Home / Jendela

Minggu, 10 Oktober 2021 - 22:55 WIB

Konten Kreator NU Didorong Lebih Gencar Menggali Konten Keislaman dan Pesantren

Ahmad Mundzir, Narasumber Zoom-Meeting Menggali Konten Keislaman dan Pesantren, Minggu (10/10). SC : Chidir/Progresnews.id

Ahmad Mundzir, Narasumber Zoom-Meeting Menggali Konten Keislaman dan Pesantren, Minggu (10/10). SC : Chidir/Progresnews.id

Jendela, Progresnews.id – Ratusan konten kreator yang sebagian besar adalah kalangan muda Nahdlatul Ulama dari berbagai wilayah, mengikuti zoom-meeting yang bertajuk Menggali Konten Keislaman dan Pesantren, Minggu, (10/10) siang. Diskusi virtual tersebut dimentori langsung oleh Produser NU Online, Ahmad Mundzir dan Anty Husnawati sebagai moderator.

Dalam paparannya Gus Mundzir, sapaan akrab Ahmad Mundzir, mengatakan jika keberhasilan NU Online yang menduduki peringkat pertama platform situs keislaman, kuncinya yakni karena ada perubahan konten dari yang terlalu sulit, menjadi sajian yang lebih ringan dan bersifat menjawab persoalan keseharian. Hasilnya, situs NU Online traffic-nya naik tajam.

“Sekitar 81 persen yang dicari pengunjung yaitu konten keislaman yakni sekitar 4,45 juta. Sedangkan yang konten non keislaman hanya 19 persen atau sekitar 1 juta. Ini artinya pengunjung NU Online didominasi orang-orang yang mencari jawaban seputar problematika Islam,” jelas Gus Mundzir.

Baca Juga:  Belajar Otodidak, Pasutri ini Turut Lestarikan Batik Gresik

Gus Mundzir juga menjelaskan jika pada tahun 2020, pengunjung terus mengalami kenaikan. Menurutnya, tidak hanya kata kunci yang menghadirkan problematika keislaman sehari-hari bersifat ringan saja, melainkan topik seputar perempuan juga telah digandrungi oleh pengunjung situs NU Online.

Ahmad Mundzir menunjukkan situs NU Online diperingkat pertama. SC : Chidir/Progresnews.id

Adapun terkait konten Youtube, Gus Mundzir mengajak peserta zoom-meeting untuk bersama-sama mengejar ketertinggalan dan menandingi platform kelompok salafi. Pasalnya, platform kelompok tersebut diketahui telah memiliki banyak pengikut lantaran menyadari media digital menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

“Secara jumlah kita ini sangat besar, sedangkan kita harus mengakui bahwa tertinggal. Maka kita harus mengejar keterlambatan dengan terus mengolah konten, kita harus menjadi fa’il (pelaku) bukan maf’ul (penerima) lagi,” ucapnya.

Baca Juga:  27 November Sebagai Hari Tanpa Belanja, Apa Itu?

Dalam sesi curah pendapat, salah seorang peserta bertanya tentang alat untuk membuat konten yang biasa digunakan oleh narasumber dan tim. Menanggapinya, Gus Mundzir menyatakan yang paling penting ialah ide konten, soal alat dan editing video diyakininya akan mengikuti dengan sendirinya.

“Kita ngonten-ngonten dulu. Kalau konten kita bagus, percayalah, alat pasti datang sendiri. Entah bagaimana Allah mendatangkan kebutuhan kita,” pungkasnya.

Diskusi virtual selama kurang lebih dua jam tersebut sebelumnya diseleksi oleh panitia penyelenggara melalui pengiriman formulir secara online. Kegiatan open call ini juga menjadi langkah bagi para kreator nahdliyin semakin giat dan cerdas dalam menggali konten keislaman dan pesantren di wilayahnya masing-masing.

Share :

Editor : Achmad Chidir Amirullah

Baca Juga

MENYESAL. Ayu menyesali dirinya sebab menganggap tradisi itu lapuk, dan tidak gaul. Foto: Tangkapan layar IG MTs Maarif Sidomukti/Progresnews.id

Film

Film Pendek “Ngidul”, Tegur Remaja Gresik Peduli Tradisi
Eko Jarwanto, guru sejarah inspiratif penuh prestasi, sedang menunjukkan salah satu buku sejarah karangannya, Ngandjoek. Foto: Progresnews.id.

Jendela

Eko Jarwanto, Guru Sejarah Inspiratif Penuh Prestasi
Twitter Team Trees Official.

Jendela

Hari Menanam Pohon Indonesia, Apa Sih Manfaat Menanam Pohon?

Jendela

Tebarkan Hikmah Maulid Nabi, KH Agoes Ali Masyhuri Ingatkan Pentingnya Hidupkan Kembali Sunnah Nabi
Kriteria Sekolah Dan Kepala Sekolah Program Sekolah Penggerak.

Jendela

Kriteria Sekolah Dan Kepala Sekolah Program Sekolah Penggerak
Gambar: Twitter @SepongeBob.

Jendela

Menilik Karakter SepongeBob dan Squidward dalam Dunia Kerja
3 Jenis Memori Pada Manusia. Picture by gettyimages

Jendela

3 Jenis Memori Pada Manusia yang Harus Kalian Tahu!
BERSYUKUR. Ketua Komunitas Gresik Movie Sanov Fajar, membagikan tumpeng kepada Dewi Musdalifah (Penyair Gresik) saat perayaan 10 tahun Gresik Movie, Kamis (28/10). Foto: Dokumentasi Gresik Movie/Progresnews.id

Film

Rayakan Ulang Tahun Satu Dekade, Gresik Movie Gelar Tasyakuran