Home / Gresik / Warta

Rabu, 3 November 2021 - 23:53 WIB

Kopi Yasak, Kopi Tradisional Legendaris Desa Bungah

Muhammad Wahib atau Cak Mat meramu Kopi Yasak. Foto: Chidir/Progresnews.id.

Muhammad Wahib atau Cak Mat meramu Kopi Yasak. Foto: Chidir/Progresnews.id.

Gresik, Progresnews.id — Kopi Yasak, kopi tradisional legendaris Desa Bungah yang berdiri sejak tahun 1975 itu masih istikamah menjamu pelanggan sampai sekarang, seolah tak lekang oleh zaman. Cita rasa warung Kopi Yasak pun hingga kini tetap terjaga dan tetap punya ciri khas.

“Saya ngopi di sini sejak bujang, mulai menginjak sekolah di Tsanawiyah, sekitar tahun 80-an. Saya sudah ngopi semenjak ibunya Pak Yasak. Di sini [warung Kopi Yasak] sudah ada, bangunannya masih bambu. Depan juga belum jalan raya,” kata Abdul Basith, salah satu pelanggan setia Kopi Yasak, Selasa (2/11).

Diakui Basith, semenjak awal berani ngopi, ia hanya minum kopi deplok khas Kopi Yasak, jarang atau tidak pernah minum kopi di tempat lain. Itu pun karena biasanya terpaksa.

“Rasanya itu beda antara yang deplokan dengan yang selep. Mencicip kopi selain Yasak itu rasanya kurang pas, sudah sangat terbiasa dengan kopinya Pak Yasak. Sehari ngopi normalnya, 3 kali. Bangun tidur ngopi dulu sebelum mau berangkat kerja, habis itu salat duhur jam istirahat ngopi lagi, habis itu mau magrib, terus tambah lagi, habis salat isya nongkrongnya di sini juga. Nggak pernah pindah,” imbuhnya.

Abdul Basith (baju putih), salah satu pelanggan setia Kopi Yasak sejak tahun 80an, saat ditemui Progresnews.id di warung Kopi Yasak, Selasa (2/11). Foto: Khidir/Progresnews.id.
Abdul Basith, salah satu pelanggan setia Kopi Yasak sejak tahun 80an, saat ditemui Progresnews.id di warung Kopi Yasak, Selasa (2/11). Foto: Chidir/Progresnews.id.

Seperti Cak Basith, seorang pelanggan Kopi Yasak yang lain, Cak Muri juga mengaku sudah menjadi pelanggan sejak tahun 80an. Ia pun biasanya ngopi sehari 3 kali di warung yang berlokasi di Jalan Raya Dukun RT17/RW06 Desa Bungah, Kecamatan Bungah, Gresik itu.

“Sehari saya ngopi 3 kali. Pagi, jam 12, jam 5 sore. Langsung berangkat pulang ke malang. Malang, ngopinya ke sini. Pokoknya kopi, di kecamatan Bungah, ya ini kopi itu. Kopi Yasak namanya. Enak, mas. Seger. Berpikiran lancar, Stress-stres hilang, rokokan enak,” ungkapnya.

Pelanggan lain, Cak Hadi mengaku sudah towok ngopi di warung Kopi Yasak. Sehari, ia menikmati kopi di warung Kopi Yasak 3-2 kali.

“Sejak tahun 1982, mas. Sudah bertahun-tahun. Pak Yasak kebakaran itu saya sudah ngopi di sini. Suka ngopi di sini karena kopinya asli. Kopi deplok. Kalau kopi lain itu, Wahhh, gak ada rasanya, mas. Jauh [rasanya]. Adoh. Biasanya ngopi sehari 3 kali, tapi dikurangi jadi 2 kali,” tuturnya.

Baca Juga:  Intip Pesona Kuliner Khas Lamongan Yang Diburu Pemudik

Kopi Tradisional Deplok

Salah satu ciri khas dari Kopi Yasak adalah kopi deplokannya. Menurut Pengelola Kopi Yasak, Muhammad Wahib mengatakan memang sejak dulu, Kopi Yasak sudah menggunakan alat tradisional.

“Sejak diprakarsai oleh Bapak Saya, Pak Yasak, untuk posisi yang di sini [Bungah] sejak 1975. Warungnya namanya Pak Yasak, bukan YS Coffee. YS Coffee itu produknya. Jadi tidak meninggalkan unsur tradisional yang sudah ada sejak bapak saya. Dulu produksinya pakai minyak tanah, kompor biasa, ABC, Hock. Alat tradisional,” kata Wahib, Selasa (2/11).

Deplokan yang digunakan di Kopi Yasak, foto diambil pada Selasa (2/11). Foto: Khidir/Progresnews.id.
Deplokan yang digunakan di Kopi Yasak, foto diambil pada Selasa (2/11). Foto: Chidir/Progresnews.id.

Pria yang juga akrab disapa Cak Mat itu menuturkan bahwa sebelumnya sebelum 1975, ayahnya sudah punya warung nasi yang di Pasar Legi Kaliwot. “Dulu terkenalnya makanan rawon sama kare,” imbuhnya.
Menurut keterangan dari Cak Mat, warung Kopi Yasak yang juga dikenal dengan ‘Kopinya orang-orang waras’ sejak dulu tidak pernah mengalami masa surut, bahkan pasca mengalami insiden kebakaran.

“Tidak pernah tutup. Jadi waktu kebakaran itu langsung dibangun ulang dan tetap buka. Alhamdulillah tidak pernah mengalami masa surut,” jelasnya.

Di masa pandemi atau selama ada aturan PSBB, meskipun mengalami penurunan pendapatan, Kopi Yasak juga mendapatkan hikmah tersendiri.

