Home / Hukum dan Kebijakan / Lamongan / Warta

Rabu, 13 Januari 2021 - 17:09 WIB

Kasus Pembakaran Ponpes Muhammadiyah di Lamongan Mulai Menemukan Titik Terang

Reporter : Adyad Ammy Iffansah

Penampakan lokasi pembakaran dan sisa abu rak sepatu di Ponpes Al-furqon, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, (Foto: Ist.)

Penampakan lokasi pembakaran dan sisa abu rak sepatu di Ponpes Al-furqon, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, (Foto: Ist.)

Lamongan, Progresnews.id — Kasus pembakaran salah satu fasilitas di Pondok Pesantren Ma’had Al-Furqon Muhammadiyah di Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur mulai menemukan titik terang.

Pihak kepolisian mengantongi nama pelaku kasus pembakaran rak sepatu yang di lakukan dua kali di tanggal 1 Januari 2021 dan 8 Januari 2021.

Meskipun enggan mengungkapkan nama terduga pelaku, Kapolres Lamongan AKBP Miko Indrayana didampingi Kasatreskrim AKP David Manurung menjelaskan pelaku pembakaran itu masih di bawah umur.

“Setelah melalui rangkaian proses penyelidikan, kita berhasil menangkap terduga pelaku pembakaran yang ternyata masih di bawah umur,” kata Kapolres Lamongan AKBP Miko Indrayana, Rabu (13/1).

Baca Juga:  Jelang Debat Publik, Kapolres Lamongan Tinjau Persiapan KPU
Kapolres Lamongan AKBP Miko Indrayana di dampingi Kasatreskrim AKP David Marunung saat memberikan keterangan perihal pembakaran ponpes.

Kasus yang saat ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut Satreskrim Polres Lamongan dibantu Tim Laboraturium Forensik (Labfor) Polda Jatim itu, telah mengamankan 8 orang saksi dan sejumlah barang bukti seperti rak sepatu yang hangus terbakar, sepatu-sepatu, serta material sisa abu pembakaran.

“Terduga pelaku ini adalah mantan santri di Ponpes itu. Kalau untuk motifnya, dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengaku merasa sakit hati, tidak ada motif lain selain itu,” lanjutnya.

Saat di wawancarai terpisah oleh Progresnews.id, Ketua Pimpinan Wilayah Muhamadiyah Jawa Timur, KH. Saad Ibrahim pun ikut angkat bicara terkait aksi yang bisa menjadi tidak pidana kriminalitas itu.

Baca Juga:  Innalillahi, Salah Satu Pendiri IPPNU Hj. Basyiroh Zawawi Wafat

“Apabila nanti sudah tetapkan statusnya, kami akan melakulan tindakan, saat ini kita sudah berkordinasi penuh dengan pihak kepolisian, jelas ini menjadi bahan evaluasi bersama,” ungkap kiai yang terkenal humanis tersebut.

KH. Saad juga berpesan, karena di bawah umur, penetapan status pelaku masih panjang, menururnya ada banyak faktor yang mempengaruhi tindakan pembakaran itu, di antarnyaa lingkungan saat keluar dari pondok. Jadi ia tidak bisa semata mata menyalahkan.

“Saya harap warga masyarakat tidak melakukan spekulasi terhadap kasus ini, terlebih tersangka masih di bawah umur, untuk proses penyelidikan juga masih panjang,” pintanya.

Share :

Baca Juga

Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni menyambut baik langkah Kapolri Listyo Sigit untuk lebih selektif dalam merespons pelaporan terkait UU ITE, Selasa (16/2). Foto: dpr.go.id

Nasional

Komisi III Sambut Baik Langkah Restorative Justice ala Kapolri Sigit
Petunjuk arah masuk Lamongan Mart yang memudar tampak kurang terawat. Foto : Ammy.

Lamongan

Tak Optimal, Pelaku Usaha Pertanyakan Program Lamongan Mart Binaan Diskopum
Foto BPNT.

Gresik

Graduasi BPNT Tanpa Konfirmasi, Kepala Desa di Gresik Adukan Hal Ini ke TKSK

Bojonegoro

Gandeng CDK Bojonegoro, Pemdes Socorejo Tanam Pohon di Pantai Semilir

Gresik

Arah Kepemimpinan Baru, Gus Yani Fokuskan Tangani Banjir dan Perbaikan Infrastruktur
Elin Yunita Kristanti, Wapemred Liputan6.com dalam Webinar Series "Membangun Ketahanan Komunitas, Menghadapi Infodemi", pada Senin (15/2).

Nasional

Ketahanan Menghadapi Infodemi, Elin: Media Memang Bersaing, Tapi Soal Cek Fakta Mereka Saling Mendukung
Puluhan karangan bunga yang memadagi Alun-Alun Kabupaten Lamongan. (Foto: Ammy).

Lamongan

Keindahan Taman Kota Lamongan Tertutup Karangan Bunga
Ustadz Maaher At-Thuwailibi meninggal dunia. Foto: Twitter @ustadzmaaher.

Nasional

Innalillahi, Ustadz Maaher Meninggal Karena Sakit