turut dirasakan salah seorang pekerja proyek kegiatan PKT-DD, Sukandar mengaku tidak diberi makan hingga honor kerja tidak sesuai.

“Tiga hari kerja hanya dibayar Rp150 ribu, selama kegiatan juga tidak diberi makan,” pungkasnya.

Share :

Baca Juga

Nasional

Perpres Miras Dicabut, Gus Jazil Apresiasi Presiden Jokowi
Salah satu upaya dalam pemberlakuan PPKM adalah gencar lakukan operasi yustisi yang dilakukan oleh TNI-Polri serta Satpol PP.

COVID-19

PPKM Gresik Diperpanjang, Ini Ketentuannya
Ilustrasi Vaksin. Foto: Freepik.

Nasional

SE Muhammadiyah: Vaksinasi Tidak Batalkan Puasa
Anggota DPR-RI Fraksi PKS, Al Muzammil Yusuf saat Sidang Paripurna, Rabu (10/2).

Nasional

Politikus PKS Soroti Anggaran APBN Untuk Influencer
Akhmad Roni saat dijumpai awak media usai berlangsungnya acara.

Gresik

Pengesahan Bupati-Wabup, KPU Gresik Pastikan Taat Prokes

Nasional

Gus Jazil Usulkan UU ITE Dirombak Total, Transaksi dan Informasi Elektronik Dipisah
Kondisi saat ini nenek Mutiah.

Lamongan

Viral!! Video Nenek Tak Terurus di Lamongan Hebohkan Warganet, Begini Reaksi Pemdes Setempat
Luapan sungai Bengawan Njero di Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan. Foto : Ammy

Lamongan

Anak Sungai Bengawan Solo Meluap, 10 Desa dari 3 Kecamatan Di Lamongan Terendam