“Berkurang sekitar 40% pendapatan untuk yang malam. Siang biasa, karena tidak bergerombol, pelanggan masuk-keluar. Tapi alhamdulillah produknya yang meningkat. Hikmahnya waktu PPKM itu, pendapatan warung kita berkurang 40%, tapi produk kami meningkat 50% karena orang cenderung ngopi di rumah jadi pakai produk kita,” terangnya.

Diterangkan Cak Mat, yang juga merupakan anak keempat Pak Yasak, Kopi Yasak kini mempunyai 2 tipe produk, yaitu manual kasar dan pakai mesin seperti grinder atau selep. Akan tetapi, ke depan Kopi Yasak akan membuka varian-varian kopi baru robusta seperti kopi Jember, Wonosobo, dan sebagainya.

“Karena tahun 2022 nanti kita buka outlet di Dukun. Ada stand di sana. Tempat kita sendiri, kita bikin toko kopi, baik mentahnya maupun prosesnya. Di pasar Dukun,” ujarnya.

Baca Juga:  Dalam Sehari, Dua Aksi Bunuh Diri Terjadi di Lamongan

Produk kopi YS Coffee mulai dirintis Cak Mat di tahun 2016. Ia melihat fenomena yang berkembang di sekitar, bahwa bisnis warung kopi meningkat pesat sekali. Karena itu, ia berupaya untuk bagaimana bisa mensuplai warung-warung yang ada di situ.

Bubuk Kopi Yasak

Dalam prosesnya, Cak Mat memproduksi bubuk kopi YS Coffee dengan menggunakan tenaga manusia. Mulai dari menggoreng kopi, deplok kopi, hingga penyajian. Tapi di tahun 2017 ia terinspirasi untuk membuat alat yang mempermudah produksinya.

“Jadi saya tidak meninggalkan cita rasa tradisional tapi bagaimana proses produksinya dengan tenaga mesin. Awalnya kita itu sudah punya mesin modern, pakai stainless. Tapi, kemungkinan, menurut saya pribadi, taste-nya itu beda. Dan memang setelah saya konsultasikan dengan para pakar dan barista, memang tidak bisa mengalahkan rasa yang dari tungku kreweng. Memang prosesnya itu yang harus hati-hati sekali. Dari situ kemudian saya berpikir bagaimana menggunakan cara tradisional tapi praktis,” katanya.

Ia pun mengatakan bahwa yang terpenting adalah Kopi Yasak tidak akan meninggalkan cita rasa khasnya, meskipun perkembangan teknologi mesin kopi semakin maju, sehingga kualitas kopinya tetap terjaga.

Muhammad Wahib, putra keempat Pak Yasak, saat sedang memproduksi Kopi Yasak. Foto diambil pada Selasa (2/11). Foto: Chidir/Progresnews.id.
Muhammad Wahib, putra keempat Pak Yasak, saat sedang memproduksi Kopi Yasak. Foto diambil pada Selasa (2/11). Foto: Chidir/Progresnews.id.

Disebutkan juga oleh Cak Mat, produk Kopi Yasak pun sudah mulai dikirim keluar kota, tidak hanya dilingkup Gresik, termasuk di Lamongan dan Surabaya.

“Kita berpikir bagaimana supaya produksinya itu bisa lebih berkembang, dengan cara menciptakan alat atau mesin, tapi rasa deplok. Jadi deplokan dengan tenaga mesin. Intinya gitu. Jadi kalau tenaga manusia paling tidak bisa 4 kilo sampai 5 kilo satu orang, kalau ditunjang dengan mesin itu kan bisa lebih besar. Tapi tetap kita tidak akan pakai mesin modern seperti mesin roasting, kita tidak tertarik,” ungkapnya.

Kopi Yasak sendiri sudah tercatat beberapa kali mendapat sponsor dari perusahaan ternama, seperti Sampoerna dan Djarum. [Ipung]

Share :

Editor : Redaksi Progresnews

Baca Juga

Kantor PMI Lamongan. Foto: Ammy/Progresnews.id.

Lamongan

Minim Pendonor, Stok Plasma Konvalesan di PMI Lamongan Mulai Menipis
Na'im, Wakil Ketua Komisi A DPRD Lamongan saat mengomentari IMB RS Citra Medika. Foto: Ammy/Progresnews.id.

Lamongan

Kisruh Izin RS Citra Medika, DPRD Lamongan Berencana Panggil Instansi Terkait
Paparan Ahmad Arif dalam Webinar Series Kedua Melawan Infodemi Covid-19 dengan tajuk "Bahaya Mis/Disinformasi Vaksin Covid-19" pada Kamis (11/2).

COVID-19

Bahaya Dis/Misinformasi Vaksin, Mas Aik: Disinformasi Juga Bisa Mematikan

Gresik

Peduli Korban Banjir, Polres Gresik Berikan Bantuan di Tiga Desa Terdampak

Ekonomi

Siap-siap, Belanja 50 Ribu di Primkoppol Mart Bisa Dapat Hadiah
Wakil Ketua Komisi III DPR-RI, Ahmad Sahroni mendesak Polri untuk segera mengusut kasus Aisha Weddings, Kamis (11/2). Foto: dpr.go.id.

Nasional

Heboh Kasus Aisha Weddings, Sahroni: Ini Jelas Kejahatan Serius
Foto: Kemenag.

Nasional

GTK Jalin Kerja Sama Dengan Perpusnas, Guru Madrasah Bisa Akses Buku Dan Jurnal Gratis
Kantor Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Lamongan. Foto : Progresnews.id /Ammy.

Lamongan

Pendaftaran BLT-UMKM di Lamongan Dibuka Hari ini, Begini Ketentuanya