Home / Nasional / Pendidikan / Warta

Kamis, 11 Februari 2021 - 15:06 WIB

Kemendikbud Luncurkan Kampus Mengajar Angkatan Pertama Tahun 2021, Apa itu?

Reporter : Alfa Kamila - Telah dibaca 773 kali

Ilustrasi Kampus Merdeka Kemendikbud.

Ilustrasi Kampus Merdeka Kemendikbud.

Jakarta, Progresnews.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud) telah meluncurkan Program Kampus Mengajar angkatan pertama tahun 2021 pada Selasa (9/2). Program Kampus Mengajar ini adalah bagian daripada Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang digagas oleh Kemendikbud.

Program ini dibuat dan diluncurkan untuk memanggil para mahasiswa dari segala program studi untuk terjun, beraksi, berkolaborasi dan berkreasi selama 12 minggu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di Sekolah Dasar khususnya di daerah 3T (Tertinggal, Terluar dan Terdepan). Menteri Pendidikan Nadiem Anwar Makarim menjelaskan bahwa tujuan dari Program Kampus Mengajar ini adalah untuk mengasah jiwa kepemimpinan, kematangan emosional dan kepekaan sosial.

“Saya berharap setiap mahasiswa akan menjawab tantangan saya, untuk terus memelihara api optimisme dan memberikan kontribusi untuk pendidikan,” tuturnya.

Baca Juga:  Sidang Gugatan Praperadilan Anita Kolopaking Resmi Dicabut
Kemendikbud dalam Peluncuran Kampus Mengajar Angkatan 1 Tahun 2021, Selasa (9/2).

Pesan untuk para rektor perguruan tinggi dan dosen, lanjut Mendikbud, untuk segera melakukan peubahan-perubahan yang diperlukan agar mahasiswa dapat melaksanakan hak belajarnya di luar kampus dan di luar program studi, dengan mudah dan difasilitasi serta didukung.

Perguruan tinggi juga harus merevisi kurikulum untuk memungkinkan mahasiswanya dapat menjalankan berbagai kegiatan kampus merdeka dan tetap lulus tepat waktu. Pendaftaran dan konversi kampus merdeka harus dibuat semudah mungkin.

Mendikbud juga berharap agar inisiatif dari Kemendikbud ini didukung sepenuhnya oleh kepala dinas, kepala sekolah, dan guru dengan menerima mahasiswa untuk mengajar dengan baik.

Dirut Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Rionald Silaban, mengatakan bahwa program ini sangat baik untuk mahasiswa nantinya bisa memahami dunia kerja yang nyata dan kondisi sosial masyarakat.

Baca Juga:  Nadiem Makarim Paparkan 7 Program Prioritas Pendidikan di Tahun 2021

“Mahasiswa ini diharapkan nanti setelah lulus mampu menjadi bagian dari solusi atas segala permasalahan bangsa, dan bisa memberi kontribusi atas permasalahan nyata yang dialami dunia pendidikan akibat impact dari Pandemi Covid-19,” terang Rionald Silaban.

Dirjen Dikti Kemendikbud Nizam menyebutkan bahwa program ini adalah kesempatan mahasiswa untuk mengaktualisasi passion, semangat dan keinginannya untuk menjadi pendidik. Lebih lanjut, ia juga menyebutkan bahwa mahasiswa yang ikut dalam program ini nantinya akan mendapat bantuan untuk kebutuhan hidup sebesar Rp700 ribu per bulan, dan uang kuliah paling tinggi sebesar Rp2,4 juta tergantung pada uang kuliah di perguruan tinggi masing-masing.

Share :

Baca Juga

Penampakan lokasi pembakaran dan sisa abu rak sepatu di Ponpes Al-furqon, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, (Foto: Ist.)

Hukum dan Kebijakan

Kasus Pembakaran Ponpes Muhammadiyah di Lamongan Mulai Menemukan Titik Terang

Daerah

Pemkab Gresik Tetapkan Sekolah Tatap Muka Januari 2021
Bahlil Lahadalia saat konferensi pers virtual realisasi investasi triwulan IV 2020 di Pusat Komando Operasi Pengawalan Investasi (Pusat KOPI) BKPM. Foto: IG Bahlil.

Ekonomi

BKPM Diminta Jokowi Realisasi Investasi Bisa Tembus Rp900 Triliun di 2021
Presiden Joko Widodo

Ekonomi

Meski Beberapa Sektor Mampu Bertahan Saat Pandemi, Jokowi Sebut Komoditas Impor Masih Mendominasi
Kondisi saat ini nenek Mutiah.

Lamongan

Viral!! Video Nenek Tak Terurus di Lamongan Hebohkan Warganet, Begini Reaksi Pemdes Setempat
Gus Yani saat mengikuti dialog bertajuk "Petani Di Persimpangan Jalan (Antara Godaan Alih Fungsi Lahan dan Minimnya Kesejahteraan)"

Gresik

Dilema Alih Fungsi Lahan Pertanian, Forkot Ajak Dialog Pemerintah Bahas Solusi
Tim menejemen dan pelatih tim Persela Lamongan seusai konfrensi pers online. Foto : Istimewa

Lamongan

Kontra Madura United, Persela Lamongan Optimis Kemas 3 Poin
Davis Wakil Ketua Komisi D DPRD Lamongan seusai pertemuan dengan UPT Kesehatan Kalitengah dan Dinkes. Foto: Ammy

Lamongan

Insiden Tewasnya Warga Akibat Gigitan Ular Belanjut ke Komisi D DPRD Lamongan