Home / Nasional / Warta

Minggu, 14 Februari 2021 - 15:35 WIB

Komentari Pelaporan Din Syamsuddin, Gus Yaqut: Jangan Gegabah Menilai Seseorang

Reporter : Alfan Niam Sofi - Telah dibaca 11 kali

Gus Yaqut mengharap masyarakat tak mudah melabeli seseorang radikal, Minggu (14/2). Foto: instagram.com/@gusyaqut.

Gus Yaqut mengharap masyarakat tak mudah melabeli seseorang radikal, Minggu (14/2). Foto: instagram.com/@gusyaqut.

Jakarta, Progresnews.id – Sejumlah tokoh turut berkomentar atas pelaporan GAR-ITB terhadap Din Syamsuddin. Kini, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas buka suara dengan permasalahan ini.

Gus Yaqut berharap masyarakat agar tak mudah melakukan stigma radikal pada individu atau kelompok.

“Persoalan disiplin, kode etik dan kode perilaku ASN sudah ada ranahnya. Namun, jangan sampai kita secara mudah melabeli Pak Din radikal dan sebagainya. Kita harus seobjektif mungkin dalam melihat persoalan, jangan sampai gegabah menilai seseorang radikal,” tulis Gus Yaqut dalam keterangan tertulis, Sabtu (13/2).

Baca Juga:  Sosok Gus Yaqut, Ketua Ansor Yang Diamanahi Jokowi Menjadi Menag

Menurutnya, stigma negatif yang disematkan kepada orang lain karena terjadi sumbatan komunikasi atau kurangnya informasi yang dimiliki.

“Dengan asumsi itu, maka klarifikasi atau tabayyun adalah menjadi hal yang tak boleh ditinggalkan dalam kerangka mendapat informasi valid,” tambahnya.

Lebih lanjut, Yaqut berpesan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk mendahulukan komunikasi serta melakukan tabayyun ketik ada informasi yang kurang jelas.

Baca Juga:  Lewat Twitter, Mahfud MD Tegaskan Pemerintah tak Proses Pelaporan Din Syamsuddin

“Saya tidak setuju jika seseorang langsung dikatakan radikal. Kritis beda dengan radikal. Berpolitik memang bisa jadi pelanggaran seorang ASN. Namun soal lontaran kritik sah-sah saja sebagaimana yang disampaikan oleh Presiden Jokowi bahwa kritik itu tidak dilarang,” pungkas Gus Yaqut.

Sebelumnya, Din Syamsuddin dilaporkan GAR-ITB ke Komisi Aparatur Sipil Negara atas dugaan radikalisme. Namun, Menkopolhukam Mahfud MD meyakinkan bahwa pemerintah tak pernah menganggap Din Syamsuddin sebagai radkal.

Share :

Baca Juga

Bupati Lamongan,Yuhronur Efendi seusai vaksinasi di SMPN 1 Lamongan, Senin (1/3).

Lamongan

Penuntasan Banjir Lamongan Jadi Prioritas Bupati Yuhronur
Gus Jazil Optimis Gus Yani-Bu Min Akan Jadikan Gresik Lebih Sejahtera.

Nasional

Tolak Perpres Miras, Gus Jazil: Kita Bukan Bangsa Pemabuk, Kita Berketuhanan

Tokoh

Innalillahi, Salah Satu Pendiri IPPNU Hj. Basyiroh Zawawi Wafat
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat, Irjen Pol Argo Yuwono. Foto: ANTARA.

Nasional

6 Oknum Polisi Penganiaya Herman Ditetapkan Sebagai Tersangka
Sandiaga Salahuddin Uno memimpin rapat bersama jajaran pimpinan Kemenparekraf pada hari Kamis (24/12). Foto: Twitter Sandiaga Uno.

Ekonomi

Gercep, Sandiaga Uno Langsung Pimpin Rapat Bersama Jajaran Kemenparekraf
RSCM Lamongan yang dikritisi sejumlah LSM karena pelanggaranya dalam perijinan. Foto: Progresnews.id/Ammy.

Lamongan

Kebal Hukum? Kontroversi RS Milik Mantan Bupati Lamongan Disorot Sejumlah LSM
Salah satu lokasi banjir di Lamongan, terlihat Kasi Tanggap Bencana BPBD sedang membangu warga yang motornya mogok. (Foto: Ammy)

Lamongan

Sempat Surut, Lamongan Kembali Dilanda Banjir, 62 Desa dari 5 Kecamatan Jadi Korbanya
Ucapan selamat kepada bupati terpilih, karangan bunga berjejer memadati Alun-Alun Lamongan. (Foto: Ammy)

Lamongan

Ucapan Selamat ke Bupati Terpilih, Perajin Karangan Bunga di Lamongan Raup Omset Jutaan Rupiah