Home / Nasional / Warta

Sabtu, 6 Februari 2021 - 05:45 WIB

Kader PMII Harus Punya Akar Kuat Agar Tak Mudah Tumbang

Gus Jazil, sebagai narasumber dalam Pelatihan Kader Lanjut (PKL) Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jakarta Selatan

Gus Jazil, sebagai narasumber dalam Pelatihan Kader Lanjut (PKL) Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jakarta Selatan

Jakarta, Progresnews.id.- Jumat (5/2/2021) siang, saya diundang sebagai narasumber dalam Pelatihan Kader Lanjut (PKL) Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jakarta Selatan di Wisma SLB, Jakarta Selatan. Saya katakan bahwa para kader PMII harus memiliki akar yang kuat agar tidak mudah terombang-ambing, tidak takut pada siapapun, dan siap menghadapi keadaan apapun.

Sebagai calon pemimpin, kader PMII harus memiliki spiritual atau ketauhidan yang kuat. Kader PMII tidak boleh takut dengan apapun, kecuali takut kepada Allah SWT. Harus selalu mempertahankan kalimat ‘Laailahaillallah”.

Kalimat thayyibah ‘Lailahaillallah” ibaratkan sebagai pohon yang memiliki akar kuat, cabang-cabang yang menjulang tinggi ke langit sehingga bisa menghasilkan bunga dan buah.

Saat ini, di beberapa negara banyak orang yang lebih memilih menjadi atheis atau tidak beragama karena merasa Tuhan tidak penting. Di perguruan tinggi, nalar positivisme juga sering kali ditonjolkan bahwa hal yang benar adalah hal yang nyata adanya dan tampak.

Semua cara memperoleh kebenaran itu menggunakan nalar positivisme. Pendekatannya lebih pada materialistik. Cantik, ganteng, kaya. Padahal itu semua tergantung napas. Kalau cantik, ganteng, kaya tapi tak bisa bernapas ya tidak ada gunanya. Saya memulai dari situ supaya kita tahu apa tujuan kita ber-PMII.

Baca Juga:  Digelar Terbatas, Ini Hasil Pengundian Nomor Urut Pilkada 2020 Tuban

Sebagai kader pergerakan, kader PMII harus memiliki cabang yang kuat dan jelas. Akar itu ada bermacam-macam. Ada akar tunggang, ada akar serabut. Jangan sampai gak jelas akarnya. Kita harus punya pohon yang akarnya kuat. Saya berharap kader-kader PMII memiliki akar yang kuat. Jangan sampai nggak ada akarnya. Jangan sampai nggak jelas akarnya karena kalau jadi pohon tinggi nggak ada akarnya maka akan mudah jatuh. Dan nggak mungkin pohon bisa berbuah kalau nggak ada akarnya.

Karena itu, dalam berorganisasi, membangun akar menjadi suatu keharusan. Membangun akar ini penting. Dan akarnya harus terhubung dengan kalimat toyyibah supaya tidak salah. Kalau akar Anda terhubung pada cita-cita, misalnya ikut PMII untuk mendapatkan istri yang cantik, ya nanti setelah dapat istri cantik selesai. Kalau akar Anda cantolkan pada urusan dunia, ya nanti akan selesai dengan berakhirnya dunia. Tapi kalau akar Anda cantolkan dengan kalimat ‘laailahaillallah, sampai kapanpun, Anda hidup sampai mati tak akan hilang.

Hidup itu sebenarnya asal punya nyawa sudah mewah. Karena itu, dirinya meminta para kader PMII untuk tidak gampang mengeluh. Kalau Anda mengatakan saya ini kok sulit terus, ya sulit. Kita harus berani. Tidak ada yang perlu ditakuti kalau sudah berpegang pada kalimat ‘Laailahaillaallah”. Kita hidup ini bukan haqiqi (kekal), tapi majazi (tidak kekal).

Baca Juga:  Wisata Soda Lamongan, Solusi Ngabuburit Aman di Masa Pandemi

Selain akar yang kuat, kader PMII juga harus memiliki batang yang kuat pula. Batang yang dimaksud adalah kemampuan manajerial. Makanya ber-PMII, berorganisasi, beramal itu untuk membuat kita memiliki batang yang kuat dengan ilmu pengetahuan dan lain-lain. Kalau akarnya iman maka batangnya ilmu pengetahuan.

Dalam menjalani aktivitas apapun, hendaknya dilakukan dengan penuh kegembiraan. Dalam Alquran, Surat Yunus ayat 58: “Qul bifadlillahi wa biraḥmatihi fa bizalika falyafrahu, huwa khairum mimma yajma’un. Artinya, katakanlah, dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.”

Kader PMII harus berorganisasi dengan riang gembira. Kalau kita sedih, kita akan kehilangan harapan. Kalau itu terjadi pasti karena akarnya gak kuat. (*)

Share :

Editor : Admin 2

Baca Juga

Wakil Presiden Ma'ruf Amin dalam Webinar Internasional Peringatan Hari Santri 2021 yang diselenggarakan oleh Rabithah Ma'ahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI-PBNU) pada Rabu (20/10).

Nasional

Wapres Ma’ruf Amin Paparkan Peran Penting Pesantren di Era Transformasi Ekonomi
Hadi Prayitno dari The Reform Initiatives memandu Market Gathering yang dihadiri puluhan pelaku bisnis bertajuk Membangun Kolaborasi Pasar UMKM bersama “ASMAT”, Selasa (24/8).

Nasional

Ajak Pelaku Usaha, Program PAPeDA Promosikan Produk Pangan Inovatif Papua
Mentri Kesehatan RI Budi Gunawan Sadikin

Nasional

Menkes Rencanakan Sertifikat Bagi Warga yang Telah Divaksin
Manajer Produksi & Penyutradaraan Gresik Movie, Ananda Shandy, membagikan pengalamanya kepada peserta Workshop Film yang digelar Sanggar Pasir. Foto : Chidir

Film

Peringati G30SPKI, Sanggar Pasir Gelar Workshop Film
Sejumlah Mahasiswa yang melakukan audiensi dengan Kabid Lalu Lintas Dishub Lamkongan. Foto: Progresnews.id/ Ammy.

Lamongan

Dishub Lamongan Dinilai Jadi Biang Keladi Kerusakan Jalan, Mahasiswa Unisda Layangkan Aksi Protes
Deputy Representative The Asia Foundation (TAF), Sandra Hamid saat membuka webinar bertajuk Memperkuat Kolaborasi Pasar untuk Pengembangan UMKM di Tanah Papua, Jumat (27/8).

Nasional

4 Strategi Program PAPeDA dalam Pengembangan Produk Lokal Papua
Surat penundaan PTM dengan Nomor: 360/987/437.96/2020 tertanggal 30 Desember 2020 yang ditandatangani oleh Wakil Bupati Gresik, Dr. H. Moh Qosim, M.Si.

COVID-19

Kasus Covid-19 di Gresik Kembali Tinggi, Pembelajaran Tatap Muka Ditunda
Video Converence pemberian beasiswa Perguruan Tinggi kepada putra putri TNI-Polri oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG).

Nasional

Peringati Hari Pahlawan, BUMN dan PT SIG Berikan Beasiswa Pada Putra Putri TNI-Polri