Home / Lamongan / Warta

Rabu, 28 April 2021 - 19:54 WIB

Jamin Kesejahteraan Pekerja, Disnakertrans Lamongan Waspadai Penyaluran THR Keagamaan

Reporter : Adyad Ammy Iffansah - Telah dibaca 970 kali

Halaman Kantor Disnakertrans Lamongan. Foto : Ammy/Progresnews.id

Halaman Kantor Disnakertrans Lamongan. Foto : Ammy/Progresnews.id

Lamongan, Progresmews.id — Pastikan hak pekerja terpenuhi, Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lamongan bakal pantau proses penyaluran THR keagamaan.

Meski masih dalam suasana pandemi, hak pekerja mendapat tunjangan harus dipenuhi. Bahkan pihak Disnakertrans tak segan memberi teguran atau sanksi bagi perusahaan yang menyalahi aturan peberian THR.

Kepala Disnakertrans Lamongan, Hamdani Azhari mengungkapkan jika penyaluran THR kepada pekerja di Lamongan harus diberikan paling lambat H-7 lebaran.

“Ada sekitar 30 ribu sekian pekerja di Lamongan, H-7 hak THR harus diberikan ke tangan pekerja,” ungkap Hamdani kepada Progresnews.id di Kantor Disnaker Lamongan, Rabu (28/4).

Baca Juga:  Kekerasan Terhadap Warga dan Pembela HAM Taman Sari, PBHI Akui Belum Ada Tindak Lanjut Atas Laporannya

Dikatakan Hamdani, THR yang harus diberikan sedikitnya satu kali gaji pekerja, untuk pekerja baru juga tetap mendapat THR meski nantinya akan disesuaikan dengan masa kerjanya.

“UMK di Lamongan berkisar 2.488.724, namun tidak bisa menjadi acuan karena tiap karyawan memiliki kontrak kerja masing-masing. Seperti outsourcing (alih daya), kontrak (PKWT) ataupun pekerja tetap (PKWTT) semua berhak menerima THR Keagamaan,” katanya.

Jikalau nantinya ada perusahaan yang begal dengan tidak memberi hak pekerja, Imbuh Handani, akan ada pemanggilan hingga sanksi adminitratif.

Baca Juga:  Kontrol Stok Darah Selama Ramadan, PMI Lamongan Ajak Keluarga Penerima Jadi Pendonor Darah

“Saksi adminitratif jelas akan menyasar para perusahaan yang menyelewengkan hak pekerja, nantinya tim akan memastikan data keuangan dan unsur terkait lainya, apabila ada masalah akan kami carikan solusi,” Imbuh Hamdani.

Kepala Dinas Keteragakerjaan dan Transmigrasi Lamongan, Hamdani Azhari saat memaparkan terkait THR. Foto : Ammy/Progresnews.id.

Namun, mewaspadai kecurangan pihak perusahaan, Hamdani menghimbai agar tidak memanfaatkan kondisi pandemi sebagai alasan tidak memberikan THR keagamaan.

“Kami selidiki, takutnya praktik kecurangan dilakukan untuk menghindari kewajiban memberi THR, dengan alasan masalah keuangan,” tuturnya.

Share :

Baca Juga

Keadaan jalan rusak di Desa Pucangro Kecamatan Kalitengah Lamongan yang sempat di perbaiki pertengahan Januari Lalu.

Lamongan

Belum Genap Sebulan diperbaiki, Jalan Poros Kecamatan Sukodadi – Pucangro Kembali Rusak Parah

Bojonegoro

Gus Jazil: Demokrasi Harus Jadi Alat Mensejahterakan Rakyat
Kapolres Lamongan, AKBP Miko bersama wartawan sernior Surya.co Hanif Mahsuri, saat prosesi potong kue di halaman Mapolres Lamongan.

Lamongan

Peringati HPN, Kapolres Lamongan: Beritamu Adalah Sumber Inspirasiku
Kepala BPS Kabupaten Tuban, Eko Mardiana. Foto: progresnews.id/ans.

Ekonomi

Tingkat Kemiskinan di Tuban Meningkat 15,91%
Kepala Desa Kebonsari Kecamatan Sidodadi Lamongan, Suharto. Foto : Istimewa.

Lamongan

Korupsi Dana Desa, Inspektorat Lamongan Bakal Periksa Kades Kebonsari
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian saat mengumumkan Surat Keputusan Bersama. Foto: Kemendikbud.

Pendidikan

SKB Tiga Menteri Kecualikan Aceh, Mendagri: Tugas Negara Menjamin dan Menjaga Kemerdekaan Beragama
Kasi Haji dan Umrah Kemenag Lamongan, Banjir Sidomulyo saat memaparkan Visa Elektronik ke CJH. Foto : Progresnews.id/Ammy.

Lamongan

Kemenag Lamongan Sediakan Visa Elektronik Bagi Calon Jamaah Haji, Begini Syarat Pegambilanya

Lamongan

Rusak Iman, Tiga PSK di Lamongan Diamankan Jelang Ramadhan