Home / COVID-19 / Nasional / Warta

Jumat, 5 November 2021 - 21:14 WIB

Kemenkes Wajibkan Ada Kode QR Pedulilindungi Di Setiap Faskes

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Abdul Kadir. Foto: YouTube Kemenkes.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Abdul Kadir. Foto: YouTube Kemenkes.

Jakarta, Progresnews.id – Kendati program vaksinasi sudah berjalan sampai sejauh ini, namun upaya pencegahan terhadap virus corona masih terus digalakkan.

Kali ini, Kementerian Kesehatan kembali menerbitkan aturan terbarunya, yang berbunyi bahwa setiap fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia diwajibkan memasang kode QR yang terhubung dengan aplikasi Pedulilindungi.

Aturan ini termuat dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Nomor HK.02.02/I/3933/2021 tentang QR Code Pedulilindungi Pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

Adapun fasilitas Kesehatan yang dimaksud adalah rumah sakit, puskesmas dan laboratorium kesehatan, dan Kode QR sendiri harus ada di setiap pintu masuknya.

Selain bertujuan untuk mencegah penularan, Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Prof. Abdul Kadir menjelaskan, bahwa tujuan lain dari aturan ini adalah untuk mengetahui jumlah pengunjung, serta mempermudah pelacakan pegawai dan pengunjung.

Baca Juga:  Genjot PADesa, BUMDes Diakui Sebagai Badan Hukum

“Meski kasus mereda, Kemenkes terus memperluas pemasangan QR Code di tempat-tempat publik termasuk fasyankes. Ini untuk mempermudah pemeriksaan dan pelacakan setiap pengunjung yang datang. Jadi mobilitas mereka terpantau terus, kalau ada yang positif jadi lebih mudah tracingnya,” Kata Abdul, dikutip dari situs resmi Kemenkes, Jumat (5/11).

Abdul kemudian mengimbau kepada setiap fasilitas kesehatan untuk segera mendaftarkan diri agar bisa mendapat Kode QR dan segera melaksanakan program ini. Kode QR bisa didapatkan melalui pendaftaran di laman cmsreg.dto.kemkes.go.id, dan setelah itu hanya perlu menunggu hingga akun diverifikasi.

Baca Juga:  Cadangan Tembaga Indonesia Masuk 7 Terbesar Dunia, Jokowi Dorong Hilirisasi Industri

Lebih lanjut, setelah terverifikasi kemudian dilanjutkan dengan membuat password untuk aktivasi akun. Langkah ini bisa dilakukan di laman https://cms.pedulilindungi.id, setelah itu Kode QR bisa dicetak dan diletakkan di setiap pintu masuk.

Setiap pengunjung faskes bisa memindai Kode QR tersebut melalui smartphone mereka masing-masing, setelah itu barulah diizinkan untuk masuk. Sementara yang tidak memiliki gawai, akan dibantu oleh petugas yang ada di sana secara manual dengan NIK.

Hal ini nantinya, akan dapat dipantau oleh Dinas Kesehatan provinsi maupun kabupaten/kota, sehingga bisa dijadikan bahan evaluasi untuk ke depannya. Dengan adanya program ini, Abdul berharap bisa membantu menghindari penularan dan mengurangi angka kasus.[Alfa K]

Share :

Editor : Redaksi Progresnews

Baca Juga

Polri Siagakan 192.168 Personel untuk Amankan Pilkada Serentak 2020

Nasional

Polri Siagakan 192.168 Personel untuk Amankan Pilkada Serentak 2020
Deputy Representative The Asia Foundation (TAF), Sandra Hamid saat membuka webinar bertajuk Memperkuat Kolaborasi Pasar untuk Pengembangan UMKM di Tanah Papua, Jumat (27/8).

Nasional

4 Strategi Program PAPeDA dalam Pengembangan Produk Lokal Papua
UU Cipta Kerja Disahkan Aliansi Rakyat Bojonegoro Menolak

Nasional

UU Cipta Kerja Disahkan, Aliansi Rakyat Bojonegoro Menolak
Kunjungi Rs Ibnu Sina Gresik, Menko PMK: Tidak Semua Orang Dapat Vaksin Covid-19

COVID-19

Kunjungi Rs Ibnu Sina Gresik, Menko PMK: Tidak Semua Orang Dapat Vaksin Covid-19
Bupati Lamongan,Yuhronur Efendi seusai vaksinasi di SMPN 1 Lamongan, Senin (1/3).

Lamongan

Penuntasan Banjir Lamongan Jadi Prioritas Bupati Yuhronur

Gresik

Momen HUT RI, GP Ansor Bungah Ziarahi Makam Pahlawan dan Muassis NU

Gresik

Muncul Berita Hoax Kasdim 0817 Meninggal, Ketua Formagam Gresik Ingatkan Jangan Terpedaya Berita Bohong
Koperasi Syangga Mama Amina Ahek, Direktur GEMAPALA Nikholas Djemris, Wakil Bupati Fakfak Yohana Dina Hindom dan moderator Al Muiz Liddinillah saat mengikuti seri 3 diskusi daring pengelolaan produk inovatif dengan tajuk Pala dan Budaya Fakfak yang menjadi bagian dari Program PAPeDA, Jumat (20/8).

Nasional

Program PAPeDA: Menjaga Budaya dan Hutan Fakfak Melalui Pelestarian Pala