Kemenag Siapkan Bantuan Operasional untuk Pesantren dan Lembaga Pendidikan Islam

Bantuan-Operasional Pesantren dan Pendidikan Agama Islam
Kementerian Agama telah mempersiapkan Bantuan operasional pendidikan (BOP) untuk lembaga pendidikan Islam dan pondok pesantren selama masa pandemi Covid-19. Anggaran yang telah di siapkan sebesar Rp. 2.599 triliun.

Progresnews.id, Jakarta – Kementerian Agama telah mempersiapkan Bantuan operasional pendidikan (BOP) untuk lembaga pendidikan Islam dan pondok pesantren selama masa pandemi Covid-19. Anggaran yang telah di siapkan sebesar Rp. 2.599 triliun.

Dilansir dari situs kemenag.go.id, sekitar 21.173 pesantren akan mendapatkan bantuan tersebut. Jumlah tersebut terdiri dari 14.906 pesantren kategori kecil, 4.032 pesantren kategori sedang, dan 1.500 pesantren kategori besar. Selain pondok pesantren, bantuan tersebut akan diberikan kepada 112.008 Lembaga Pendidikan Al-Quran (LPQ) dan 62.153 Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT).

Menurut Kepala Humas Kementerian Agama, Khoiron Durori, BOP tersebut akan disalurkan dengan beberapa ketentuan. Di antaranya adalah lembaga pendidikan Islam dan pondok pesantren harus tercatat aktif menyelenggarakan kegiatan pembelajaran dan terdaftar pada Kantor Kementerian Agama.

“Status terdaftar ini dibuktikan dengan Nomor Statistik Lembaga,” kata Khoiron.

Selain itu, BOP tersebut merupakan bantuan uang tunai yang berasal dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Pusat atau Daerah tahun 2020.

Kemudian, BOP juga dapat dipergunakan untuk kebutuhan operasional pesantren dan lembaga pendidikan Islam, seperti Membayar air, listrik, dan kemananan.

“BOP juga bisa digunakan untuk pembiayaan kebutuhan protokol kesehatan. Bantuan boleh juga digunakan untuk pembiayaan hal lain yang mendukung penerapan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Dalam petunjuk teknis (Juknis) Bantuan Pembelajaran Daring pesantren dan Lembaga Pendidikan Agama Islam yang disebarkan oleh Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Ditpdpontren) melalui situs resminya (19/07/2020), prosedur untuk mendapatkan bantuan tersebut adalah sebagai berikut:

Pertama, pengajuan bantuan dilakukan melalui usulan langsung pesantren dan pendidikan agama Islam dan ditujukan kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag atau Kanwil Kemenag Provinsi atau Kemenag Kabupaten/Kota.

Kedua, usulan pengajuan tertulis ditandatangani oleh pimpinan pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan Islam, ditujukan kepada Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan dikirimkan ke alamat Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Ditjen Pendidikan Islam Kemenag atau Kanwil Kemenag.

Ketiga, nama pesantren atau lembaga keagamaan Islam yang mengajukan bantuan akan dimasukkan dalam daftar pemohon BOP pesantren dan BOP pendidikan keagamaan Islam selama masa pandemi.

Keempat, berdasarkan hasil verifikasi, pejabat pembuat komitmen (PPK) akan menetapkan Surat Keputusan penerima BOP pesantren dan BOP pendidikan keagamaan Islam pada masa pandemi yang disahkan oleh KPA.

Kelima, bantuan akan disalurkan secara langsung melalui rekening pesantren dan lembaga pendidikan Islam yang bersangkutan tanpa potongan dalam bentuk apapun.

Adapun untuk besaran nominalnya, untuk pesantren kategori kecil akan mendapat bantuan dana sejumlah Rp. 25 juta, sementara pesantren kategori sedang dan besar sejumlah Rp. 40 juta dan Rp. 50 juta. Kemudian MDT dan LPQ akan mendapatkan bantuan dana sejumlah Rp. 10 juta. Dilansir dari ditpdpontren.kemenag.go.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *