Home / Nasional / Warta

Selasa, 23 Maret 2021 - 15:08 WIB

Keberlanjutan Perhutanan Sosial, Pengelolaan Hutan Harus dikembalikan Kepada Masyarakat Adat

Reporter : Alfa Kamila - Telah dibaca 171 kali

Naomi Marasian dalam Podcast Perspektif Beritabaru.co yang bertemakan

Naomi Marasian dalam Podcast Perspektif Beritabaru.co yang bertemakan "Perempuan dan Keberlanjutan Perhutanan Sosial" pada Selasa (23/3).

Jakarta, Progresnews.id – Naomi Marasian dari Perkumpulan terbatas untuk Pengkajian dan Pemberdayaan Masyarakat Adat Papua (PtPPMA Papua) menjelaskan bahwa seharusnya hak pengelolaan hutan diberikan kepada masyarakat adat atau pemiliknya, sebagaimana sejak dulu masyarakat adatlah yang menjaga hutan. Pendapat ini disampaikannya pada Podcast Perspektif Beritabaru.co yang bertemakan “Perempuan dan Keberlanjutan Perhutanan Sosial” pada Selasa (23/3).

“Supaya hak pengelolaan itu diberikan kepada rakyat. Jadi haknya tidak dilepas dalam bentuk izin-izin yang nantinya dioper ke kelompok-kelompok lain. Dan negara harus memberikan pendampingan yang cukup untuk melakukan pengelolaan,” terangnya.

Naomi mengakui bahwa selama ini masyarakat adat papua hanya berjuang sendiri, mereka tidak ada ruang atau akses yang bisa memberikan support. Maka Naomi bersama PtPPMA Papua, mencoba mengupayakan dengan mengadvokasi kebijakan daerah, termasuk mendorong pengakuan dan perlindungan hutan adat di sana.

Baca Juga:  Usung Tema Kepemimpinan Perempuan, TAF Hadirkan Kolaborasi Peringatan IWD 2021

Selama itu, lanjut Naomi, ia merasa bahwa ada miskomunikasi antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat. Prosesnya simpang siur dan ditarik ulur. Namun kemudian keluarlah SK Bupati yang kemudian mengakui adanya sembilan komunitas adat di Papua.

“Mis ini saya lihat, bukan hanya di daerah saja. Tapi di pusat juga, seperti tidak ada komitmen serius soal kebijakannya sendiri,”

Selanjutnya, Naomi juga mengimbau untuk para masyarakat adat agar tidak menjual tanah atau hutannya, karena itu akan tetap ada untuk keberlangsungan anak cucu. Sudah cukup beberapa hutan digunakan sebagai perkebunan sawit, naomi ingin agar anak cucu nanti tetap bisa melihat hutan mereka.

Baca Juga:  Melihat Ganasnya Aktivitas Penambangan di Zona Wisata Yang Rugikan Lamongan

“Sebesar apapun sumber daya alam kita, itu tetap ada batasnya. Tapi keberlangsungan kehidupan dari manusia, itu tidak akan pernah habis. Kalau tanah hutan dijual, anak cucu mau tinggal di mana?,” ucapnya sambil tersenyum.

Naomi yang juga turut mengawal proses perhutanan sosial, menurutnya, perhutanan sosial itu bagian dari perjuangan rakyat adat papua. Kebijakan dan posisi negara dalam melindungi rakyat selama ini masih kabur dan tidak jelas, pelepasan hak hutan adalah bagian dari proses membunuh dan memiskinkan rakyat.

“Skema perizinan, investasi, karena hal itu masyarakat harus melepaskan surat hak atau pelepasan hak. Ini benar-benar kejahatan dan kehancuran yang sedang dilakukan oleh negara,” tegasnya.

Share :

Baca Juga

Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid dalam refleksi Hari Santri 22 Oktober mendorong Semangat Untuk Mewujudkan Negeri Adil Makmur Diridhoi Allah, Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghofu. Foto: Nasional Tempo.

Nasional

Refleksi Hari Santri 22 Oktober, Gus Jazil: Semangat Untuk Mewujudkan Negeri Adil Makmur Diridhoi Allah

Lamongan

3 Tanggul Air di Lamongan Jebol, TNI dan Polri Bantu Warga Lakukan Perbaikan Secara Swadaya

Nasional

Deklarasi BMI Jombang, Diharapkan Menjadi Langkah Mendekatkan Anak Muda Pada Partai Demokrat
Presiden Joko Widodo

Ekonomi

Meski Beberapa Sektor Mampu Bertahan Saat Pandemi, Jokowi Sebut Komoditas Impor Masih Mendominasi
Ilustrasi Vaksin. Foto: Freepik.

Nasional

SE Muhammadiyah: Vaksinasi Tidak Batalkan Puasa
Gus Yani saat mengikuti dialog bertajuk "Petani Di Persimpangan Jalan (Antara Godaan Alih Fungsi Lahan dan Minimnya Kesejahteraan)"

Gresik

Dilema Alih Fungsi Lahan Pertanian, Forkot Ajak Dialog Pemerintah Bahas Solusi
Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban, Budi Wiyana saat ditemui usai mengikuti vaksinasi tahap pertama, Rabu (27/1).

COVID-19

Pelaksanaan Vaksinasi Tahap Pertama di Tuban Diiringi Perpanjangan PPKM
Lokasi terjadinya pembacokan. Foto: Ammy.

Lamongan

Sukodadi Berdarah, Ternyata Pelaku Pernah Urungkan Niat Karena Kasihan