Home / Nasional / Warta

Rabu, 3 November 2021 - 20:48 WIB

Ketua PB IDI Sebut Pandemi Indonesia Bisa Masuk Endemi Jika Kasus Stabil Melandai

Foto: Kemenkominfo.

Foto: Kemenkominfo.

Jakarta, Progresnews.id – Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Adib Khumaidi, mengatakan bahwa Indonesia bisa saja masuk ke fase endemik pasca pandemi, jika stabilitas kasus yang melandai seperti sekarang mampu dipertahankan.

Menurutnya, hal ini bisa dilihat dari kurun waktu Desember 2021 hingga Januari 2022, bagaimana perkembangan kasus di Indonesia. Hal tersebut disampaikan saat mengisi forum ‘Dialog Produktif Selasa | Prokes Dilanggar Kita Semua Rugi’ di kanal youtube FMB9IF_IKP pada Selasa, (2/11).

Adib mengatakan jika dalam tentang waktu tersebut Indonesia berhasil melewati dengan angka kasus yang terus melandai, artinya Indonesia sudah cukup berhasil. Namun, jika tiba-tiba ada kenaikan kasus positif di antara waktu tersebut, lanjut Adib, maka semuanya harus siap dengan segala kemungkinan terburuk.

Baca Juga:  Batasi Kerja Jurnalis, KKJ Layangkan Sikap Ke MA

“Kalau Desember sampai Januari cenderung melandai, kita siap masuk kondisi endemi. Tapi saat ini kita masih harus dalam kondisi yang waspada,” kata Adib, dikutip pada Rabu (3/11).

Lebih lanjut, Adib menjelaskan beberapa hal yang harus tetap diperhatikan oleh masyarakat, di masa waspada seperti saat ini. Di antaranya, anjuran untuk taat 5M yakni menjaga jarak, mencuci tangan, memakai masker, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

Baca Juga:  Penantian Warga Terdampak Banjir di Lamongan, Ini Yang Mereka Lakukan

“Tapi saat ini kita tahu bahwa mobilitas masyarakat sudah mulai, beberapa hal yang saya lihat berkerumun juga ada, itu dua hal yang saya kira perlu jadi perhatian,” sambungnya.

Selain itu, Adib juga menambahkan tiga hal lain yang tidak kalah pentingnya, yakni ventilasi, jarak, dan durasi. Menurutnya hal tersebut perlu diperhatikan untuk bisa mengurangi kemungkinan terpapar virus. Sementara untuk pemerintah, kata Adib, harus semakin giat untuk menjalankan 3T yakni Testing, Tracking, Treatmen, serta memperluas cakupan vaksinasi. (Alfa K)

Share :

Editor : Redaksi Progresnews

Baca Juga

Kepala Staff Kepresidenan RI, Moeldoko dalam Webinar Jurnalisme Berkualitas "Menguatkan Keberlangsungan Profesi Wartawan dan Penerbitan Pers Guna Menyehatkan Demokrasi di Tengah Gempuran Disrupsi Digital" pada Minggu, (7/2).

Nasional

Moeldoko Akui Lebih Takut Todongan Wartawan Daripada Senjata
Foto saat banjir melanda Kecamatan Turi tahun lalu. Foto :Progresnews.id/Ivan A.

Lamongan

DPU-SDA Lamongan: Kesadaran Warga Jadi Kunci Antisipasi Bencana Banjir
Foto: Gema.id

Lamongan

Jelang Pergantian Musim, DPU-SDA Lamongan Siaga Cegah Kekeringan

Nasional

Pandemi Bukan Penghambat Untuk Mendapatkan Kesempatan kerja
DJPK Kemenkeu Adriyanto dalam Green Leadership Forum dengan tajuk “Kebangkitan Nasional dalam Mendorong Transfer Fiskal Berbasis Ekologi di Indonesia”, Rabu (27/10).

Nasional

Semangat Baru Insentif Fiskal Berbasis Ekologi di Indonesia
Para pemateri dalam acara Seri Diskusi Pengelolaan Produk Inovatif Pangan Papua: Festival Torang Pu Para Para, Senin (16/8).

Nasional

Lestarikan Hutan dan SDA Papua, Program PAPeDA Ciptakan Produk Inovatif Berbahan Sereh Wangi

Lamongan

Apresiasi Kerja Wartawan, Kapolres Lamongan Beri Sejumlah Fasilitas Penunjang
DA'I MILENIAL. Ketua MUI Gresik, KH Mansoer Shodiq saat menyerahkan hadiah secara simbolik kepada Juara Festival Da'i Jawa Timur, (30/10). Foto: MUI Gresik/Progresnews.id

Warta

Gresik Punya Da’i Milenial, Siapakah dia?