Home / Lamongan / Warta

Sabtu, 24 April 2021 - 17:23 WIB

Kebal Hukum? Kontroversi RS Milik Mantan Bupati Lamongan Disorot Sejumlah LSM

RSCM Lamongan yang dikritisi sejumlah LSM karena pelanggaranya dalam perijinan. Foto: Progresnews.id/Ammy.

RSCM Lamongan yang dikritisi sejumlah LSM karena pelanggaranya dalam perijinan. Foto: Progresnews.id/Ammy.

Lamongan, Progresnews.id — Hukum harusnya tak tebang pilih. Namun, di Lamongan Jawa Timur banyak di antara warganya yang merasa dizalimi wakil-wakilnya sendiri yang duduk di pemerintahan.

Anggapan itu muncul kala melihat sikap Pemda dan DPRD yang kompak tutupi ulah H. Fadeli, sang mantan Bupati yang diduga memanfaatkan jabatanya untuk mengatur berdirinya RS Citra Medika.

Sebagian warga Lamongan, lewat LSM Jaringan Masyarakat Lamongan (Jamal) dan Yayasan Dian Pertiwi (YDP) semakin menggerutu saat mereka tahu pengelola Rumah Sakit Citra Medika Lamongan (RSCM) ternyata sanak keluarga dari H. Fadeli.

“Penegak hukum atau penegak Perda harusnya segera bertindak, tidak tebang pilih. Semua warga harus mendapat perlakuan yang sama di mata hukum, sekalipun itu pejabat,” ucap Nursalim, Ketua LSM Yayasan Dian Pertiwi (YDP), Sabtu (24/4).

Baca Juga:  Kakanwil Kemenag Jatim Menyapa Warga Gresik

Spirit pro rakyat juga diperlihatkan Nursalim saat mengetahui hak pejalan kaki yang direnggut RSCM tanpa rasa bersalah, seperti parkir yang memakai trotoar dan ambulan yang sering parkir di bahu jalan.

“Ya jelas harus diluruskan jika melanggar hukum atau peraturanya. Baik kepolisian kejaksaan dan semua pihak terkait. Selain itu Dewan sebagai lembaga politik untuk ikut membantu, dan meresponnya,” tegasnya.

Lebih lugas, Ketua LSM Jamal, Supardi menuding jika gestur yang sempat diperlihatkan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Perkim) dan Dinas Pelayanan Terpadu dan Penanaman Modal Satu Pintu (DPTPMSP) Lamongan yang menghindar dari awak media adalam bentuk penyelewengan terstruktur.

Baca Juga:  KLB Demokrat, BMI Jawa Timur: Satu Komando

“Saya menilai RS Citra Medika ada kejanggalan, baik bangunan (IMB) dan perijinan peruntukan usaha untuk rumah sakit. Makanya perlu dikaji ulang, untuk itu pihak-pihak terkait harus berani bertindak untuk mencari solusi yang tepat,” jelas Supardi.

Jika situasi sepelik kasus RSCM terus dibiarkan, kata Supardi, ia mengkhawatirkan hal itu menumbulkan spekulasi di masyarakat jika iklim pemerintahan di Lamongan tidak bersih.

“Semua harus diberlakukan sama tidak memandang siapa itu pemilik usaha. Jangan karena milik pejabat (mantan) Bupati, lantas tak mau bertindak tegas. Jangan tebang pilih, pihak-pihak berwenang harus berani mengambil sikap, jika itu menyalahi aturan,” pungkasnya.

Share :

Editor : Adyad Ammy Iffansah

Baca Juga

Ketua Dewan Pers memberi sambutan pada Konvensi Nasional Media Masa "Pers Nasional Bangkit dari Krisis Akibat Pandemi Covid-19 & Tekanan Disrupsi Digital", pada sesi pertama, Senin (8/2).

Nasional

Tiga Pesan Penting M. Nuh Untuk Insan Pers Indonesia
Duta Duta Petani Milenial (DPM) Papua Barat, Malahayati saat menjadi pemateri Podcast Milenial Talk Seri 2: Optimalisasi Peran Petani Milenial, Festival Petani Milenial, Selasa (26/10).

Nasional

Cara Unik Duta Petani Milenial Papua Barat Ajak Pemuda Berani Bertani

Lamongan

Imbas PPKM, Ketersediaan Stok Darah di Lamongan Mulai Menipis
Logo agenda kegiatan peringatan Bulan Bung Karno. Foto: Istimewa

Lamongan

Semarak Bulan Bung Karno, GMNI Lamongan Adakan Kegiatan Monumental, Libatkan Pelajar dan Warga

Lamongan

Perhelatan Piala Menpora Semakin Dekat, Persela Lamongan Gelar Laga Uji Coba
Wakil Ketua Komisi III DPR-RI, Ahmad Sahroni mendesak Polri untuk segera mengusut kasus Aisha Weddings, Kamis (11/2). Foto: dpr.go.id.

Nasional

Heboh Kasus Aisha Weddings, Sahroni: Ini Jelas Kejahatan Serius
NU Care Lazisnu Petiyintunggal Usung Proker Kembangkan Masyarakat.

Gresik

NU Care Lazisnu Petiyintunggal Usung Proker Kembangkan Masyarakat
Ilustrasi: Irfan Hidayat/Progresnews.id

Nasional

Sempat Berpindah-pindah Lokasi, Tersangka Investasi Palsu Alkes Rp1,3 Triliun Diringkus Polisi