Home / Warta

Senin, 8 Februari 2021 - 19:20 WIB

Konvensi Nasional Media Massa, Menkominfo Beri Dorongan Kepada Insan Pers

Menteri Kominfo Johnny G Plate dalam Konvensi Nasional Media Masa

Menteri Kominfo Johnny G Plate dalam Konvensi Nasional Media Masa "Pers Nasional Bangkit dari Krisis Akibat Pandemi Covid-19 dan Tekanan Disrupsi Digital", Senin (8/2).

Jakarta, Progresnews.id – Menkominfo Johnny G Plate memberi dukungan dan semangat kepada seluruh insan pers dan media, untuk tetap semangat memberitakan informasi yang aktual dan faktual, di tengah Pandemi Covid-19 dan pesatnya persaingan digital.

“Terlepas dari persaingan yang luar biasa dan Pandemi Covid-19, Pers harus teyap mengedepankan tugasnya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Kondisi yang terus berubah juga harus terus direspon dengan semangat untuk bergerak maju melalui peningkatan kemampuan insan pers nasional, terlebih para pelaku media siber yang sangat cepat menjangkau masyarakat,” ujarnya dalam Konvensi Nasional Media Massa “Pers Nasional Bangkit dari Krisis Akibat Pandemi Covid-19 & Tekanan Disrupsi Digital”, Senin (8/2).

Hal senada juga disampaikan oleh Menkumham Yassona H Laoly dalam sambutannya.

“Pers tidak boleh kalah dan mati, pers harus tetap hidup. Karena jika pers mati siapa yang akan menyampaikan aspirasi rakyat, menyampaikan berita kepada rakyat, dan untuk terus mencerdaskan kehidupan bangsa,” tuturnya.

Baca Juga:  Peningkatan Prokes di Lamongan, Pelanggar Dapat Sanksi hingga Wejangan dari Petugas Gabungan

Menkominfo Johnny mengajak semua insan pers untuk terus waspada atas infodemik yang mengisi ruang berita melalui hoaks, disinformasi, missinformasi, fakenews, dan lainnya yang akan membingungkan masyarakat. Menurutnya, tantangan digitalisasi justru harus dilihat sebagai suatu peluang untuk memfasilitask tugas mulia insan pers dalam menyebarkan informasi yang mencerdaskan kehidupan bangsa.

Melalui paparannya juga, Menkominfo menjelaskan kebijakan yang akan terus dijalankan untuk mendukung pers, diantaranya adalah pertama, peralihan preferensi masyarakat dalam konsumsi berita. Kedua, munculnya kanal digital agregator berita/relay informasi. Ketiga, angka pembaca media online mencapai 6 juta, sedangkan pembaca media cetak hanya 4,5 juta, dengan preferensi cara mendapatkan informasi dari Televisi 96%, Papan Iklan/Billboard 52%, Internet 43%, Radio 37% dan Media Cetak 8%.

Selain itu, berdasarkan survei yang dilakukan oleh Katadata dan Kementerian Kominfo pada 2020 dengan pertanyaan “Sumber media yang paling dipercayai?”, mengasilkan data bahwa dari Televisi 49,50%, Media Sosial 20,30%, Situs Web Pemerintah 15,30%, Berita Online 7,00%, Media Cetak 4,00%, dan lainnya 3,90%.

Baca Juga:  4 Strategi Program PAPeDA dalam Pengembangan Produk Lokal Papua

Menkominfo juga terus berupaya untuk menjaga ruang digital tetap aman dan produktif melalui tiga langkah,

  1. Kementerian Kominfo melalui Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi melakukan upaya peningkatan literasi digital, termasuk kesadaran untuk membedakan berita benar dan salah, serta pemahaman mengenai hak cipta suatu berita
  2. Kementerian Kominfo melakukan penanganan konten internet yang menyalahi aturan perundangan, termasuk penanganan hoaks dan konten yang melanggar hak cipta
  3. Kementerian Kominfo mendukung kinerja Bareskrim Polri untuk melakukan pemindanaan terhadap pelanggaran konten.

Selain itu demi untuk mendukung ekosistem industri media secara berkelanjutan, Kominfo menciptakan regulasi yang di antaranya UU No.11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, UU No.19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU No.11 Tahun 2008 tentang ITE, Peraturan Pemerintah No.71 Tahun 2019 tenang PSTE, dan Peraturan Menteri Kominfo No.5 Tahun 2020 tentang PSE lingkup privat.

Share :

Editor : Alfa Kamila

Baca Juga

Nasional

Novel Baswedan Cs Dilantik, Polri: Mereka Mulai Bertugas Awal Tahun 2022
Kasatreskoba, AKP A. Khusen saat mendatangi makodim Lamongan untuk mengetes urin anggota TNI. Foto : Istimewa.

Lamongan

TNI Lamongan Gelar Tes Urin Dadakan ke Anggota, Ini Hasilnya

Gresik

Arah Kepemimpinan Baru, Gus Yani Fokuskan Tangani Banjir dan Perbaikan Infrastruktur
Paparan Ahmad Arif dalam Webinar Series Kedua Melawan Infodemi Covid-19 dengan tajuk "Bahaya Mis/Disinformasi Vaksin Covid-19" pada Kamis (11/2).

COVID-19

Bahaya Dis/Misinformasi Vaksin, Mas Aik: Disinformasi Juga Bisa Mematikan
Suasana Konrensi pers ungkap terduga pelaku perusakan mobil patroli Polsek Brondong, terlihat AKBP Miko menunjukan sejumlah barang bukti. Foto: Progresnews.id/Ammy.

Lamongan

Beralasan Tak Suka Figur Polisi, Pemuda di Lamongan Nekat Rusak Mobil Patroli

Warta

Pulau Bawean Dirintis Jadi Pulau Pusat Pendidikan Bahasa
Sumber Foto: situs resmi AJI.

Nasional

AJI Kritisi Upah Minimum Pekerja Media Tak Sesuai, Desak Pemerintah Batalkan UU Cipta Kerja
Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani dalam keterangan persnya di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (30/10).

Nasional

Sebut Tiga Kendala Pemulihan Ekonomi, G20 Sepakati Program Pandemi Preparedness