Home / COVID-19 / Hukum dan Kebijakan / Jendela

Jumat, 12 Februari 2021 - 11:25 WIB

Kemenkes Keluarkan SE Tentang Rapid Test Antigen Sebagai Metode Diagnosis

Reporter : Ayu Fatmatuz Zahroh

Jakarta, Progresnews.id – Kementrian Kesehatan (Kemenkes) mengeluarkan Surat Keputusan bahwa Rapid Diagnostic Test (RDT) Antigen sebagai salah satu metode dalam pelacakan kontak, penegakan diagnosis, dan skrining Covid-19. Hal ini tertera pada Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07./MENKES/446/2021 tentang Penggunaan Rapid Diagnostic Test Antigen dalam Pemeriksaan Covid-19.

Tentunya ini sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan testing dan tracing yang merupakan bagian dari proses penyeledikan epidemiologi dan pelacakan kontak demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Siti Nadia Tarmizi, selaku Juru Bicara (Jubir) vaksinasi Covid-19 berujar jika rapid test antigen tersebut nantinya akan tersedia di seluruh puskesmas dan dalam hal ini merupakan tanggung jawab dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Ia menegaskan bahwa rapid test antigen gratis yang disediakan oleh Pemerintah ini akan dipergunakan untuk keperluan pelacakan epidemiologi. Serta penggunaan RDT Antigen ini sebagai suatu syarat untuk perjalanan di dalam negeri, dengan mengacu pada SE yang diterbitkan oleh Satgas Penanganan Covid-19. Dengan demikian hal ini termasuk secara mandiri.

Baca Juga:  Fenomena Masker Scuba Yang Tidak Memenuhi Standar Kesehatan

Dalam keterangan pers secara virtual pada Rabu, (10/02) ia merincikan bahwa rapid test antigen tersebut untuk epidemiologi yang artinya diperuntukkan untuk diagnosis.

Adapun hasil dari pemeriksaan RDT Antigen tersebut, nantinya akan dilakukan pencatatan dan pelaporan kasus yang terkonfirmasi terpapar Covid-19 atau positif dalam hal ini akan sama dengan hasil tes PCR.

Namun ada perbedaan dalam sistem pelaporan. Saat dilakukan pelaporan, nantinya akan dada pemisahan nama yang berasal dari pemeriksaan RDT Antigen dan nama yang dari RT PCR.

Dalam kesempatan yang sama, Nadia merincikan hal-hal yang harus diperhatikan saat melakukan pemeriksaan rapid test Antigen tersebut. “harus tetap memperhatikan sejumlah kriteria, di antaranya pemilihan, penggunaan, fasilitas pemeriksaan dan petugas pemeriksa, pencatatan dan pelaporan, penjaminan mutu pemeriksaan, hingga pengelolaan limbah pemeriksaan,” rincinya.
Untuk Kriteria Penggunaan, ia mengatakan apabila dalam pemeriksaan tersebut menggunakan rapid test antigen, maka hanya mampu dilakukan saat fase akut, atau pada tujuh hari pertama sejak munculnya gejala. Ini akan meningkatkan performa dari tes tersebut.

Baca Juga:  Peduli Sosial, Koramil dan Saka Wirakarta Adakan Donor Darah

Sementara untuk pelacakan kasus, Kemenkes akan bekerja sama dengan anggota TNI dan Polri untuk melakukan Tracing di tujuh provinsi di Jawa dan Bali di seluruh penjuru desa.kabupaten/kota, serta RT dan RW yang saat ini tengah dilakukan PPKM Skala Mikro.

Dengan melakukan pelatihan menjadi tracer Covid-19 kepada para Babinsa, Babinpotmar, dan Babinpot Dirga yang akan terjum ke masing-masing wilayah kerjanya.

Namun, nantinya akan ada kemungkinan peningkatan jumlah kasus akibat pemeriksaan rapid test antigen ini. Tapi di sisi lain akan lebih baik jika data yang sesungguhnya dapat diketahui sehingga strategi penanganan yang tepapt akan segera dilakukan. Maka dari itu ia menghimbau kepada madyarakat agar tidak perlu panik.

Dalam hal ini, beberapa langkah juga disiapkan oleh Pemerintah. Seperti ditingkatkannya kapasitas rumah sakit, dan ditambahkannya jam pelayanan, serta obat-obatan dan alat kesehatan (alkes) lebih disiapkan dan terus dipantau, serta tenaga kesehatan dan vaksinator akan ditambah.

Share :

Baca Juga

Satuan Satlantas Polda Jatim gelar Operasi Bina Waspada Semeru 2020 di Lamongan. Foto: Ammy/Progresnews.id.

Daerah

Operasi Patuh Semeru 2020, Polsek Glagah Kabupaten Lamongan Bagi-Bagi Masker
Disiplinkan Warga, Polisi-TNI Gelar Operasi Masker di Pasar Blawi Karangbinangun

COVID-19

Disiplinkan Warga, Polisi-TNI Gelar Operasi Masker di Pasar Blawi Karangbinangun

COVID-19

Lagi, Pemerintah Kabupaten Tuban Berlakukan Jam Malam
Pembukaan Vaksin Covid-19 yang akan di pindahkan ke tempat penyimpanan. Foto: Istimewa.

COVID-19

Terima Vaksin Covid-19 Pagi Tadi, Pemkab Lamongan Komitmen Percepat Vaksinasi
Seorang Peziarah Meninggal Di Makam Sunan Giri, Diduga Sakit Jantung Bukan Covid-19

COVID-19

Seorang Peziarah Meninggal Di Makam Sunan Giri, Diduga Sakit Jantung Bukan Covid-19
Bantuan Pemerintah untuk WNI di Korsel Telah Diterima.

COVID-19

Bantuan Pemerintah untuk WNI di Korsel Telah Diterima

COVID-19

Pastikan Badan Ad Hoc Sehat, KPU Kembali Gelar Rapid Test

Daerah

Telan Biaya 816 Juta, Forsis Kecam Rencana Pemkab Gresik Pasang Lampu Hias di Jembatan Sembayat