Home / Nasional / Warta

Senin, 27 Desember 2021 - 21:03 WIB

Kasus Korupsi Bank Jateng Rp500 Miliar, Polri Tetapkan 5 Tersangka

Logo Bank Jateng.

Logo Bank Jateng.

Jakarta, Progresnews.id – Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim Polri) mengungkap kasus dugaan korupsi di Bank Jawa Tengah (Bank Jateng). Kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 500 Miliar

Kasus tersebut merupakan dugaan korupsi serta pencucian uang pemberian kredit proyek di Bank Jateng Cabang Jakarta sejak 2017 hingga 2019.

“Berkas perkara kasus ini telah dinyatakan lengkap oleh pihak JPU dari Kejaksaan Agung,” kata Komisaris Besar (Kombes) Cahyono Wibowo selaku Wakil Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri, seperti dilansir dari situs resminya, Senin, (27/12).

Cahyono mengungkapkan, tersangka yang pertama ialah Bina Mardjani yang merupakan mantan pimpinan Bank Jateng Cabang Jakarta.

Menurut pihak Bareskrim, Bina telah memeberikan persetujuan terkait kredit proyek yang menyalahi aturan yang berlaku. Selain itu, Bina juga membiarkan dana kredit proyek dipergunakan tidak sesuai seperti tujuan awal.

Baca Juga:  Wapres Ingatkan Kepala Daerah Supaya Jangan Korupsi

Pihak Bareskrim juga menduga bahwa Bina telah menerima imbalan 1% dari proyek yang telah dicairkan dari debitur. Selain itu, perbuatan Bina juga diduga telah merugikan negara sebesar Rp 307,9 miliar lebih.

Kemudian, tersangka kedua ialah Bambang Supriyadi selaku Direktur PT Garuda Technology. Pihak Bareskrim menduga Bambang telah membuat rekayasa kontrak kerja proyek dalam mengajukan kredit ke Bank Jateng cabang Jakarta.

Selain itu, Bambang juga diduga telah memberikan uang sebagai imabalan atas jasa Bina Mardjani sebanyak Rp 1,6 miliar. Bambang diduga telah merugikan negara sebesar Rp 174 miliar lebih.

Baca Juga:  Dua Tower Listrik Terancam Roboh Akibat Galian C di Perbatasan Lamongan - Gresik

Keduanya dijerat Bareskrim dengan Pasal 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dan Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Selain itu, Bareskrim juga telah menetapkan tiga tersangka lainnya dalam kasus dugaan korupsi terkait penyaluran kredit kepemilikan rumah di Bank Jateng Cabang Blora. Tersangka pertama ialah Rudatin Pamungkas yang merupakan mantan Kepala BPD Jateng periode 2017-2019.

Kemudian tersangka kedua ialah Ubaydillah Rouf selaku Direktur PT Gading Mas Properti. Tersangka terakhir ialah Teguh Kristianto selaku Direktur PT Lentera Emas Raya. Dalam kasus ini, kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 115,5 miliar. [irf]

Share :

Editor : Redaksi Progresnews

Baca Juga

COVID-19

Pastikan Badan Ad Hoc Sehat, KPU Kembali Gelar Rapid Test
Naomi Marasian dalam Podcast Perspektif Beritabaru.co yang bertemakan "Perempuan dan Keberlanjutan Perhutanan Sosial" pada Selasa (23/3).

Nasional

Keberlanjutan Perhutanan Sosial, Pengelolaan Hutan Harus dikembalikan Kepada Masyarakat Adat
Kepala Desa Kebonsari Kecamatan Sidodadi Lamongan, Suharto. Foto : Istimewa.

Lamongan

Korupsi Dana Desa, Inspektorat Lamongan Bakal Periksa Kades Kebonsari
Kemendikbud Tanamkan Nilai Pancasila Saat PJJ

Nasional

Kemendikbud Tanamkan Nilai Pancasila Saat PJJ
AKBP Miko Indrayana, Kapolres Lamongan.

Lamongan

Jangan Langgar Aturan di Jalan Ini, Jika Tak Mau Kena Sanksi E-Tilang
Pidato Presiden Joko Widodo dalam rangka Laporan Tahunan Ombudsman di Istana Negara, Senin (8/2/2021). Foto: Sekretariat Kabinet.

Nasional

Jokowi Minta Dikritik, Pakar Kebijakan Publik: Cuma Pidato Normatif
Kapolres Lamongan, AKBP Miko Indrayana saat menyerahkan parsel ke tukang becak. Foto: Ist.

Lamongan

Wujud Kepedulian, Polisi di Lamongan Bagikan Parsel Lebaran ke Tukang Becak
Ketua DPC PKB, Abdul Ghofur saat acara vaksinasi DPC PKB Lamongan, Selasa (12/10). Foto: Progresnews.id/IVAN.

Lamongan

Tepis Isu Gelombang Ketiga Covid-19, DPC PKB Lamongan Fokus Tingkatkan Herd Immunity Warga